By Lisa Febriyanti on Oct 13, 2008 in ladang baca, ladang kisah | 3 Comments
Saya mengamatinya dari jauh. Dia menggunakan setelan a la eropa dengan rambut klimis dibelah tengah. Dasi kupu dan topi a la al capone. Sebelum saya mendekatinya lebih jauh, saya mempelajari lagi profilnya.
Bagi kita yang hidup di era generasi Y sekarang ini, nama Marco Kartodikromo tentu akan aneh kedengarannya. Bukan hanya aneh, generasi Y [...]
By Lisa Febriyanti on Sep 23, 2008 in ladang baca, ladang kisah | 10 Comments
Begitu namanya disebut, rasanya tak perlu saya jelaskan siapa sosok Pramoedya Ananta Toer (PAT). Sang legenda sastra indonesia dan tentu saja inspirasi saya.
Dialah sosok yang menjadi pemicu cinta saya pada dunia sastra. Dan pada sebuah halaman persembahan hidup, akan saya tulis ucapan terima kasih dan hormat sedalam-dalamnya padanya. Karena dia dan karyanya telah membuat saya [...]
By Lisa Febriyanti on Sep 2, 2008 in ladang baca, ladang bahasa, ladang inspirasi, ladang kisah | 7 Comments
Beberapa waktu yang lalu, ada secuplik perbincangan yang masih menggema di telinga saya hingga sekarang. Saya bercakap dengan seorang kawan seperjuangan yang sama-sama berkutat di bidang tulis menulis. Pertanyaan yang terlontar adalah, bisakah hanya dengan menulis dipakai untuk sandaran hidup?
Hmm…pertanyaan ini tidak bisa dijawab “YA” atau “TIDAK” dengan mudahnya. Ada standar dan faktor tertentu yang [...]
By Lisa Febriyanti on Aug 26, 2008 in ladang baca, ladang kisah | 6 Comments
Saya bisa katakan, bahwa sepanjang hidup, saya belajar filsafat dengan tidak sengaja. Kata filsafat sendiri baru saya dengar dan baca saat menjejaki koridor kampus. Dalam kerangka keilmuan formal, saya secara tidak sengaja belajar tentang filsafat komunikasi. di ruang-ruang diskusi, secara tidak sengaja pula saya belajar tentang filsafat sosiologi. saya mulai kenal Socrates, Plato, Aristoteles, Machiaveli, [...]
By Lisa Febriyanti on May 4, 2008 in ladang baca | 6 Comments
Penulis: Susanna Tamaro
Penerbit: Gramedia, tahun 2006 (cetakan keempat)
Buku ini saya sebut sebagai sebuah memoar tentang perjalanan hidup. Sebuah pengakuan yang begitu jujur dan mendalam. Sebuah desah jiwa yang dengan susah payah disingkap sang lakon utama sendiri, seorang perempuan tua bernama Olga yang menyadari bahwa hidupnya tak lama lagi di dunia ini.
Memoar ini tercipta karena Olga [...]