Selfie

Musuh terbesar adalah kacamata ego yang melihat hanya pada diri sendiri, melewatkan kepentingan bersama, lalu merasa berhak tak mengikutsertakan orang lain dalam frame berpikirnya. Ini adalah selfie akut (Status Facebook Lisa Febriyanti, 1 April 2014) Pagi tadi aku tepekur tentang selfie. Sebuah kata yang sedang trend, dilakukan mulai dari politisi, selebritis hingga anak-anak. Awalnya kata itu tak terlalu menarik bagiku, karena terus terang aku tak terlalu suka melakukannya, meskipun jujur pernah aku mengambil gambar diriku sendiri dalam jarak dekat karena ingin tahu bagaimana tampangku saat itu atau ikut orang yang sedang selfie, atas nama kemeriahan dan semua orang ingin tampil Baca Selanjutnya...

Bakti Hati

setiap hati adalah padang kurusetra
savana bagi dharma dan angkara
kebaikan dan keburukan
terpantul-pantul pada permukaan

setiap hati adalah jendela
memandang jeda
membentangkan asa
dan menengok jiwa

setiap hati adalah tabir
yang bertakbir pada kidung takdir
doa-doa ketika mimpi tersingkir
catatan hari yang terukir

setiap hati punya bakti
menyulam diri sejati

surabaya, agustus, 2013

Selaksa Kisah dari Foto yang Menguning

print or not print. its not just a choice "Kita ini hidup di era yang paperless! Tak perlu terlalu banyak buang-buang kertas atau cetakan. Semua sudah kami simpan dalam file digital," tandas kami ketika ada anggota keluarga yang menanyakan bentuk cetak foto-foto pernikahan kami. Kecuali foto dengan keluarga inti dan foto berdua yang dirasa pas dengan tujuan dipajang di tembok rumah, kami memutuskan tidak mencetak keseluruhan momentum pernikahan yang diabadikan dalam foto. Jika rindu pada momentum itu, kami bisa segera memandanginya melalui file yang sudah di-back up di beberapa tempat. Malam ini, era paperless yang kupercayai itu sedikit goyah. Adalah kumpulan foto-foto tua yang Baca Selanjutnya...

Namaku Ai: Teruntai untuk Perempuan dengan HIV dan AIDS

Dalam proses menghasilkan sebuah karya, aku kerap dihadapkan pada dialog dalam diriku sendiri. Apa output karyamu? Apa manfaatnya untuk pembaca? Kedua pertanyaan besar ini selalu hadir, bahkan di saat petikan ide pertama mulai menampakkan benih di kepalaku. Aku bukanlah seorang penulis yang hanya berpatokan pada buku yang harus dipajang di toko buku sebagai satu-satunya output karya. Aku percaya bahwa tulisan bisa dimanifestasikan melalui media apa saja. Apalagi ketika industri perbukuan mengalami benturan pada soal-soal penerbitan dan distribusi. Kreativitas menciptakan media-media yang sederhana dan unik, namun tetap sampai pada penikmat adalah salah satu jawaban untuk benturan-benturan Baca Selanjutnya...

In Cafe We Trust

Sebagai remote worker, bekerja dimanapun adalah hal yang sangat galib. Aku pernah menulis di lapangan terbuka, pernah membuat proposal di dalam mobil, pernah tiba-tiba harus membuka Ipad dan menyusun konsep yang diminta segera dikirimkan saat menikmati debur ombak di pantai Sundak, atau yang paling sederhana, di rumah yang hangat dan berjam-jam menulis di taman belakang ditemani gemericik air dari pancuran kecil, ah tak berbatas tempat. Diantara segala tempat itu, satu tempat yang nyaman untuk bekerja dan atau menulis buatku adalah cafe. Menikmati fusion tea yang segar, kudapan dan berombongan ide yang datang berteguk-teguk. Jika sendirian, aku seperti menakhlikkan semestaku sendiri. Baca Selanjutnya...

Pesan Hujan

Apa yang dikatakan oleh hujan pada bumi?

Ia berkata tentang kering yang pasti ada akhir. Ia sedang bercerita tentang luka pada tiap titik airnya. Merajam di persentuhannya pada kulit. Ia gemar bersenandung tentang rapal dan mantra doa musim baru. Ia kerap mendongeng tentang suara-suara menakutkan di negeri antah berantah yang membuatmu makin gemetar. Ia mendaras ayat-ayat yang syahdu mengangkasa.

Beragam langgam. Berlapis pesan. Tapi, buatku hujan punya satu misi: menghapus jejak!

Catatan: berbalas “hujan yang tak pulang-pulang” dengan pemilik KepingFiksi101

Belajar Kehidupan dari Lapangan Bola

Bulan Mei, ada dua final pertandingan sepak bola penting yang menyita mata dan perhatian pecinta sepak bola di jagat ini, English Premier League  (EPL) dan Champion League. EPL merupakan pertandingan prestisius antar club di Inggris dan Champion League atau dalam bahasa kita disebut Liga Champion juga tak kalah prestisius, bahkan Liga ini mempertemukan klub-klub tersukses di Eropa. Aku tidak akan berbicara tentang taktik dan strategi para juara liga, karena selain bukan pengamat, aku masih awam di dunia sepak bola. Hanya menjadi penikmat olah raga yang melibatkan 22 orang di satu lapangan, memperebutkan satu bola dan 'berperang' untuk memasukkan bola itu ke gawang lawan. Aku hanya Baca Selanjutnya...