<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ladangkata &#187; ladang kerja</title>
	<atom:link href="http://ladangkata.com/category/ladang-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ladangkata.com</link>
	<description>semua kata di dunia diciptakan untuk merangkai keindahan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Jun 2010 11:15:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Catatan Bahagia dari ILUMINASI Jakarta Gathering, 9 Februari 2010</title>
		<link>http://ladangkata.com/2010/02/10/catatan-bahagia-dari-iluminasi-jakarta-gathering-9-februari-2010/</link>
		<comments>http://ladangkata.com/2010/02/10/catatan-bahagia-dari-iluminasi-jakarta-gathering-9-februari-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:48:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ladang kerja]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kisah]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=1146</guid>
		<description><![CDATA[
Satu pertanyaan yang menggelitik dilontarkan Daniel Mahendra di malam ILUMINASI Jakarta Gathering selasa lalu, &#8220;Apakah engkau bahagia?&#8221;. Mulanya kupikir, pertanyaan apa ini? Bukankah ini diskusi buku? Tetapi jeda waktu yang ada sebelum menjawab pertanyaan itu memberiku kesempatan mengorek-orek isi hati. Tak terlalu dalam menembus endotel hati, ternyata tak ada rasa lain yang kurasakan selain BAHAGIA!
Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-1145 aligncenter" title="nukilan" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2010/02/nukilan-300x199.jpg" alt="nukilan" width="300" height="199" /></p>
<p>Satu pertanyaan yang menggelitik dilontarkan Daniel Mahendra di malam ILUMINASI Jakarta Gathering selasa lalu, &#8220;Apakah engkau bahagia?&#8221;. Mulanya kupikir, pertanyaan apa ini? Bukankah ini diskusi buku? Tetapi jeda waktu yang ada sebelum menjawab pertanyaan itu memberiku kesempatan mengorek-orek isi hati. Tak terlalu dalam menembus endotel hati, ternyata tak ada rasa lain yang kurasakan selain BAHAGIA!</p>
<p>Banyak kejutan yang datang membuat hatiku melonjak. Di hari itu, bertepatan dengan tanggal kelahiranku dan memperkenalkan ILUMINASI, kawan-kawan dari berbagai komunitas berduyun datang. Tak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah: Surabaya, Semarang, Malang dan Bali. Sinkronitas telah memungkinkan mereka semua untuk menyambangi dan berbagi iluminasi di Newseum Cafe.</p>
<p>Untuk bahagiaku itu, aku haturkan banyak terima kasih pada:<br />
<span id="more-1146"></span><br />
- Mas Taufik Razen dan Mas Mujib atas kebaikan hati memberikan dukungan penuh pada acara dan digunakannya Newseum sebagai tempat acara.</p>
<p>- Syafruddin Azhar, Senior Editor Penerbit Kakilangit Kencana yang tak pernah lelah memberikan input bagi keseluruhan proses penerbitkan dan promosi buku. Dan juga tim Kakilangit Kencana atas dukungannya.</p>
<p>- FX Rudi Gunawan, yang jadi dewa penolong sebagai pembahas novel.</p>
<p>- Sekar Chamdi, atas kesediaannya menjadi MC dengan todongan waktu yang singkat. Putihmu mengabar malam itu, sahabat.</p>
<p>- Daniel Mahendra, yang telah jauh datang dari Bandung demi nukilan ILUMINASI. Mate, kau sahabat terbaik dalam kata dan langkah. Performancemu memukau, sangat ILUMINASI.</p>
<p>- Da&#8217;an Danang Setiawan, yang telah banyak memberikan support, pemikiran dan banyak waktu untuk menggarap seluruh ilustrasi musik ILUMINASI. You rock my day dengan biolamu. Demikian juga untuk Ricky yang membantu menyumbangkan petikan basnya.</p>
<p>- Kelompok Dansa: Nia, Linda, Punki, Rendro yang menyempatkan datang di sela kesibukan. Kalian telah memberikan makna dari frase: saduluran sampe matek!</p>
<p>- Kawan-kawan Javin: Fendry, Jemek, Rahung, Dhyta dan Adrian atas dukungan terhadap ILUMINASI dan solidaritas erat yang indah. Terutama pada Adi Mulyana yang telah mengorbankan banyak waktu untuk pembuatan video ILUMINASI. Thanks bro&#8230;</p>
<p>- Kawan-kawan komunitas komik yang berbondong datang dari berbagai daerah. Kelompok Pluz yang selalu kompak, Mas Aji yang datang dari Malang, Damuh Bening yang datang dari jauh, Bali. Bli, suksma atas semuanya. Tak terhitung budi yang kau tanam di genggam tangan ini, entah bagaimana aku membalasnya. Kejutan yang sangat menyenangkan kawan-kawan komunitas komik hadir di Newseum.</p>
<p>- Darminto M. Sudarmo, jauh dari Semarang datang untuk ILUMINASI. Terima kasih Kang atas kejutan hadirmu.</p>
<p>- Kang Mas Heru Sudjarwo, sahabat yang selalu mendukung dan memberi banyak masukan.</p>
<p>- FA Purawan dari komunitas penulis fiksi fantasi Indonesia yang telah memberikan resensi dan bersedia hadir dalam acara. Senang akhirnya bisa bertemu dengan Mas Pur.</p>
<p>- Nungki Prameswari dan Parisihni Kristanti atas kehadiran dan hadiahnya dari Surabaya.</p>
<p>- ES Noosabri atas semua diskusi, kehadiran dan foto-foto yang indah.</p>
<p>- Ibu Enny dan Bapak Dwi atas kehadiran dan apresiasnya untuk ILUMINASI. Pak Dwi telah memberiku satu sisi lain dari ILUMINASI. Makasih, Pak.</p>
<p>- Kawan-kawan dari Barisan Perempuan Indonesia: Ibeth dan Mbak Yuyud. Senang sekali bisa melihat kehadiran perempuan-perempuan di garda depan di tengah tetamu diskusi buku.</p>
<p>Dan semua kawan yang berkenan hadir dan memberi masukan serta tanggapannya: Olin Monteiro, Desiree Manumpil, Ali Zainal Abidin, Wayan Lessy, Wulansary Ichsan (makasih kadonya bu), Paramita Laksmiandita, Lilik HS dan Cecil (makasih bunganya), Mbak Ari dan Raharja Waluya Jati dari VHR, Sinnal, Anggi dan Jojo, Deasy Sutedja, Agoy Yoga, Nike Rifa Sofiana, Dion dan Mbak Yanti (Duh, Dion, kau tampil berbeda dan asyik sekali!), Mbak Anny Djati yang meskipun tak datang tetapi menyempatkan memberi hadiah, dan kawan-kawan lain yang telah berkenan datang. Kalian semua pemberi bahagia! Terima kasih.</p>
<p>Akhirnya, judul ILUMINASI Jakarta Gathering hanyalah sebuah penamaan tempat, di sana, dari berbagai komunitas dan penjuru telah hadir. Selaksa terima kasih atas dukungan dan apresiasinya terhadap ILUMINASI. Malam itu, kebahagiaan punya arti lain: &#8220;happiness is given&#8221;</p>
<p>Langkah baru menjejak, dunia baru menanti, semoga tak putus energi untuk memberi makna.</p>
<p>Salam ILUMINASI<br />
Lisa Febriyanti</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangkata.com/2010/02/10/catatan-bahagia-dari-iluminasi-jakarta-gathering-9-februari-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ILUMINASI-The Cover</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/09/12/iluminasi-the-cover/</link>
		<comments>http://ladangkata.com/2009/09/12/iluminasi-the-cover/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 05:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ladang inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kerja]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melalui diskusi panjang dan ide-ide yang berlompatan, perjalanan novel saya, ILUMINASI sudah masuk ke tahap penyelesaian cover. Sebagai penulis, penerbit Kakilangit Kencana telah memberikan keleluasaan penuh bagi saya untuk menentukan dan memilih sendiri cover yang sesuai dengan ruh dan filosofi novel. Dan inilah dia&#8230;..


