By Lisa Febriyanti on Feb 11, 2008 in ladang budaya, ladang kisah | 4 Comments
Teh, minuman yang mendunia. Karena itu saya sebut memiliki bahasa universal. Meskipun diracik dengan cara yang berbeda, namun pucuk daun teh tetap sebagai bahan utama. Bahasa universal itu berbunyi: kehangatan.
Pada sebuah sore, dingin dan gerimis. Saya memutuskan untuk keluar sejenak dari rumah. Ingin menuntaskan pekerjaan di temaram sore dengan suasana yang beda dengan meja […]
Popularity: 25% [?]
By Lisa Febriyanti on Feb 10, 2008 in ladang budaya | 0 Comments
Pekan Budaya Tionghoa (PBT) 2008 di Jogja yang dibuka pada 7 Februari lalu, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, menjadi peneguh kemesraan yang telah terjalin antara masyarakat etnis Cina dengan penduduk lokal Jawa. Tak dipungkiri memang, kota Jogja yang sangat multikultural ini memiliki karakter unik. Di satu sisi, hembusan budaya Jawa kental dengan renik-renik tata krama. […]
Popularity: 19% [?]
By Lisa Febriyanti on Jan 28, 2008 in ladang pelesir, ladang budaya | 7 Comments
Saya menganggap Affandi adalah salah satu seniman besar yang narsis. Begitu banyak karyanya yang bertitelkan self potrait. Namun kenarsisannya itu membuahkan sebuah ruang pajang yang cantik dan memang layak bagi seniman sekaliber Affandi: Museum Affandi di Jogjakarta.
Berdiri di sebelah barat sungai Gajah Wong, museum ini dulu awalnya rumah tinggal Affandi dan keluarganya. Lalu […]
Popularity: 51% [?]
By Lisa Febriyanti on Jan 5, 2008 in ladang budaya, ladang kisah | 11 Comments
Hari ini saya kembali menjadi saksi selaksa ragam hembus napas kota Jogja. Sebuah kirab budaya yang digelar pada 5 Januari 2008 ini menyajikan geliat berbagai komunitas yang ada di Jogja. Kirab ini kiranya menjadi sebuah launching tema kota ini di tahun 2008, yaitu kota pariwisata berbasis budaya. Hmm iyalah, Jogja gitu loh, sudah bukan hal […]
Popularity: 13% [?]
By Lisa Febriyanti on Jan 2, 2008 in ladang gambar, ladang budaya, ladang kisah | 33 Comments
Di saat masyarakat Jogja terlelap, mereka bergerak. Ditemani dinginnya malam, mereka menyusur jalanan lengang, berbekal tas atau kardus berisi peralatan, lalu mulai “bekerja”. Menghiasi dan mewarnai kota Jogja. Mereka adalah para bomber, demikian disebut. Para pembuat grafiti jalanan.
Uji nyali, begitu saya menyebut aktivitas ini. Bagaimana tidak? Tengah malam mereka mulai beraksi, nge-bom (aktivitas melakukan […]
Popularity: 100% [?]