Daun yang Menikmati Karma

Hari ini aku melihat selembar daun jatuh ke bumi
Bergerigi pada pinggirnya
Warnanya masih hijau
Melayang pelan diiring angin
Ia berbisik pada angin
“Inilah karmaku dan aku menerimanya sebagai takdirku.”
Angin tak menjawab
Ia hanya mengiringi

Daun luruh
Masih hijau
Menyentuh bumi
Ia menyapa bumi,
“Izinkan aku melesak, memburai dan nadir.”
Bumi tak menjawab
Ia hanya menerima

Daun meringkuk di tanah
Ia tahu sebentar lagi kehidupan direnggut darinya
Ia rela melewati karma lebih cepat
Ia membaca dialektika pohonnya
Ia menerima antithesisnya
Ia tersedak dan melonggarkan renggutnya pada tangkai pohon
Dalam detak kehidupannya yang tinggal sedikit
Ia hanya ingin tersenyum, menunggu samsaranya.

Hari ini aku melihat selembar daun jatuh ke bumi

4 Comment(s)

  1. ….
    Dalam detak kehidupannya yang tinggal sedikit
    Ia hanya ingin tersenyum, menunggu samsaranya.
    ….

    …itulah kehidupan, harus siap dalam kondisi apapun, dan waktunya pasti akan tiba untuk menjemput…

    nrifa | Jun 25, 2010 | Reply

  2. seperti edisi panjang dari ‘hatiku selembar daun’ punya sapardi :D

    bagus sekali.

    goop | Jun 25, 2010 | Reply

  3. yup. kita harus belajar pada daun dan pohon.

    Koemith | Jun 27, 2010 | Reply

  4. keren :)

    venty | Jun 27, 2010 | Reply

Post a Comment