Category Archive: ladang plesir

Road Warrior di Desa Tertinggi di Jawa

Waktu adalah abadi ketika kita menyimpannya di dalam hati Sebagai road warrior, disyaratkan memiliki kelenturan menghadapi segala ruang. Road warrior adalah orang-orang yang telah menetapkan dalam hati, bahwa jalanan juga rumah, tempat belajar dan menemukan arti diri. Di beberapa akun social media, aku menyertakan sebutan ini di profilku, karena dalam pemahamanku hanya road warrior yang paham dan mencatat dalam hati mereka, kenyamanan adalah dimana waktu berhenti berdetak, ketika semesta menyampaikan pesannya lewat angin, dimanapun kaki dijejakkan. Beberapa waktu lalu, bersama suami dan kawan-kawan road warrior lainnya, aku menyambangi Dieng. Niat awal hanya ingin mengintip Baca Selanjutnya...

[Pecinan Indonesia] #1 Glodok, Kota Kecil di Metropolitan

Catatan tentang Pecinan Indonesia ini merupakan sebuah rangkuman pribadi dari sebuah project dokumenter yang kami buat dan ditayangkan di salah satu televisi lokal pada periode September 2011 hingga Februari 2012. Dari total 13 episode yang kami produksi secara tim, beberapa episode jatuh ke pangkuanku sebagai produser. Ini adalah kisah di balik jalan-jalanku dalam membuat Program China Town Indonesia. Dalam serial catatan tentang Pecinan Indonesia ini, aku tidak akan berkisah tentang wisata perjalanan dari kota-kota yang aku kunjungi, karena itu bisa kalian dapatkan dari blog-blog lain. Yang kubagikan di sini adalah rasa dan pengalamanku mendatangi tempat-tempat tersebut. Sebuah Baca Selanjutnya...

Gua dan Gerakan Laten Semesta

Aku punya kesukaan baru. Menyusuri perut bumi melalui gua. Cave Tubing, demikian ia juga disebut. Belum mencandu, tetapi percobaan pertama membuatku ingin lagi. Percobaan kedua, dengan rute lebih panjang dan jeram di dalam gua, membuatku makin menyatakan suka. Awalnya aku belum bisa membedakan antara Caving dengan Cave Tubing. Setelah menyelisik lebih dalam, rupanya cave tubing adalah perpaduan antara caving (menyusuri gua) dengan rafting menggunakan rubber tube (ban). Nah, inilah yang kusuka, mengapung di atas ban, mengalir pelan, mengintip ‘kerja’ semesta di dalam bumi. Di dalam sana, ketakjuban bukan hanya pada stalagtit yang menjulur, ada yang runcing, ada yang tumpul dan Baca Selanjutnya...

#1: Sandya

Ronce sudah kulepas, rambut panjang sepunggungku telah pula aku urai. Aku menatap wajahku sendiri di cermin bulat dengan  cita sifon berwarna putih yang menjuntai. Aku bahagia, aku tahu itu. Mata di cermin itu juga mengatakannya. Aku sangat bahagia. Ini adalah sekumpulan keajaiban yang diletakkan di pangkuanku. Potongan-potongannya menguarkan cahaya perak yang hangat menyentuh kulitku. Dari cermin yang sama, terpantul oleh mataku satu sosok, sumber kebahagiaanku. Ia bulan yang turun  dari langit, mempertaruhkan keabadian yang dimilikinya demi menyuntingku. Bulan yang datang tiba-tiba di malam-malamku yang dingin, memberi cahaya dari matanya, lalu semua hariku dipenuhi kata-kata Baca Selanjutnya...

[Jogja Fashion Week 2009] Boedaja in Motion

Budaya, kecantikan dan keceriaan, semua tumbuh jadi satu dalam Jogja Fashion Carnival, 5 Agustus 2009 lalu. Jogja Fashion Carnival adalah salah satu rangkaian kegiatan Jogja Fashion Week 2009.  Arak-arakan yang memadukan fashion dan budaya ini meninggalkan berkas gambar di kamera saya, beberapa diantaranya di bawah ini: . Judul: Sang Putri dan Matahari Salah seorang peserta Jogja Fashion Carnival yang duduk di kereta ditempa matahari sore, beriringan persis di depan Kraton Jogja, menunggu tiba waktunya diarak. . Judul: Sepasang Penari Atraksi tari di tengah karnaval . Judul:Indian Batik Peserta Carnaval, meski dengan aksi Indian tetap tak melupakan batik. . Judul: Panggung Baca Selanjutnya...

Mahar, Bintang dan Senja

Satu perempuan. Satu laki-laki. Dan berdua mereka memperjuangkan cinta yang terkebiri. Dalam selingkup tabir yang panjang membentang. “Aku tahu, kita bukan pemilik Madukara,” perempuan berkata. “Dan kau juga tahu, kita juga bukan pemilik Indraprasta,” laki-laki juga berkata. Hanya sebuah istana kecil dengan tanah coklat sebagai halamannya. Ditemani sebatang plumeria berbunga putih yang harum. “Maukah kau terima maharku?” laki-laki meminta. “Apa maharmu?” perempuan menantang. “Bintang,” singkat laki-laki menjawab. Lalu kedua tangan laki-laki terbuka. Beralaskan tangkup telapak tangannya, ada sinar putih di sana. “Kau Baca Selanjutnya...

Madakaripura: The Hidden Legend

Sudah cukup lama nama Madakaripura membahana dalam kepala saya. Sejak saya mulai tertarik untuk menelusuri apapun yang berbau Kerajaan Majapahit. Sejak saya mulai mengumpulkan serpihan-serpihan literatur tentang Kerajaan yang seringkali menjadi inspirasi kebesaran Nusantara ini. Sejak itu pula, Madakaripura saya catat diam-diam sembari memendam harap: suatu saat saya harus ke sana! Harap saya terpenuhi ketika dalam sebuah pelesir ke Gunung Bromo, Madakaripura ternyata tinggal selangkah lagi dituju. Meski lelah setelah menuntaskan malam di Penanjakan, tak menyurutkan niat untuk tetap menjenguk air terjun itu. Menurut riwayat sejarah, inilah ladang peristirahatan Sang Gadjah Mada sehabis Baca Selanjutnya...
Loading...
X