<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bangun dari Hilang</title>
	<atom:link href="http://ladangkata.com/2009/12/14/bangun-dari-hilang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ladangkata.com/2009/12/14/bangun-dari-hilang/</link>
	<description>semua kata di dunia diciptakan untuk merangkai keindahan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 23:44:31 -0600</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: damuhbening</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/12/14/bangun-dari-hilang/comment-page-1/#comment-2055</link>
		<dc:creator>damuhbening</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 11:50:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=1123#comment-2055</guid>
		<description>selalu ada, percayalah, tak akan ada kata akhir, sampai nanti...sampai batas hidup</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selalu ada, percayalah, tak akan ada kata akhir, sampai nanti&#8230;sampai batas hidup</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tomy</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/12/14/bangun-dari-hilang/comment-page-1/#comment-2051</link>
		<dc:creator>tomy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 01:40:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=1123#comment-2051</guid>
		<description>Selalu ada kawan, selalu ada kasih, selalu ada jalan untuk kembali pada hal-hal yang mestinya terus tergenggam
Maka kusapa engkau kawan, apa kabar dirimu? Kehadiran sangat berarti dalam setiap relasi, meski hanya lewat sebait puisi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selalu ada kawan, selalu ada kasih, selalu ada jalan untuk kembali pada hal-hal yang mestinya terus tergenggam<br />
Maka kusapa engkau kawan, apa kabar dirimu? Kehadiran sangat berarti dalam setiap relasi, meski hanya lewat sebait puisi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Syafruddin Azhar</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/12/14/bangun-dari-hilang/comment-page-1/#comment-2022</link>
		<dc:creator>Syafruddin Azhar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 10:57:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=1123#comment-2022</guid>
		<description>Ini bicara ILUMINASI ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bicara ILUMINASI ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ki Dhalang Sulang</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/12/14/bangun-dari-hilang/comment-page-1/#comment-2006</link>
		<dc:creator>Ki Dhalang Sulang</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 18:56:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=1123#comment-2006</guid>
		<description>Ternyata guliran kosakata yang lugas dan menggetarkan hati juga fikiran. Bukan saja buat Mba&#039; Icha tapi untuk semua, termasuk saya. Terima kasih, sahabat. Semoga kita saling bangkit-berbangkit. Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata guliran kosakata yang lugas dan menggetarkan hati juga fikiran. Bukan saja buat Mba&#8217; Icha tapi untuk semua, termasuk saya. Terima kasih, sahabat. Semoga kita saling bangkit-berbangkit. Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: CokiCika</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/12/14/bangun-dari-hilang/comment-page-1/#comment-2005</link>
		<dc:creator>CokiCika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 10:33:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=1123#comment-2005</guid>
		<description>Kemana perginya semua yang hilang dari diri kita? Apakah menguap begitu saja, tanpa sisa? Apakah ada satu ruang di otak kita yang masih bisa menyimpan itu semua?

Tentu ruang itu masih ada..

Rasanya yang terakhir ini terasa benar. Seberapa penuh otak kita menampung, masih tetap ada ruang yang di sela-selanya, untuk menyimpan yang hilang. Tersimpan rapat dan akan muncul jika ada pemantiknya.

Setuju Mbak..


Aku sedang menekuri kembali banyak hal yang hilang dalam diriku. Tak hanya tentang segala kenangan, tetapi juga sikap-sikap diri yang hilang karena digerus hal-hal baru yang datang. Aku mencari identitas lama yang positif dan seperti lenyap oleh banyak perubahan. Hal yang hilang itu dan kurasai benar kehilangannya adalah kekuatan diri. Betapa seringnya kini aku mengeluh dan rapuh. Padahal banyak orang yang bilang, “kau lebih kuat dari yang kau kira. Kau sudah bisa sampai di titik ini.” Tetap saja, ketika benturan datang, aku seperti terhempas. Buruknya, selalu merasa jadi sendirian, sementara, masih ada orang-orang istimewa menanti dengan terbuka. Aku, yang selalu ripuh dengan anganku sendiri, mestinya tak lagi terseok karena masih ada pelangi berkah di balik mendung kelabu.

&quot; Aku adalah aku..berjalan dengan langakah kaki ku..

Aku adalah aku..tajam menatap awan mendung ku..

Aku adalah aku..sebagaimana adanya aku..&quot;


Kita, adalah manusia yang berkelindan mencari dirinya. Berkiblat dari pikirannya. Dan kadang pikiran-pikiran itu menyesatkan. Selalu, dibutuhkan pemantik untuk kembali ke jalannya (diambil dari novel ILUMINASI). Aku temukan pemantik itu, pada percikan keajaiban yang datang, pada kata-kata yang dialamatkan dan pada ruang-ruang yang dibuka lebar. Terlebih pada kasih yang mestinya dari dulu kutahu pasti telah ada padaku dan tak pernah hilang.

