#TerSmurf

Bertubuh biru, kecil, hidup secara kolektif, memiliki panggilan sesuai karakter dan yang paling menarik adalah memiliki kode bahasa unik, dengan penggantian kata kerja atau kata benda menjadi 'smurf'. Kadang, aku pun ikut tersmurf oleh mereka.  Sudah lama aku jadi penggemar Smurf. Mengoleksi beberapa komiknya dan menyukai cara interaksi mereka. Mereka bekerja dan diberi nama sesuai kemampuan dan karakter. Dalam Bahasa Indonesia, ada Smurf Gembul, Smurf Ceroboh, Smurf Kacamata, Smurf Genit, Smurf Tukang Kayu, Smurf Tukang Roti, juga Papa Smurf. Tidak ada strata kelas dari kehidupan mereka. Semua sama dan saling mengisi. J.Marc Schmidt, seorang penulis kelahiran Australia pernah Baca Selanjutnya...
Share

Woles

Peace. It doesn't mean in the place there is no noise, trouble or hard work. It means to be in the midst of those things and still be calm in your heart (unknown)  Ada yang merasakan kedamaian dari percik air. Ada yang mendapatkannya dari semilir angin. Ada pula yang meraihnya dari sebuah pelukan. Kadang, kedamaian memang bukan soal tempat, tetapi kumparan rasa. Banyak yang percaya ini, aku pun masuk dalam salah satu barisan yang memercayai hal di atas. Tetapi, apakah sebuah tempat masih punya andil dalam menciptakan kedamaian? Untuk pertanyaan ini, jawabanku, "masih iya". Bagaimanapun, tempat adalah konteks yang turut serta menebalkan atau menipiskan rasa. Dan, pengalamanku Baca Selanjutnya...
Share

Keep Rocking!

Di sebuah perbincangan hangat antara aku dan papaku, terselip sebuah kalimat dari papa yang sekarang sering aku kumandangkan. Kalimat itu berbunyi, "Aku bicara begini karena sudah di umur yang kesekian. Aku bicara ini karena sudah pernah mengalami umurmu." Aku dan papa adalah sahabat karib. Lebih karib dari sahabat-sahabat yang kupunya. Pola pemikiran kami sama, bergerak dengan langkah yang nyaris sama dan tentu saja, ada gen beliau dalam tubuhku. Kedekatan ini memang sengaja kami eratkan. Tidak ada yang aku tutupi dari beliau, seluruh pemikiran yang mendalam tentang kehidupan kami bagi bersama. Bahkan pada hal-hal yang sensitif, tentang laki-laki dalam hidupku, tentang hal paling Baca Selanjutnya...
Share

Jiwa, Pilihan Hidup dan Samsaranya

kehidupanmu yang kini adalah sebuah rentang untuk memperbaiki kehidupanmu yang lalu Selembar nyawa selalu baru dan satu, tetapi jiwa adalah energi yang telah hidup sejak masa lampau. Itu yang aku percaya. Terlepas dari institusi keyakinan (yang disebut agama) yang aku anut, aku percaya bahwa jiwa yang ada dalam diriku telah berkelindan pada masa-masa lampau. Jiwa yang kini menjadi penghuni tubuhku adalah percikan energi yang terus berdialektika mencapai moksanya, mencapai titik paling kulminasi lalu berpulang ke rumah abadi dan bercahaya gemilang di sana. Bukan sebuah kebetulan jika pada orang-orang tertentu, jiwaku ini menjadi mudah erat, bahkan pada perjumpaan pertama sekalipun. Baca Selanjutnya...
Share

Kau dan Bulan

Ada bulan di sela rambutmu
Berpendar pada dongeng malam
Kirana bertumbuk pada harum helai rambutmu
Aroma malam yang selalu kurindukan

Ada bulan di sela rambutmu
Bulat jumawa di langit hitam
Mengayunkan getar mistis
Energi yang selalu ingin kudekap

Ada bulan di sela rambutmu
Memamerkan kilau
Mata hati menghakimi
Kau lebih indah dari bulan itu, duhai separuh jiwaku….

(Catatan bulan yang menjantang di akhir Februari)

Share

Laki-Laki Malaikat Pos

Dia, laki-laki malaikat. Dan, kini terbang melayang di sekitarku. Aku bertanya, berapa mach yang sudah ditempuhnya? Dia berbisik, tepat di telingaku….selaksa. Laki-laki malaikat dengan mata penuh cinta menghembusiku dengan nyanyian langit yang menggetarkan. Laki-laki malaikat, menyertai langkahku kini. Dia bicara. Tentang dunia yang tidak aku kenal, tentang mimpi yang membumbung namun tak juga jauh dari tempatku berpijak, tentang bintang yang pernah disinggahinya. Sayap lebar mengepak bersamaan dengan kerling godanya. Lalu ia pun menyusur di jejak yang sama denganku kini. Seperti tak ingin dia melepas, laki-laki malaikat menebar serbuk-serbuk kasih diselubungku. Menjeratku dengan Baca Selanjutnya...
Share

Telah Lahir: ILUMINASI

Telah lahir, novel ILUMINASI oleh Lisa Febriyanti pada 4 Desember 2009, pukul 08:35 Manusia dengan kode genetik yang terus mengalami perkembangan unik dalam tubuhnya, berderap selangkah dengan pencarian makna kehidupan dan jati diri yang lebih mendalam. Kekuatan itu didapat dari penyatuan energi tubuh dengan energi alam. Novel ini bercerita tentang sekumpulan manusia yang memiliki beragam kekuatan. Ardhanareswari, perempuan introvert menyimpan kekuatan yang diteruskan dari generasi ke generasi dalam keluarganya, terbenam dalam jejak DNA dan dikekalkan dalam sebuah pendulum warisan. Ia tak pernah tahu “kekuatannya” itu karena keluarga yang merawatnya tak pernah memberitahunya. Baca Selanjutnya...
Share