ILUMINASI adalah sebuah novel tentang pencerahan dan manusia-manusia berkekuatan super yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melalui diskusi panjang dan ide-ide yang berlompatan, perjalanan novel saya, ILUMINASI sudah masuk ke tahap penyelesaian cover. Sebagai penulis, penerbit Kakilangit Kencana telah memberikan keleluasaan penuh bagi saya untuk menentukan dan memilih sendiri cover yang sesuai dengan ruh dan filosofi novel. Dan inilah dia&#8230;..</p>
<p style="text-align: center;">
<p><img class="size-full wp-image-960 aligncenter" title="sampul-depan-iluminasi-alternatif-10" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2009/09/sampul-depan-iluminasi-alternatif-10.jpg" alt="sampul-depan-iluminasi-alternatif-10" width="378" height="604" /></p>
<p>ILUMINASI adalah sebuah novel tentang pencerahan dan manusia-manusia berkekuatan super yang bertanya tentang makna kehadirannya bagi semesta.<br />
Harap sabar (heheheeh..saya sendiri sudah tidak sabar kok), karena baru direncanakan terbit pada pertengahan Oktober 2009.</p>
<p>Dan soal cover novel, saya tunggu kritik bagi karya seni kecil yang satu ini&#8230;..terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangkata.com/2009/09/12/iluminasi-the-cover/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karya Indonesia</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/08/01/karya-indonesia/</link>
		<comments>http://ladangkata.com/2009/08/01/karya-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 16:39:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ladang cinta indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ladang inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[Aih, 1 Agustus. Waktunya Creative Theme Day. Sudah dicatat, temanya 100% INDONESIA KREATIF.
Nah, rasanya saya tidak perlu banyak merawi kata dengan tema ini, karena sangat dekat juga dengan salah satu usaha yang saya lakukan belakangan ini, mengumpulkan produk-produk dengan label MADE IN INDONESIA. Tujuan besarnya memperkenalkan produk-produk itu dan mendorong rasa kebanggaan kita sendiri, di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aih, 1 Agustus. Waktunya <a href="http://creativethemeday.com" target="_blank">Creative Theme Day</a>. Sudah dicatat, temanya <a href="http://creativethemeday.com/ctd-update/tema-creative-theme-day-3-100-indonesia-kreatif/" target="_blank">100% INDONESIA KREATIF.</a></p>
<p>Nah, rasanya saya tidak perlu banyak merawi kata dengan tema ini, karena sangat dekat juga dengan salah satu usaha yang saya lakukan belakangan ini, mengumpulkan produk-produk dengan label MADE IN INDONESIA. Tujuan besarnya memperkenalkan produk-produk itu dan mendorong rasa kebanggaan kita sendiri, di tengah arus produk made in bla..bla..bla (nama negara) yang menyesaki pasar, toko, kios dan ruang pajang lainnya. Tujuan kecilnya, sebagai bagian dari hormat saya pada produk-produk bikinan Indonesia.</p>
<p>Saya re-posting gambar-gambar produk dengan label Made in Indonesia yang pernah saya temui, di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-884 aligncenter" title="korek" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2009/08/korek-300x248.jpg" alt="korek" width="300" height="248" /></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ladangkata.com/2009/02/05/madeinindonesia-01/" target="_blank">korek api</a></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-885 aligncenter" title="cerutu-300x262" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2009/08/cerutu-300x262.jpg" alt="cerutu-300x262" width="300" height="262" /></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ladangkata.com/2009/02/16/madeinindonesia-02/" target="_blank">Cerutu Ramayana Produksi PT Taru Martani</a></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-886 aligncenter" title="baterai" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2009/08/baterai-300x206.jpg" alt="baterai" width="300" height="206" /></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ladangkata.com/2009/03/26/madeinindonesia-04/" target="_blank">baterai ABC, aseli Medan yang mendunia</a></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-888 aligncenter" title="jamu21" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2009/08/jamu21-201x300.jpg" alt="jamu21" width="201" height="300" /></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ladangkata.com/2009/02/28/madeinindonesia03/" target="_blank">Jamu, minuman aseli Indonesia</a></p>
<p>Memang masih paradoks ketika mengaku mencintai produk Indonesia tetapi di blog ini justru menggunakan judul Made in Indonesia. Tetapi untuk sementara ini, saya ingin melepaskan diri dari diskursus kebangsaan yang mendalam terlebih dahulu. Judul Made in Indonesia hanya ditautkan dengan cetakan label yang tertera di produk. Jadi, mari biarkan bergulir dulu. Selanjutnya, jika ada usulan nama kategori untuk tampilan di blog ini, tentu saja saya akan senang sekali. Sekalian informasi produk dengan label yang menunjukkan ke-Indonesiannya, tentu saja.</p>
<p>Jadi, Indonesia adalah:</p>
<p><img class="aligncenter size-large wp-image-892" title="banner-indonesia" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2009/08/banner-indonesia-1023x485.jpg" alt="banner-indonesia" width="579" height="272" /></p>
<p>Ditulis untuk Creative Theme Day#3: 100% Indonesia Kreatif</p>
<p>Gambar banner Indonesia diambil dari karya persembahan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI)</p>
<p>Catatan OOT:<br />
Hmm, setelah 1 bulan tidak ngeblog, akhirnya saya kembali..segaaaar!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangkata.com/2009/08/01/karya-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Janji Seribu Candi</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/07/01/janji-seribu-candi/</link>
