Sekali Niat, Semesta Mendengar

Pagi ini, sebuah niat terukir dalam pikiranku. Menyelesaikan kisah tentang Ai, perempuan dengan HIV positif untuk dikumpulkan bersama cerpen dari para perempuan lain dan dijadikan sebuah antalogi. Niat itu aku tuliskan di status BBM: Namaku Ai, Kisah Perempuan dengan HIV Positif. Begitu status itu terunggah, sebuah BBM langsung menyapa. Dari Fira, kawan semasa kuliah.

Fira: “Itu buku, Mbak?”

Icha: “Bukan, Fir. Cerpen.”

Fira: “Mau baca dong.”

Icha: “Ini lagi aku edit dulu.”

Fira: “Okay. Ini aku lagi bantu pelatihan Kespro IPPI*, Mbak. Duh, tidak ada satu pelatihan pun yang bebas acara nangis.”

Icha: “Di cerpenku aku justru mau lepaskan stigma itu. Perempuan itu kuat! Bahkan dengan HIV sekalipun. Si Ai ini justru bisa keliling Indonesia.”

diam

Icha: “Kalau ada pelatihan menulisnya aku mau bantu, Fir. Aku senang berbagi tips.”

Fira: “Subhanallah, baruuu aja semalam aku kepikir hal itu, Mbak. Aku mikir, itu bisa jadi terapi buat mereka juga. Dengan menulis. Baru mau aku bilang ke kawan-kawan IPPI besok.”

Icha: “Wah, semesta merestui kalau begitu”

Lalu kami berbincang tentang beberapa kasus perempuan HIV dan AIDS. Untuk kepentingan banyak pihak, perbincangan itu tidak kuunggah di sini. Tetapi di akhir obrolan, aku dan Fira sepakat pada sesuatu.

Fira: “It’s funny ya. How the universe bring us to where we are now in life.”

Icha: “Yup, semesta punya cara sendiri bikin kejutan buat kita. Kadang aku mikir, Tuhan suka main cilukba. Bikin kaget!”

Fira: “Iya bener”.

Kalian sering mengalami hal serupa? Itu bukan kebetulan. Itu adalah keajaiban kecil dalam hidup. Dalam Iluminasi, aku menyebutnya sinkronitas. Hari ini, aku mengikuti naluriku menulis status di BBM, Fira menyambung dengan menjawabnya. Jadilah kami punya sesuatu yang bisa dibagi bersama. Inilah sinkronitas. Ini hanya sekadar contoh kecil saja. Kurasa banyak juga peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan pilihan hidup yang melewati proses sinkronitas.

Hidup bukan barang konvensional yang punya hitungan tetap. Semesta memang berpola, tetapi energi-energi yang bertingkah di dalamnya membuat hidup sangat dinamis. Ikuti naluri, maka kau akan bertemu dengan sinkronitasmu. Itu jalanmu mendedah takdir!

 

 *IPPI: Ikatan Perempuan Positif Indonesia

 

 

2 thoughts on “Sekali Niat, Semesta Mendengar

  1. menangis itu juga naluri lo, naluri baik. malah naluriku sekarang ini mengajak ke kejelekan terus. masa’ harus diikuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>