sepotong rindu terdampar di palung jiwa
mendadak, tanpa fatwa
pada sebuah wajah yang pernah mengobarkan nyawa
dan kupuja bagai dewa
lalu, kaki terbelit pada jejak-jejak tanpa suara
tergulung-gulung melintasi samsara
tempat dimana sembilu dan sakinah bermuara
berderai pada samudera lara
sepotong rindu ini berkisah tentangmu
tetapi ia meriwayatkanku
sepotong rindu ini mencerabih tiap sel mu
tetapi ia merawikan ritmisku
sepotong rindu purba ini sebuah ibadat pagi
mencantumkan namamu menuju aku yang hakiki
Bantul, Mei 2013
