[Pecinan Indonesia] #1 Glodok, Kota Kecil di Metropolitan

Catatan tentang Pecinan Indonesia ini merupakan sebuah rangkuman pribadi dari sebuah project dokumenter yang kami buat dan ditayangkan di salah satu televisi lokal pada periode September 2011 hingga Februari 2012. Dari total 13 episode yang kami produksi secara tim, beberapa episode jatuh ke pangkuanku sebagai produser. Ini adalah kisah di balik jalan-jalanku dalam membuat Program China Town Indonesia. Dalam serial catatan tentang Pecinan Indonesia ini, aku tidak akan berkisah tentang wisata perjalanan dari kota-kota yang aku kunjungi, karena itu bisa kalian dapatkan dari blog-blog lain. Yang kubagikan di sini adalah rasa dan pengalamanku mendatangi tempat-tempat tersebut. Sebuah Baca Selanjutnya...

Mengenang Sukasman: Keteguhan adalah Nama Tengahnya

Hari ini aku mendapatkan berita duka yang cukup menghenyakkan. Sukasman, atau lebih dikenal sebagai Mbah Kasman telah berpulang ke rumah abadinya pukul tujuh pagi di rumah sakit Pantirapih, Jogja. Indonesia kehilangan satu lagi sosok budayawan tangguh yang teguh pada karyanya. Berani dijauhi ketenaran untuk mempertahankan prinsipnya. Mbah Kasman adalah legenda di dunia wayang dan perdalangan yang telah memberikan nuansa dan warna indah pada bentuk-bentuk wayang. Ia menamai pemikirannya sebagai wayang ukur, sebuah hasil pemikiran terhadap filosofi wayang dan realitas-realitas yang terjadi pada manusia. Ia menyatukan das sollen dan das sein dengan begitu indahnya. Aku pernah menjumpainya Baca Selanjutnya...

[Jogja Fashion Week 2009] Boedaja in Motion

Budaya, kecantikan dan keceriaan, semua tumbuh jadi satu dalam Jogja Fashion Carnival, 5 Agustus 2009 lalu. Jogja Fashion Carnival adalah salah satu rangkaian kegiatan Jogja Fashion Week 2009.  Arak-arakan yang memadukan fashion dan budaya ini meninggalkan berkas gambar di kamera saya, beberapa diantaranya di bawah ini: . Judul: Sang Putri dan Matahari Salah seorang peserta Jogja Fashion Carnival yang duduk di kereta ditempa matahari sore, beriringan persis di depan Kraton Jogja, menunggu tiba waktunya diarak. . Judul: Sepasang Penari Atraksi tari di tengah karnaval . Judul:Indian Batik Peserta Carnaval, meski dengan aksi Indian tetap tak melupakan batik. . Judul: Panggung Baca Selanjutnya...

Dia Yang Tetap Setia

Pada suatu sore, di kampung halaman, ditemani gerimis di luar sana, samar-samar saya mendengar sebuah kidung khas Suroboyo. Mungkin dari sebuah radio antik milik tetangga saya. Yang terdengar adalah suara khas seorang laki-laki sedang menyenandungkan parikan. Segera saya hapal pemilik suara itu: CAK KARTOLO. Bagi kawan-kawan yang pernah tinggal di Surabaya pada era 80-90an, pasti mengenal Kartolo cs. Bersama dengan kawan-kawannya: Basman, Blonthang, Sapari, Sokran dan isterinya sendiri, Tini, mereka menyatu dalam grup kesenian karawitan Sawunggaling. Mereka dengan lincahnya menghibur dengan guyonan khas Suroboyo, baik melalui pertunjukan seni visual seperti ludruk, maupun lewat Baca Selanjutnya...

Suroboyo, Cuk!

Ah..Surabaya. Tak ada kota seperti Surabaya. Maksud saya bukan topologi kotanya atau juga keadaan geografisnya. Surabaya sih sama dengan kota-kota metropolitan lain, dengan segala permasalahannya, dengan segala kemajuannya. Tapi khas nya itu loh, yang membuat saya berani bilang there’s no city like Surabaya. Salah satu yang khas dari Surabaya adalah dialeknya. Letak geografisnya di pesisir, membuat Surabaya menjadi tempat akulturasi budaya. Dan yang lebih mengedepan adalah kasarnya orang-orang di pesisiran. Dalam langgam bahasa Jawa, dialek Surabaya selalu diiringi dengan  logat yang keras dan kasar. Letaknya pada penekanan kata saat pengucapannya. Beberapa kata dalam bahasa Baca Selanjutnya...

[Barisan Bregada] Wirobrojo, si “Lombok Abang”

Yang disebut dengan Bregada adalah para prajurit Kasultanan Jogjakarta yang hingga kini terbagi dalam berbagai kesatuan. Saat ini, terdapat 10 bregada prajurit yang pakemnya tampil berurutan pada saat defile grebeg. Saya coba persembahkan di sini secara berseri. Di urutan pertama defile grebeg adalah bregada Wirobrojo. Mereka memang selalu diletakkan di garis depan pada setiap pertempuran. Karena itulah dalam defile, prajurit yang menggunakan seragam berwarna merah ini diletakkan di depan. Selain setelan berwarna merah, bregada Wirobrojo juga dilengkapi dengan kaos kaki putih, sepatu hitam serta topi berbentuk lombok yang diberi nama khudup turi. Dalam defile mereka mengibarkan Baca Selanjutnya...

[Candi Sukuh] Erotisme Pada Candi

Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur ternyata memiliki peninggalan yang masih kokoh berdiri di daerah Jawa Tengah, tepatnya di lereng Gunung Lawu. Menariknya, candi ini dikatakan sebagai candi yang paling erotis di seluruh dunia. Mengapa? Perjalanan ke Candi Sukuh saya tempuh dari arah Karanganyar. Naik ke lereng Lawu, mengambil arah yang sama dengan Tawangmangu. Lokasi tepatnya di Kecamatan Sukuh. Cukup mudah mencarinya, karena candi ini sudah menjadi identitas bagi warga Kabupaten Karanganyar. Karena berdiri di tempat ketinggian, udara segar segera menyapa saya ketika menjejakkan kaki di situs Sukuh ini. Sebuah bangunan candi berbentuk punden gapura menyambut saya pertama Baca Selanjutnya...