		<comments>http://ladangkata.com/2009/07/01/janji-seribu-candi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 14:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ladang inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kerja]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[Syahdan, Bandung Bondowoso yang telah gagal dalam percobaan pertamanya memikat Roro Jonggrang dengan 1000 candi, kini telah bereinkarnasi di tahun 2009. Ruh Bandung Bondowoso telah merasuk ke tubuh pemuda matang bernama Boni. Sosok pemuda yang sudah tak perlu memendam ingin lagi, karena semua inginnya sudah bisa terpenuhi dengan menjentikkan jari. Tapi ada satu inginnya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-874 alignleft" title="senja3" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2009/07/senja3-201x300.jpg" alt="senja3" width="201" height="300" />Syahdan, Bandung Bondowoso yang telah gagal dalam percobaan pertamanya memikat Roro Jonggrang dengan 1000 candi, kini telah bereinkarnasi di tahun 2009. Ruh Bandung Bondowoso telah merasuk ke tubuh pemuda matang bernama Boni. Sosok pemuda yang sudah tak perlu memendam ingin lagi, karena semua inginnya sudah bisa terpenuhi dengan menjentikkan jari. Tapi ada satu inginnya yang masih terkekang,  yaitu Roro Jonggrang.</p>
<p>Sejak kelahirannya kembali, Boni bertekad mencari Roro Jonggrang. Segala kelebihan dan kelimpahan materi yang dimiliki semakin membuatnya yakin, kali ini Roro Jonggrang pasti akan jadi miliknya. Perempuan mana yang tak tergiur dengan wajah simpatik Boni, dengan pijar intelegensinya yang benderang, dengan kata-katanya yang santun, dan yang paling menarik dari semua itu adalah kekayaannya yang luber tak terhitung. Roro Jonggrang pasti takluk.</p>
<p>Boni merasa sudah mengantisipasi semuanya, tapi ada satu hal yang tak bisa dikontrol oleh pemuda yang penuh percaya diri itu. Roro Jonggrang, yang penuh semangat perlawanan ternyata menitis di tubuh aktivis politik yang tak silau kekayaan. Vanessa. Meski namanya kebarat-baratan, tapi Vanessa sangat nasionalis. Dia pernah merasakan betul penderitaan rakyat  yang sering dikangkangi hak-hak politiknya, merasakan sangat kesulitan ekonomi hidup akibat ideologi pasar bebas, menyemai dengan sangat sempurna kegelisahan anak-anak yang tak bisa sekolah. Sementara di seberang itu semua, manusia-manusia kapitalis seperti Boni hidup dengan tertawa.</p>
<p><span id="more-867"></span></p>
<p>Ketika pada suatu saat mereka bertatap mata, keduanya langsung tahu, bahwa reinkarnasi sudah berputar kembali ke titik awal kehidupan mereka. Mereka bukan lagi Boni dan Vanessa. Saat pertama berhadapan, jika saja kasat mata bisa melihat, saat itu  Boni adalah Bandung Bondowoso dan Vanessa berubah menjadi Roro Jonggrang. Tapi kali ini Vanessa lebih tegar. Sangat lebih tegar ketimbang beberapa abad lalu ia meringkuk di depan Bandung Bondowoso, ketika mengetahui ayahnya telah terbunuh. Terbata-bata ia mengucap pinta. Satu-satunya kebebasan yang ia miliki saat itu untuk dibuatkan 1000 candi. Bandung Bondowoso yang tak mundur, berjanji menyanggupi. Namun, Roro Jonggrang bukan perempuan bodoh. Ia mampu membuat Bandung Bondowoso gagal memenuhi janji yang diobral penuh kesombongan.</p>
<p>Tahun ini, Bandung Bondowoso dihadapkan kembali pada proyek Roro Jonggrang. Vanessa sudah menyuarakan pinta, kali ini jelas lebih sulit, dalam lima tahun ke depan, Boni harus bisa benar-benar memenuhi Keadilan Sosial dan Kesejahteraan Rakyat. Hanya satu kalimat, tapi implikasinya sungguh luas karena harus dilakukan tanpa ada lagi yang tertinggal.</p>
<p>Sekali lagi, ini tak jauh beda dengan proyek Roro Jonggrang, sebuah proyek yang dirasa mustahil dilakukan dalam waktu yang singkat.Permintaan itu sangat tak masuk akal dalam dunia dengan genggaman sistem ekonomi pasar bebas, dimana keadilan bukan salah satu pengikutnya. Kekuatan pasar yang ada sekarang mengacu pada kebebasan dan minimnya campur tangan lembaga politik untuk penyelesainnya. Dunia ini sedang sibuk dengan privatisasi yang banyak menyingkirkan jauh nasionalisme yang menjadi basis kesejahteraan dan keadilan. Logika pasar sedang berjaya di ranah publik! Dimana keadilan harus diselipkan? Sungguh, ini memang proyek Roro Jonggrang lagi!</p>
<p>Boni terkatup ketika Vanessa berbisik padanya, &#8220;Kali ini, jangan hanya obral janji, sudah kehidupan kesekian kita bertemu, jika kau masih saja tak sanggup, putuskan saja rantai ruhmu&#8221;.</p>
<p>Layaknya sebuah perebutan, Boni punya tiga pilihan bantuan, nomer 1, nomer 2 atau nomer 3. Ia punya pilihan untuk memilih salah satunya. Bandung Bondowoso tak ingin gagal lagi.  Berapa kali pergantian kehidupan yang harus ia lalui untuk saat-saat ini. Tapi sekarang, bantuan mana yang bisa melakukan proyek Roro Jonggrang ini? Dan dengan persyaratan baru dari permata hati, <em>stop</em> obral janji. Karena, Roro Jonggrang hanya punya satu pintu: keadilan, bukan lagi janji.</p>
<p><em>Ditulis untuk Creative Theme Day#2: Stop Obral Janji</em></p>
<p><a href="http://creativethemeday.com" target="_blank"><img class="size-full wp-image-876 alignnone" title="banner_ctd125_04" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2009/07/banner_ctd125_04.gif" alt="banner_ctd125_04" width="125" height="125" /></a></p>
<p><em>catatan: foto senja di Prambanan oleh Lisa Febriyanti untuk <a href="http://jogjaportrait.com" target="_blank">Jogjaportrait</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangkata.com/2009/07/01/janji-seribu-candi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Creative Theme Day: Dengung Tahun Kreatif 2009 di Dunia Maya</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/05/04/creative-theme-day-dengung-tahun-kreatif-2009-di-dunia-maya/</link>
		<comments>http://ladangkata.com/2009/05/04/creative-theme-day-dengung-tahun-kreatif-2009-di-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 06:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ladang inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kerja]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[Dicuplik dari Creative Theme Day Press Release


Memarakkan Tahun Kreatif Indonesia 2009, sebuah gagasan kecil untuk sebuah aksi nyata kembali muncul di ranah blogosphere. Aksi ini terangkum dalam Creative Theme Day.
