Ode untuk Rintik Hujan

raining

Jika,
Kesiur angin tak menerbangkan mega di bentang langit
Apakah kau akan tetap datang?

Kalau saja, matahari tak surut menjantang
Sudikah kau menghujam bumi?

Jika, dan hanya jika
Aku adalah telaga tanpa tepi yang tak mengenal daratan
Beranikah kau menitipkan satu rintikmu di telagaku?

Nyatanya,
Kau datang pada satu ruang sahara
Meluruhkan segala ketidakmungkinan
Dan aku bernyanyi diantara rintikmu
Sebuah Ode untuk Rintik Hujan

7 Comment(s)

  1. hallo mbak, pa kabar ? lama ya ndak bersua disini..kemarin2 aku pernah buka ini kok gak bisa, napa ya ?

    eko magelang | Apr 14, 2010 | Reply

  2. aku setetes embun, dapatkah menitipkan tetesan ini pada telagamu yang tak bertepi?

    damuhbening | Apr 16, 2010 | Reply

  3. mbak puisinya tak tampilkan di fb saya ya mbak, terima kasih.

    eko magelang | Apr 30, 2010 | Reply

  4. Simple, tp penuh dgn makna. I like it.

    widi | May 2, 2010 | Reply

  5. Langit melalui hujan menitipkan salam pada bumi yang dirinduinya, namun tak bisa menyatu.

    Tengku Puteh | May 14, 2010 | Reply

  6. Lama ga mampir kesini, banyak content baru. Selamat Lisa untuk banyak karya barunya :)

    salam

    Arif Nofiyanto | Jun 19, 2010 | Reply

  7. apakah umat di Sahara itu peduli akan kehadiranku

    lanangkota | Jul 10, 2010 | Reply

Post a Comment