By Lisa Febriyanti on Nov 24, 2007 in puisi | 2 Comments
tak jua terangkah bilur-bilur di kepalamu
atau tak jua menjawabkah pendar-pendar di dadamu
aku ada…karena aku harus ada..untukmu
lalu masih juga terburai dari bibirmu
gelisah yang tak pernah berhenti
kemudian masih kau suguhkan kepadaku
sepenggal penantian yang tak pernah habis
meski tak terucap dariku
denyut-denyut ini selalu berkata
aku bukan pilihan…aku adalah takdirmu…
adakah kau dengar?
By Lisa Febriyanti on Aug 20, 2007 in puisi | 0 Comments
Kau mengangkang di sana, sepatu lars.
Gagah dan tak teruntuhkan. Kokoh dan tak tergeser. Sombongmu melekat di sol karet hitam bawah kakimu. Bercak darah penindasan masih melekat di sana. Beringasmu terjalin dalam tali temali hitam panjang. Bertemu kejamnya kulit hitam yang membungkus kakimu. Menyodok jiwa-jiwa yang tak tertahankan
Aku merapat di sini, sepatu jinjit.
Merajalela membelah […]
By Lisa Febriyanti on Aug 20, 2007 in puisi | 0 Comments
Kuambil sepotong waktu. Kupilih dari kumpulan masa lalu. Kau tak ada di situ Tanganku meraih lagi. Potongan hari ini kudapati. Sosokmu muncul di sini. Duduk di samping menemani. Kuberlari menerjang waktu. Ke hari-hari tak pasti di depan, nun jauh. Dipenuhi hasrat mencari tahu. Adakah kau masih punyaku?
CHAY
By Lisa Febriyanti on Aug 15, 2007 in puisi | 0 Comments
I call it the restless soul
like a spirit….fly to neverland