“Creative Theme Day” merupakan program kampanye jangka panjang di dunia maya tentang dunia kreativitas.  Creative Theme Day bersifat partisipatoris, bukan kontes ataupun kompetisi blog.
Tiap bulan, setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dicuplik dari <a href="http://creativethemeday.com/ctd-update/press-release-creative-theme-day-dengung-tahun-kreatif-2009-di-dunia-maya/" target="_blank">Creative Theme Day Press Release</a></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-677" title="header_june09" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2009/05/header_june09.jpg" alt="header_june09" width="555" height="103" /></p>
<div class="entry">
<p>Memarakkan Tahun Kreatif Indonesia 2009, sebuah gagasan kecil untuk sebuah aksi nyata kembali muncul di ranah blogosphere. Aksi ini terangkum dalam Creative Theme Day.</p>
<p><a href="http://creativethemeday.com" target="_blank">“<strong>Creative Theme Day</strong>”</a> merupakan program kampanye jangka panjang di dunia maya tentang dunia kreativitas.  Creative Theme Day bersifat partisipatoris, <strong>bukan kontes ataupun kompetisi blog</strong>.</p>
<p><strong>Tiap bulan, setiap tanggal 1,</strong> melalui Creative Theme Day, diharapkan blogger memberikan aspirasinya tentang tema tertentu yang berhubungan dengan kreativitas. Aspirasi ini bisa berupa ide, kreasi, maupun pemikiran kreatif dalam posting blog mereka masing-masing dan dengan bahasa mereka masing-masing pula. Sehingga tiap tanggal yang sama, suara kreativitas dari para blogger menggema di seluruh negeri.</p>
<p>Creative Theme Day mulai dibuka pada bulan Mei 2009 ini. Tema yang diangkat adalah <strong>Kata-kata (Kaos) Kreatif Kota Kita</strong>. Sambutan positif datang dari salah satu industri kreatif lokal di Surabaya, Kaos Cakcuk. Nanti pada 1 Juni 2009 diharapkan ranah blogosphere akan diramaikan oleh tema ini. Cakcuk, telah menyediakan 10 kaosnya untuk dibagikan bagi 10 posting yang dianggap mampu memberikan konstribusi positif bagi dunia kreatif sesuai dengan tema yang ditetapkan. Kami tidak menyebutnya sebagai pemenang karena seperti yang dijelaskan di atas, ini bukan kontes atau kompetisi. Reward ini adalah sebuah bentuk apresiasi terhadap para blogger.</p>
<p>Creative Theme Day digagas oleh <a href="http://otakindonesia.com" target="_blank">Otak Indonesia</a>, lembaga yang berbasis di Jogja dan bergerak di bidang komunikasi dan teknologi informasi. Harapan sederhana dari aksi kecil ini adalah semakin menggemanya gaung, maupun dukungan terhadap kreativitas anak negeri. Kami percaya, kreativitas harus disuarakan. Menggema untuk didendangkan. Dan tak ada waktu yang tepat untuk segera melakukannya selain SEKARANG!</p>
<p><strong>So, be <a href="http://creativethemeday.com/participate/" target="_blank">participated</a>, ring the bell and make some creative noise! </strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangkata.com/2009/05/04/creative-theme-day-dengung-tahun-kreatif-2009-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Undangan Terbuka: Aksi Anak Indonesia di Hari Bumi 2009</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/04/21/undangan-terbuka-aksi-anak-indonesia-di-hari-bumi-2009/</link>
		<comments>http://ladangkata.com/2009/04/21/undangan-terbuka-aksi-anak-indonesia-di-hari-bumi-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 06:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ladang bocah]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kerja]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Salam Lestari, 
Tiap tahun, masyarakat bumi memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2009 (versi modern enviromental movement). Mencuatnya isu lingkungan yang sudah dimulai sejak tahun 70an ini merupakan upaya mendongkrak kesadaran masyarakat akan kelestarian bumi tercinta. Bumi yang sudah tua ini harus dijaga agar tetap berfungsi menjadi tempat tinggal yang indah. Dan upaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong></strong><span lang="IT">Salam Lestari, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT">Tiap tahun, masyarakat bumi memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2009 <em>(versi modern enviromental movement)</em>. Mencuatnya isu lingkungan yang sudah dimulai sejak tahun 70an ini merupakan upaya mendongkrak kesadaran masyarakat akan kelestarian bumi tercinta. Bumi yang sudah tua ini harus dijaga agar tetap berfungsi menjadi tempat tinggal yang indah. Dan upaya itu harus dimulai sedini mungkin, diteruskan dari generasi ke generasi.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT"> Growing Fun, sebuah komunitas bermain dan belajar untuk anak-anak yang berkiblat pada pendidikan lingkungan ikut mengayunkan satu langkah kecil untuk peringatan Hari Bumi lewat sebuah event yang dirancang untuk anak-anak. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa cinta dan menambah wawasan kelestarian lingkungan pada anak-anak.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT"> Bersama dengan ini, <strong>Growing Fun mengundang semua elemen masyarakat, anak-anak,  pemerhati lingkungan untuk hadir  dan berpartisipasi pada sebuah event dengan tajuk ”AKSI ANAK INDONESIA DI HARI BUMI 2009”</strong>, yang akan diselenggarakan pada:<span id="more-664"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IT">Hari/Tanggal<span> </span>: Minggu, 26 April 2009</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IT">Waktu<span> </span>: Pk.08.00-17.00 WIB</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IT">Tempat<span> </span>: Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Acara<span> </span>: </span></strong></p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="square">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Parade      Fashion dari junk material oleh anak-anak</span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Lomba Triatlon      Puzzle (Bakiak Gandeng, Egrang Batok Kelapa, Tali Tarzan, Puzzle      Lingkungan)</span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Lomba      Cerdas Lingkungan</span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Lomba      Menggambar dengan tema Lingkungan</span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Lomba      <span id="lw_1240294126_0" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Puisi</span> dengan tema Lingkungan</span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Lomba      Kreativitas dari junk material</span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Pementasan      Teater Anak Sangabul</span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="SV">Statement      Dukungan berupa pesan di bentangan kain panjang</span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="NL">Bazaar      produk untuk anak dan keluarga</span></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="NL"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span lang="FI">Semua kegiatan lomba diikuti oleh anak-anak berusia 5-12 tahun. Peserta datang dari berbagai sekolah di <span id="lw_1240294126_1" class="yshortcuts">Jakarta</span> dan juga para member Growing Fun. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI">Menjadi sebuah kehormatan apabila rekan-rekan, baik secara individu maupun komunitas dapat hadir dan memberikan pernyataan dukungan cinta lingkungan pada bentangan kain atau dalam bentuk dukungan tertulis lainnya. Untuk menyiapkan kehadiran rekan-rekan, mohon konfirmasikan kehadiran Anda ke Tari di telp 98287202 atau di <span id="lw_1240294126_2" class="yshortcuts">0818895451</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI">Salam,</span></p>
