Category Archive: babad nusantara

#1 Selamat (Bag. Tengah)

lanjutan dari #1 Selamat (Bag. Awal)  ANGKA DAN AKSARA Sebelum aku mengisahkan tentang angka 7 padamu, baiknya kau mengetahui bagaimana Jawa mengindahkan angka atau bilangan. Baiknya pula aku mulai berbicara dari aksara, karena dari aksara muncul bahasa dan budaya tulis, dimana bilangan termasuk di dalamnya. Atau bahkan bisa jadi bilangan sebenarnya lebih dahulu muncul. Tetapi keduanya bertalian erat dengan idiom yang menyatakan, literatur adalah sebuah simbol budaya suatu wilayah. Tengok literaturnya, maka kita bisa memaknai budayanya. Soal literatur, aku tak menemukan sumber data yang akurat tentang sejak kapan nenek moyang kita di Jawa mengenal aksara. Tetapi di Indonesia, Baca Selanjutnya...

#1 Selamat (Bag. Awal)

[seri Aku Daun yang Menantikan Embun Tiba, sebuah catatan untuk calon anakku]   Selamat, Nak. Kau sudah berusia 7 bulan dalam rahimku saat ini. Aku sengaja menunggu untuk memulai catatan ini saat usiamu 7 bulan. Secara medis, usia kandungan 7 bulan, awal dari semester terakhir kehamilan, dikatakan cukup tua. Pengalaman dari mereka yang telah melahirkan anak, dimulai dari usia ini, perkembangan janin menjadi jauh lebih pesat dari sebelumnya. Inilah saat dirimu melesat untuk bertumbuh dengan sempurna. Aku tak dapat melihatmu secara langsung, tetapi dari referensi yang aku baca, ukuran kepalamu mulai proposional dengan tubuhmu. Dahi dan alismu sudah bertumbuh sempurna. Baca Selanjutnya...

Lompatan Peradaban: Maju atau Mundur?

Di peradaban mana kita hidup sekarang? Sering dikatakan kita hidup di peradaban modern. Terminologi modern kemudian direferensikan pada penggunaan mesin sebagai 'budak' manusia. Ilmu pengetahuan dan teknologi didorong semaju-majunya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Pergerakan manusia berdampingan dengan mesin yang makin hari makin canggih saja. Dalam sehari saja, adakah kita pernah hidup tanpa mesin? Jujur harus aku akui, tanpa mesin, aku merasa hidup di zaman purba. Purba? Yah, purba secara normatif yang dikenal oleh banyak orang. Purba yang dikenal sebagai sebuah masa tanpa elektronik, tanpa mesin dan hanya mengandalkan manusia yang bekerja sama dengan alam semesta. Baca Selanjutnya...

Arya Penangsang vs Joko Tingkir (1)

Kisah pertarungan antara Arya Penangsang dengan Joko Tingkir adalah sebuah cerita konspirasi politik perebutan tahta dan penuntasan dendam di Kasultanan Demak, yang berakhir dengan runtuhnya kejayaan Demak. Sepeninggal Arya Penangsang, riwayat kerajaan pesisir Jawa mulai bergeser ke pedalaman, di tangan tlatah Pajang. 1549 Damar baru saja dinyalakan. Pendarnya lindap merebak di sebuah ruangan sempit. Di remang itu, hanya jangkrik-jangkrik yang berani bersuara. Kumpulan jangkrik itu seakan berseru pada dua sosok yang tepekur dalam ruangan, untuk segera mengambil keputusan. Arya Penangsang duduk mencakung di hadapan gurunya, Sang Sunan Kudus. Sejak beberapa waktu lalu, mereka berdiam. Baca Selanjutnya...
Loading...
X