Catatan Bahagia dari ILUMINASI Jakarta Gathering, 9 Februari 2010

Satu pertanyaan yang menggelitik dilontarkan Daniel Mahendra di malam ILUMINASI Jakarta Gathering selasa lalu, “Apakah engkau bahagia?”. Mulanya kupikir, pertanyaan apa ini? Bukankah ini diskusi buku? Tetapi jeda waktu yang ada sebelum menjawab pertanyaan itu memberiku kesempatan mengorek-orek isi hati. Tak terlalu dalam menembus endotel hati, ternyata tak ada rasa lain yang kurasakan selain BAHAGIA! Banyak kejutan yang datang membuat hatiku melonjak. Di hari itu, bertepatan dengan tanggal kelahiranku dan memperkenalkan ILUMINASI, kawan-kawan dari berbagai komunitas berduyun datang. Tak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah: Surabaya, Semarang, Malang dan Baca Selanjutnya...

Laki-Laki Malaikat Pos

Dia, laki-laki malaikat. Dan, kini terbang melayang di sekitarku. Aku bertanya, berapa mach yang sudah ditempuhnya? Dia berbisik, tepat di telingakuÂ….selaksa. Laki-laki malaikat dengan mata penuh cinta menghembusiku dengan nyanyian langit yang menggetarkan. Laki-laki malaikat, menyertai langkahku kini. Dia bicara. Tentang dunia yang tidak aku kenal, tentang mimpi yang membumbung namun tak juga jauh dari tempatku berpijak, tentang bintang yang pernah disinggahinya. Sayap lebar mengepak bersamaan dengan kerling godanya. Lalu ia pun menyusur di jejak yang sama denganku kini. Seperti tak ingin dia melepas, laki-laki malaikat menebar serbuk-serbuk kasih diselubungku. Menjeratku dengan Baca Selanjutnya...

#1: Sandya

Ronce sudah kulepas, rambut panjang sepunggungku telah pula aku urai. Aku menatap wajahku sendiri di cermin bulat dengan  cita sifon berwarna putih yang menjuntai. Aku bahagia, aku tahu itu. Mata di cermin itu juga mengatakannya. Aku sangat bahagia. Ini adalah sekumpulan keajaiban yang diletakkan di pangkuanku. Potongan-potongannya menguarkan cahaya perak yang hangat menyentuh kulitku. Dari cermin yang sama, terpantul oleh mataku satu sosok, sumber kebahagiaanku. Ia bulan yang turun  dari langit, mempertaruhkan keabadian yang dimilikinya demi menyuntingku. Bulan yang datang tiba-tiba di malam-malamku yang dingin, memberi cahaya dari matanya, lalu semua hariku dipenuhi kata-kata Baca Selanjutnya...

[Jogja Fashion Week 2009] Boedaja in Motion

Budaya, kecantikan dan keceriaan, semua tumbuh jadi satu dalam Jogja Fashion Carnival, 5 Agustus 2009 lalu. Jogja Fashion Carnival adalah salah satu rangkaian kegiatan Jogja Fashion Week 2009.  Arak-arakan yang memadukan fashion dan budaya ini meninggalkan berkas gambar di kamera saya, beberapa diantaranya di bawah ini: . Judul: Sang Putri dan Matahari Salah seorang peserta Jogja Fashion Carnival yang duduk di kereta ditempa matahari sore, beriringan persis di depan Kraton Jogja, menunggu tiba waktunya diarak. . Judul: Sepasang Penari Atraksi tari di tengah karnaval . Judul:Indian Batik Peserta Carnaval, meski dengan aksi Indian tetap tak melupakan batik. . Judul: Panggung Baca Selanjutnya...

Janji Seribu Candi

Syahdan, Bandung Bondowoso yang telah gagal dalam percobaan pertamanya memikat Roro Jonggrang dengan 1000 candi, kini telah bereinkarnasi di tahun 2009. Ruh Bandung Bondowoso telah merasuk ke tubuh pemuda matang bernama Boni. Sosok pemuda yang sudah tak perlu memendam ingin lagi, karena semua inginnya sudah bisa terpenuhi dengan menjentikkan jari. Tapi ada satu inginnya yang masih terkekang,  yaitu Roro Jonggrang. Sejak kelahirannya kembali, Boni bertekad mencari Roro Jonggrang. Segala kelebihan dan kelimpahan materi yang dimiliki semakin membuatnya yakin, kali ini Roro Jonggrang pasti akan jadi miliknya. Perempuan mana yang tak tergiur dengan wajah simpatik Boni, dengan pijar Baca Selanjutnya...

Keabadian dan Tukang Kebun (habis)

Pertanyaanku tak terjawab. Aku membiarkannya begitu, hingga aku rangkai pengertian-pengertian baru dalam pertemuan kami kali ini. Setelah Perjanjian Versailles ditandatangani dan Perang Dunia meredup, aku mencoba menemukan kembali kaumku yang berkeliaran. Aku tak menyangka akan menjadi salah satu yang tertua saat itu. Vampir-vampir lainnya mengelukanku untuk membangun kembali perkumpulan yang porak  poranda. Aku ingat, vampir-vampir perempuan melekat padaku, vampir lain yang lebih muda terus meminta perhatian, tak mempedulikan Zen yang mengkerut di sampingku. Dengan taktis aku mengumpulkan kembali kelompok-kelompok vampir yang bersembunyi. Membangkitkan dan meminta mereka bertahan Baca Selanjutnya...