<p>Growing Fun</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://growingfun.org/" target="_blank"><span id="lw_1240294126_3" class="yshortcuts">http://growingfun.org</span></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangkata.com/2009/04/21/undangan-terbuka-aksi-anak-indonesia-di-hari-bumi-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ajak Anak-anak Bermain di Growing Fun</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/02/10/ajak-anak-anak-bermain-di-growing-fun/</link>
		<comments>http://ladangkata.com/2009/02/10/ajak-anak-anak-bermain-di-growing-fun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 03:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ladang bocah]]></category>
		<category><![CDATA[ladang inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah, setelah bermain dengan konsep, seperti yang saya tulis di sini dan di sini, satu langkah dijejakkan lagi oleh Growing Fun. Mulai 3 Februari lalu, Growing Fun telah membuka pendaftaran.
Loh kok kaya sekolah ya pake daftar? Growing Fun sebenarnya adalah pelengkap pembekalan diri di ranah pendidikan. Kami tahu, sekolah sudah berupaya dengan optimal untuk memberikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-486" title="logo" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2009/02/logo.jpg" alt="logo" width="191" height="154" /></p>
<p><em>Alhamdulillah</em>, setelah bermain dengan konsep, seperti yang saya tulis <a href="http://ladangkata.com/2008/11/12/mencoba-meraih-satu-bintang-komunitas-anak/" target="_blank">di sini</a> dan <a href="http://ladangkata.com/2008/12/15/fun-with-growing-fun/" target="_blank">di sini</a>, satu langkah dijejakkan lagi oleh <a href="http://growingfun.org">Growing Fun</a>. Mulai 3 Februari lalu, Growing Fun telah membuka pendaftaran.</p>
<p>Loh kok kaya sekolah ya pake daftar? Growing Fun sebenarnya adalah pelengkap pembekalan diri di ranah pendidikan. Kami tahu, sekolah sudah berupaya dengan optimal untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak. Nah, Growing Fun sengaja kami <em>setting</em> sebagai wahana untuk bermain sekaligus belajar untuk anak-anak. Dilaksanakan di luar jam sekolah (<em>weekend</em>). Bentuknya memang seperti kelas di ruang terbuka dan memiliki silabus yang telah disusun secara sistematik, sesuai pemikiran dan kebutuhan anak-anak. Karena itulah, pendaftaran dibutuhkan agar kami bisa mengetahui karakteristik anak dan memberikan fasilitas yang lebih.</p>
<p>Di Growing Fun, anak-anak akan diajak untuk bercanda dengan alam sembari belajar darinya. Banyak hal dari alam yang bisa menjadi guru bagi kehidupan manusia. Dengan belajar di alam, anak-anak diharapkan lebih mengenal lingkungan sekitar dan mendapatkan pembelajaran tentang nilai-nilai positif dalam kehidupan.</p>
<p><span id="more-485"></span></p>
<p>Misi Growing Fun adalah <em>fun learning</em>. Dengan keceriaan, anak-anak akan menyerap pembelajaran tentang kehidupan. Hal ini berangkat dari pengamatan kami, banyak sekali ekses yang memiliki dampak kurang baik  bagi perkembangan anak di kehidupan modern ini. Kami berharap, Growing Fun bisa menorehkan setitik upaya untuk mengeliminir ekses itu dengan memberikan pembekalan moral melalui permainan dan materi yang dirancang.</p>
<p>Setelah dibuka, banyak tanggapan yang masuk ke kami. Ada sekumpulan ibu-ibu ekspatriat yang sangat tertarik. Mereka tinggal di apartemen, tak memiliki halaman yang luas untuk anak-anaknya bermain. Karena itu mereka antusias ingin mencoba. Ya, untuk anak-anak yang kehilangan tempat bermain di alam itulah Growing Fun hadir.</p>
<p>Ada juga ibu-ibu yang mengeluhkan banyaknya pengeluaran ketika mengajak anaknya bermain di mall. Apalagi permainan yang ditawarkan &#8220;hanya&#8221; menyediakan kesenangan, sedikit sekali yang bisa mereka pelajari. Ya, untuk anak-anak yang terlalu lama bergumul dengan permainan mekanik dan bau metropolitan itulah Growing Fun hadir. Sebagai penyegaran bagi mereka, bahwa selain permainan mekanik, masih banyak pelajaran kehidupan di luar sana yang bisa mereka kecap.</p>
<p>Ada ibu-ibu yang membutuhkan banyak masukan untuk perkembangan anak-anaknya. Ya, Growing juga menyediakan waktu bagi para orang tua untuk berbagi. Melalui forum <em>sharing</em> orang tua, mereka bisa mengamati perkembangan anak-anaknya bermain dan belajar di Growing Fun dan juga mengikuti sharing dengan para orang tua yang lain. Dalam beberapa kesempatan, Growing Fun juga menghadirkan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman dengan anak-anak.</p>
<p>Tertarik? 12 April 2009 nanti Growing Fun akan mulai <em>soft launching</em>. Di tanggal itu, kami sengaja mengundang para orang tua yang ingin mencoba membawa anak-anaknya bermain dan belajar bersama Growing Fun secara gratis. Kami sudah menangkap animo yang tinggi dari para orang tua untuk datang dan mencoba fasilitas Growing Fun. Jika tertarik, segera daftarkan diri ke email growfun@yahoo.com atau kunjungi blog Growing Fun <a href="http://growingfun.org">di sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangkata.com/2009/02/10/ajak-anak-anak-bermain-di-growing-fun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan dari Sebuah Klub Menulis</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/12/24/catatan-dari-sebuah-klub-menulis/</link>
		<comments>http://ladangkata.com/2008/12/24/catatan-dari-sebuah-klub-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 04:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ladang inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kerja]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/12/24/catatan-dari-sebuah-klub-menulis/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang membuat saya takjub pada hidup adalah ketika kita membiarkan hal-hal yang tak terduga datang. Kita seakan mengapung dengan keseimbangan &#8220;sempurna&#8221; di dalamnya. Tak ada dorongan berlebihan karena asa yang meluap-luap. Tak ada sesak karena penolakan dalam diri. Mengalir, begitu saja.
