Author: LiFe

Hidupku Baru Dimulai

Sekarang aku tahu, apa maksudnya hidup dimulai sejak usia 40 tahun. Dulu, kupikir itu hanya sebuah ungkapan sarkastik tentang mereka yang akan memasuki usia tua. Hampir setengah abad. Ketika tulang-tulang sudah mulai menunjukkan gejala keroposnya dan ketika penyakit-penyakit bermunculan. Sungguh ungkapan yang menyindir. Tetapi dalam hidupku, itu bukan sindiran, karena ternyata hidupku benar-benar dimulai ketika berumur 40 tahun. Lalu apa yang terjadi di usia-usia sebelumnya? Yang terjadi adalah tumpah ruah banyaknya. Aku seperti seorang pejalan yang membawa backpack di punggung. Memetik rasa, memunguti bongkah-bongkah pengalaman, menggenapkan segala pertanyaan. Melewati kehidupan Baca Selanjutnya...

Spiritualitas dan Ilmu Pengetahuan, Dua Kubu Satu Tujuan? (#1)

The eyes are the window of your soul (William Shakespeare) Aku baru saja menonton film I Origins. Sebuah film bergenre science fiction (ranah yang sangat kusukai). Film ini sebenarnya menyoal tentang bagaimana ilmu pengetahuan dan spiritualitas dapat bertemu di sebuah muara. Ada hal-hal yang dianggap tidak mungkin oleh ilmu pengetahuan tetapi diamini secara spiritual dan ilmu pengetahuan mengejar hal tersebut untuk dapat dijawab secara ilmiah. Awalnya, menimbulkan ketidakpercayaan dari para ilmuwan, tetapi dilandasi pertanyaan lah ilmuwan bekerja untuk membuktikan itu. Sejatinya, aku akan menulis di satu posting tulisan, tetapi pada perkembangannya, satu posting akan terlalu Baca Selanjutnya...

Kebaikan Kini Melahirkan Kebaikan Nanti

One generation full of deeply loving parents would change the brain of the next generation, and with that, the world (Dr Charles Raison) Aku kerap mendengar ungkapan seperti ini, "Menjadi orang tua tuh tidak ada sekolahnya." Benar, tidak ada sekolah formal yang lulusannya menjadi Sarjana Orang Tua. Tetapi, aku tidak setuju seratus persen pada ungkapan itu. Aku justru meletakkan keyakinan penuh pada idiom ini, "Menjadi orang tua adalah sekolah yang sebenarnya." Menjadi orang tua (ternyata) adalah pembelajaran tanpa henti. Menjadi orang tua (ternyata) harus siap 'ujian dadakan', yaitu tiba-tiba anak sakit, tiba-tiba anak rewel, tiba-tiba ada bentrok waktu antara kerja dan mendulang Baca Selanjutnya...

Konektivitas Semesta

Adalah kita sendiri yang menentukan bekal, langkah dan arah tujuan. Semua belokan, semua tikungan dan semua pemberhentian, bekerja secara ajaib sesuai perintahmu. Pada waktu menulis Iluminasi, tak ada harapan besar dariku selain melahirkan sebuah buku yang bisa memberi manfaat. Saat itu, isue tentang new age, filsafat kehidupan dan kesadaran spiritual bermuara di kepalaku. Lalu, lahirlah ide Iluminasi, yang sering dikira orang ada hubungan dengan Iluminati, padahal tak menyentuh organisasi terkuat di dunia itu. Pokok pikiran Iluminasi sebenarnya sangat sederhana, menggugah kesadaran tentang jati diri manusia dan potensinya. Iluminasi sendiri kuambil sebagai judul berlandaskan pada Baca Selanjutnya...

Perjalanan dan Renungan

 Suatu hari nanti, akan ada tambahan seorang malaikat serta sepotong pertanyaan darinya, sehabis tiga pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur. Pertanyaan keempat itu adalah, "Perjalanan mana dalam hidupmu yang paling memberimu makna dan kesimpulan tentang kehidupan." Apakah kalian sudah menyiapkan jawabannya?Siapa malaikat itu, entah. Itupun hanya jadi analogiku saja. Sebuah garis bawah pada sesuatu yang sepertinya menjadi mahzab semua orang, travelling. Semua orang suka bepergian, lalu media sosial membantu menghantarkan cerita tentang perjalanan mereka. Ini yang kemudian membuat menarik. Kisah itu tidak hanya bertutur tentang tempat, tetapi juga emosi dan pengalaman. Baca Selanjutnya...

Memeluk Ibu, Memeluk Hidupku

Aku tak pernah dekat dengan ibuku. Yang kumaksud adalah dekat secara hati. Selalu ada jeda dan ruang terbentang antara aku dan ibuku. Ruang pikir dan ruang waktu kurasa. Aku adalah spon yang menyerap segala dan kadang harus basah kuyup, terlampau berat serapan yang kutanggung sendiri tanpa ada ceruk untuk memerasnya. Sedangkan ibuku adalah porselin kukuh yang tegap dilewati segala sesuatu. Banyak hal membuatnya bergeming, karena ia telah meyakini sesuatu. Aku menyebutnya konservatif, karena sesuatu itu adalah nilai-nilai lama yang ia percayai sejak dulu.Ibuku pun tahu,  aku sangat berbeda dengannya. Ruangnya adalah kerja di balik meja, lalu tua mendapat pensiun. Sedangkan ruangku Baca Selanjutnya...

Menolak Diskriminasi Waktu

Pagi ini, sembari memandangi Allegro yang masih tertidur, aku berbisik, "Kita bisa lalui semua keriuhan waktu ini, Nak. Kau akan tetap bertumbuh jadi manusia yang tidak boleh didiskriminasikan oleh siapapun dan dalam bentuk apapun, tidak juga oleh waktu. Kami tetap akan kerja untukmu, kami akan tetap menjagamu dan bermain bersamamu. Kita akan temukan jalan, kita akan temukan cara." Inilah sekarang kondisi kami. Melewati hari bertiga sekarang. Dua manusia dewasa yang sudah bisa mandiri dan satu bayi kecil yang belum mandiri dan segala hal tentangnya masih harus dibantu. Berdua, kami bisa jalankan segala hal, pekerjaan, bermain, bertengkar, berkasih sayang. Allegro adalah berkah. Baca Selanjutnya...
Loading...
X