Seperti keberadaan saya di sebuah klub menulis ini. Tak terduga. Tanpa saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Salah satu hal yang membuat saya takjub pada hidup adalah ketika kita membiarkan hal-hal yang tak terduga datang. Kita seakan mengapung dengan keseimbangan &#8220;sempurna&#8221; di dalamnya. Tak ada dorongan berlebihan karena asa yang meluap-luap. Tak ada sesak karena penolakan dalam diri. Mengalir, begitu saja.</em></p>
<p>Seperti keberadaan saya di sebuah klub menulis ini. Tak terduga. Tanpa saya cari, tanpa saya tolak. Saya terima begitu saja, ketika ajakan dari seorang kawan itu menghampiri. Ini adalah klub menulis yang unik. Yang saya tahu, kebanyakan klub menulis di luar sana adalah sebuah klub yang lepas, hanya didasari oleh minat menulis. Tapi klub menulis ini dipayungi oleh satu organisasi dan berbicara atas nama satu sektor, HIV dan AIDS. Klub menulis ini bernama Klub Menulis Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), memiliki <em>tagline</em>: Klub Menulis yang Menyenangkan.</p>
<p>Di dalamnya, tentu saja adalah individu-individu yang berderap di penanggulangan HIV dan AIDS, mulai dari sisi manajerial hingga mereka yang turun langsung mengorganisir jaringan. Pertama masuk ke klub tentu saja saya celingukan. Bagi saya, tentu saja ini hal yang baru. Meskipun sebelumnya saya juga sudah bergabung di kelas menulis Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta yang banyak bicara tentang case reproduction <em>(untuk yang ini suatu waktu akan saya ceritakan juga)</em>, tapi ranah tentang AIDS belum banyak tertangkup dalam bilur-bilur otak saya. Saya hanya berbekal kemampuan menulis yang tidak seberapa, lalu dengan keberanian besar membagikan ilmu itu pada mereka.</p>
<p><span id="more-363"></span></p>
<p>Sesuatu yang baru, tentu saja membawa wawasan dan pengetahuan baru. Yang saya lakukan kemudian adalah menerima hal-hal baru itu, menyingkirkan semua stigma tentang virus menakutkan itu dan kemudian ikut berbicara dengan bahasa mereka. Hasilnya, memang pas betul dengan <em>tagline</em> nya: menyenangkan. Berpadu dengan mereka, mengapung dengan &#8220;sempurna&#8221; di sana justru membawa saya menerima banyak pembelajaran tentang ranah yang tak pernah saya duga, pembelajaran baru lagi tentang kehidupan di luar diri saya. Dan tentu saja, yang paling menyenangkan adalah ketika berbagi perihal kepenulisan kepada mereka. Mereka belajar, saya juga banyak belajar dari mereka. Menyenangkan!</p>
<p>Klub Menulis ini pernah membawa saya berbagi dengan para Program Manager Komisi Penanggulang AIDS Daerah (KPAD) yang datang dari 33 provinsi. Berhadapan langsung dengan 33 sosok yang datang dari daerah berbeda, berkumpul selama tiga hari untuk berbicara tentang satu hal, <em>capacity building</em> dalam hal penulisan, di situ letak serunya. Saya selipkan beragam permainan menarik untuk menyemarakkan jam-jam kami dan tentu saja berharap bisa menajamkan pemahaman tentang kegiatan menulis, yang ternyata menjadi momok bagi mereka. Tapi, di akhir sesi, paling tidak, Ejaan Bahasa Indonesia (EYD) yang disempurnakan menjadi <em>gembolan</em> mereka pulang.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/12/33-provinsi.jpg" alt="33 provinsi" height="284" width="483" /></p>
<p style="text-align: center"><em>Capacity Building Bersama KPAD 33 Provinsi </em></p>
<p>Kemarin, saya baru saja pulang dari pertemuan Klub Menulis KPAN di Puncak. Biasanya, kami bertemu di markas KPAN di Thamrin, kali ini pertemuan sengaja diadakan di Puncak, agar kami bisa fokus membahas terbitan-terbitan yang sedang digarap dan merencanakan kegiatan di tahun 2009.</p>
<p>Di sinilah saya mulai mengenal secara pribadi kawan-kawan satu klub. Begitu pun mereka, mulai mengenal saya lebih dekat. Kedekatan ini menjadikan komunikasi  lebih terbuka. Yang paling menggembirakan bagi saya adalah antusias mereka untuk belajar tentang kepenulisan. Sehari-hari mereka terlibat dalam pengorganisiran, tapi dalam hal penulisan, mereka seperti sedang di padang tandus dan haus akan bekal untuk menulis. Sementara, saya melihat mereka punya banyak hal menarik untuk diceritakan pada dunia. Antusiasme ini mendorong saya makin bersyukur dengan kondisi &#8220;mengapung dengan sempurna&#8221; ini. Karena dengan begitu, saya bisa menerima seluas-luasnya dan mengimbanginya dengan memberi sebanyak-banyaknya.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/12/km-kpan.jpg" alt="KM KPAN" height="320" width="479" /></p>
<p style="text-align: center"><em>Klub Menulis KPAN </em></p>
<p>Ini sebuah kondisi mengapung yang menyenangkan. Dan inilah salah satu pembelajaran hidup lagi, bahwa kadang biarkan saja ia mengalir karena ia bukan hanya meminta, tapi juga memberi. Lalu hidup pun akan kembali memberi kita hal-hal yang tak terduga sebagai imbalannya. Baik atau buruk, itu adalah pemberian yang memberikan makna bagi kita. Semoga.</p>
<p align="center"><em>  		  		 			&#8220;Kita hanya bisa memahami keajaiban hidup secara penuh ketika membiarkan yang tak terduga untuk terjadi.&#8221; (Paulo Coelho)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangkata.com/2008/12/24/catatan-dari-sebuah-klub-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fun with Growing Fun</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/12/15/fun-with-growing-fun/</link>
		<comments>http://ladangkata.com/2008/12/15/fun-with-growing-fun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 06:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ladang bocah]]></category>
		<category><![CDATA[ladang inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/12/15/fun-with-growing-fun/</guid>
		<description><![CDATA[  The purpose of education is to replace an empty mind with an open one
(Malcolm S. Forbes)
Sabtu lalu, 13 Desember, saya dan kawan-kawan yang memiliki atensi terhadap pendidikan anak-anak berkumpul di Bumi Perkemahan Ragunan untuk mengikuti workshop Alternative Children Activities yang diprakarsai oleh Growing Fun. Workshop ini bertujuan untuk membuka pikiran tentang pendidikan anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em>  The purpose of education is to replace an empty mind with an open one<br />
(<strong>Malcolm S. Forbes)</strong></em></p>
<p>Sabtu lalu, 13 Desember, saya dan kawan-kawan yang memiliki atensi terhadap pendidikan anak-anak berkumpul di Bumi Perkemahan Ragunan untuk mengikuti workshop <em>Alternative Children Activities </em>yang diprakarsai oleh <a href="http://ladangkata.com/2008/11/12/mencoba-meraih-satu-bintang-komunitas-anak/" target="_blank">Growing Fun</a>. Workshop ini bertujuan untuk membuka pikiran tentang pendidikan anak dan pengenalan Growing Fun.</p>
<p>Diramaikan oleh  sekitar 12 peserta, workshop berjalan seru karena diselipi sesi <em>games</em> dan permainan luar ruang. Terlebih lagi, acara sengaja diadakan dengan suasana yang bersahabat sehingga peserta yang kebanyakan baru pertama berkumpul pun jadi akrab. Ditambah juga dengan di awal pertemuan, kami ternyata telah memiliki satu kesamaan pikiran, bahwa pendidikan untuk anak-anak seharusnya bersifat membebaskan, agar anak-anak mampu mengeksplorasi potensi diri. Intinya, kami semua sepakat bahwa pelajaran formal di sekolah mestinya ditambah lagi dengan materi-materi tentang pengenalan anak terhadap lingkungan sekitar agar anak-anak tak hanya  pintar secara akademis tapi juga tumbuh menjadi manusia yang peka dan berempati terhadap lingkungan.</p>
<p>Materi <em>workshop</em> berkisar tentang hakikat pendidikan, <em>multiple intelegence</em>, konsep dasar menjadi fasilitator kegiatan anak-anak dan <em>nature games. </em>Di akhir sesi, peserta menyusun rencana tindak lanjut agar <em>workshop</em> ini menjadi bermanfaat. Semua senang, semua merasa mendapatkan manfaat dan pengetahuan baru tentang aktivitas anak-anak dan semuanya menyambut baik hadirnya Growing Fun. <em>Alhamdulillah.</em></p>
<p>Beberapa laporan tangkapan kamera kegiatannya, ada di bawah ini.</p>
<p><span id="more-360"></span></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/12/metode-pola.jpg" alt="metode pola" height="257" width="383" /></p>
<p align="center">sesi tentang pola pendidikan anak</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/12/chicken-dance.jpg" alt="dance" height="262" width="392" /></p>
<p style="text-align: center">chicken dance</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/12/presentasi.jpg" alt="presentasi" height="281" width="390" /></p>
<p style="text-align: center">presentasi hasil diskusi</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/12/tebak-benda.jpg" alt="tebak benda" height="262" width="392" /></p>
<p style="text-align: center">komunikasi tebak benda</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/12/rebut-bola.jpg" alt="rebut bola" height="589" width="399" /></p>
<p style="text-align: center">tangkap bola</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/12/rumput.jpg" alt="merumput" height="266" width="398" /></p>
<p style="text-align: center">merumput</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/12/tutup-mata.jpg" alt="tutup mata" height="266" width="398" /></p>
<p style="text-align: center">mengenal lingkungan dengan tutup mata</p>
<p>Meskipun secara jumlah peserta masih jauh dari harapan, itu tak menyurut semangat kami untuk ikut serta memulai langkah dan membuka wacana baru tentang pendidikan anak-anak. Rencananya, beberapa waktu mendatang<em> workshop </em>semacam ini akan diselenggarakan lagi agar anak-anak Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang maksimal sebagai bekal untuk kehidupannya.</p>
<p>Growing Fun sendiri merupakan komunitas untuk pendidikan anak-anak yang kami bentuk sebagai wahana alternatif metode mendidik anak-anak dengan mengedepankan potensi anak-anak. Silabus Growing Fun hampir semuanya dilaksanakan di luar ruang, mengajak anak-anak bermain sambil belajar dan mengenal diri sendiri serta lingkungannya. Saat ini, kami tengah menggodok silabus dan mempersiapkan kelas-kelas yang bisa diikuti anak-anak pada akhir pekan, sehingga tidak mengganggu aktivitas sekolah formal mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangkata.com/2008/12/15/fun-with-growing-fun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Corporate Culture dan Pembentukan Karakter</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/12/09/corporate-culture-dan-pembentukan-karakter/</link>
		<comments>http://ladangkata.com/2008/12/09/corporate-culture-dan-pembentukan-karakter/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 05:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ladang inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kerja]]></category>
		<category><![CDATA[ladang kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/12/09/corporate-culture-dan-pembentukan-karakter/</guid>
		<description><![CDATA[
Pada suatu waktu, saya pernah menjadi bagian dari perusahaan yang memiliki serangkaian corporate culture sebagai filosofinya. Karyawan yang bergabung di dalamnya, diharuskan mempelajari budaya perusahaan itu dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari (terutama di kantor). Di sini, korporat kemudian menjadi bagian dari pendidikan bangsa yang melembaga. Dengan segala aturannya, membentuk karakter sesuai dengan misi dan visi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/12/nozbe-business-home.jpg" alt="office" /></p>
<p><em>Pada suatu waktu, saya pernah menjadi bagian dari perusahaan yang memiliki serangkaian </em><em>corporate culture sebagai filosofinya. Karyawan yang bergabung di dalamnya, diharuskan mempelajari budaya perusahaan itu dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari (terutama di kantor). Di sini, korporat kemudian menjadi bagian dari pendidikan bangsa yang melembaga. Dengan segala aturannya, membentuk karakter sesuai dengan misi dan visi yang diembannya.</em></p>
<p>Tempat saya bekerja dulu, memiliki ikon-ikon budaya yang intinya menggambarkan sikap-sikap positif dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari peduli, kerja sama, rendah hati, inisitiaf, kreatif, optimis, komunikatif, tanggung jawab hingga profesional. Semua karakter ini, dibumikan dengan berbagai aktivitas perusahaan, terutama untuk karyawannya.</p>
<p>Perusahaan ini sangat <em>concern </em>terhadap pendidikan karyawannya.  Pengembangan diri karyawan mendapatkan porsi perhatian yang cukup besar. Tiap bulan, ada pemilihan karyawan teladan. Salah satu aspek yang dihitung dalam menilai keteladanan karyawan adalah dari ikon budaya yang disematkan. Bahkan ada ujian tertulis untuk menghapal dan praktik sehari-hari budaya itu dalam pekerjaan rutin.</p>
<p>Beberapa silabus<em> training</em> juga disediakan untuk karyawan yang telah memenuhi beberapa persyaratan, sesuai dengan materi <em>training. </em>Bahkan, saya pernah mengikuti program promosi jabatan dengan proses pelatihan dan persiapan diri untuk jabatan baru selama tiga bulan. Tujuannya agar promosi itu menjadi pas bagi si pemangku jabatan, dengan bekal pengetahuan yang lebih.</p>
<p><span id="more-347"></span></p>
<p>Saya merasakan betul bagaimana budaya perusahaan itu bisa menjadi sebuah pembentuk karakter yang positif. Terlihat seperti ajang &#8220;doktrinasi&#8221; dari sisi perusahaan ke karyawan, tapi di balik itu semua, perusahaan yang memiliki budaya kuat, melahirkan citra yang positif bagi masyarakat awam atau paling tidak memberikan gambaran, bagaimana roda perusahaan itu bisa berjalan di mata masyarakat awam.</p>
<p>Minggu lalu, saya bertemu kawan yang juga memiliki budaya kuat di perusahaannya. Ia bekerja di perusahaan otomotif ternama di negeri ini. Saat ini, perusahannya mengemban budaya dan kampanye <em>safety riding</em>.  Ia bercerita, jika ada karyawan yang ketahuan tidak melaksanakan <em>safety riding</em>, misalnya tidak menggunakan alat-alat pengaman saat mengemudi, melanggar rambu di jalan, lalu bisa dibuktikan melalui foto, hukumannya adalah dipecat jadi karyawan. Wah, keras juga. Tapi dari sebuah kedisiplinan itu, melahirkan karakter positif bagi individu-individu di dalamnya.</p>
<p>Tadi pagi, saya baru menyapa teman di mantan kantor yang memiliki budaya itu. Saat akan berbincang, ia minta izin untuk berdandan dulu. Menurutnya, sekarang ada tambahan peraturan lagi. Karyawan wanita, meskipun itu di <em>back office,</em> diwajibkan untuk rapi dan berdandan sewajarnya di kantor. Ini merupakan salah satu upaya pelaksanaan budaya profesional dan pencitraan perusahaan yang bonafit. Karena, meskipun <em>back office,</em> mitra kerja sering datang berkunjung untuk langsung ketemu kawan-kawan di <em>back office</em>. Wah, aturan yang ini sudah masuk ke ranah pribadi, meskipun hasilnya memang untuk profesionalitas dan pencitraan.</p>
<p>Budaya perusahaan, dalam upaya memberikan citra positif perusahaan sekaligus menjadi salah satu lembaga untuk membentuk karakter individu, lalu dari individu berharap bisa direplikasi dalam kehidupan sehari-hari, ditularkan pada orang lain. Lebih jauh, saya malah berharap, karakter positif budaya bangsa ini bisa juga diterapkan dengan sistem seperti budaya perusahaan itu. Tentu saja dibutuhkan komitmen dan kedisiplinan dari semua pihak.</p>
<p>Memang sangat tidak mudah. Ketika kita masuk ke perusahaan sudah membawa budaya masing-masing, kebiasaan masing-masing, karakter masing-masing. Yang sudah terbentuk sekian tahun, mengakar dalam tingkah kita. Tentu saja akan ada benturan antara karakter pribadi dengan karakter budaya yang ditetapkan perusahaan. Tapi dengan sosialisasi, hubungan vertikal antara perusahaan dan karyawan, saya yakin budaya perusahaan bisa menjadi sebuah pondasi untuk memulai sebuah karakter positif.</p>
<p>Saya lalu teringat ucapan seorang kawan, perusahaan itu (tempat saya bekerja dulu) adalah sebuah sekolah dan tempat belajar banyak hal positif. Karena memang, banyak bukti (walaupun bukan semua), semua &#8220;jebolan&#8221; atau yang pindah dari perusahaan itu paling tidak mampu mengambil makna positif dari kata profesionalitas.</p>
<p>gambar dicomot dari <a href="http://img.nozbe.com/nozbe-business-home.jpg" target="_blank">sini </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangkata.com/2008/12/09/corporate-culture-dan-pembentukan-karakter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