...dan kasih itu berkata &quot; Jika kau tak lagi ada, bagaimana harus bernafas lagi..(melly guslow)


Aku tahu, aku bisa. Aku tahu, aku tak pernah sendiri. Tak pernah ada manusia yang begitu kesepiannya hingga untuk bicara pun tak lagi bisa. Selalu ada kawan, selalu ada kasih, selalu ada jalan untuk kembali pada hal-hal yang mestinya terus tergenggam. Semoga.

yup.. benaer mbak,
&quot; take my hand and let me lead the way..&quot; (White Lion)


Ini seperti energi, tak akan bisa mati, hanya bisa diganti dan diubah dalam bentuk yang berbeda…

yaitu dalam bentuk ILUMINASI...iya kan? hehehe.


When the day is long and the night, the night is yours alone,
When you’re sure you’ve had enough of this life, well hang on
Don’t let yourself go, ’cause everybody cries and everybody hurts sometimes
(Everybody Hurts, R.E.M)


lagu ini bagus banget, pernah saya gunakan buat backsound video Tsunami 2004.

Selamt atas peluncuran novel nya mbak,sukses.. dan salam kenal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kemana perginya semua yang hilang dari diri kita? Apakah menguap begitu saja, tanpa sisa? Apakah ada satu ruang di otak kita yang masih bisa menyimpan itu semua?</p>
<p>Tentu ruang itu masih ada..</p>
<p>Rasanya yang terakhir ini terasa benar. Seberapa penuh otak kita menampung, masih tetap ada ruang yang di sela-selanya, untuk menyimpan yang hilang. Tersimpan rapat dan akan muncul jika ada pemantiknya.</p>
<p>Setuju Mbak..</p>
<p>Aku sedang menekuri kembali banyak hal yang hilang dalam diriku. Tak hanya tentang segala kenangan, tetapi juga sikap-sikap diri yang hilang karena digerus hal-hal baru yang datang. Aku mencari identitas lama yang positif dan seperti lenyap oleh banyak perubahan. Hal yang hilang itu dan kurasai benar kehilangannya adalah kekuatan diri. Betapa seringnya kini aku mengeluh dan rapuh. Padahal banyak orang yang bilang, “kau lebih kuat dari yang kau kira. Kau sudah bisa sampai di titik ini.” Tetap saja, ketika benturan datang, aku seperti terhempas. Buruknya, selalu merasa jadi sendirian, sementara, masih ada orang-orang istimewa menanti dengan terbuka. Aku, yang selalu ripuh dengan anganku sendiri, mestinya tak lagi terseok karena masih ada pelangi berkah di balik mendung kelabu.</p>
<p>&#8221; Aku adalah aku..berjalan dengan langakah kaki ku..</p>
<p>Aku adalah aku..tajam menatap awan mendung ku..</p>
<p>Aku adalah aku..sebagaimana adanya aku..&#8221;</p>
<p>Kita, adalah manusia yang berkelindan mencari dirinya. Berkiblat dari pikirannya. Dan kadang pikiran-pikiran itu menyesatkan. Selalu, dibutuhkan pemantik untuk kembali ke jalannya (diambil dari novel ILUMINASI). Aku temukan pemantik itu, pada percikan keajaiban yang datang, pada kata-kata yang dialamatkan dan pada ruang-ruang yang dibuka lebar. Terlebih pada kasih yang mestinya dari dulu kutahu pasti telah ada padaku dan tak pernah hilang.</p>
<p>&#8230;dan kasih itu berkata &#8221; Jika kau tak lagi ada, bagaimana harus bernafas lagi..(melly guslow)</p>
<p>Aku tahu, aku bisa. Aku tahu, aku tak pernah sendiri. Tak pernah ada manusia yang begitu kesepiannya hingga untuk bicara pun tak lagi bisa. Selalu ada kawan, selalu ada kasih, selalu ada jalan untuk kembali pada hal-hal yang mestinya terus tergenggam. Semoga.</p>
<p>yup.. benaer mbak,<br />
&#8221; take my hand and let me lead the way..&#8221; (White Lion)</p>
<p>Ini seperti energi, tak akan bisa mati, hanya bisa diganti dan diubah dalam bentuk yang berbeda…</p>
<p>yaitu dalam bentuk ILUMINASI&#8230;iya kan? hehehe.</p>
<p>When the day is long and the night, the night is yours alone,<br />
When you’re sure you’ve had enough of this life, well hang on<br />
Don’t let yourself go, ’cause everybody cries and everybody hurts sometimes<br />
(Everybody Hurts, R.E.M)</p>
<p>lagu ini bagus banget, pernah saya gunakan buat backsound video Tsunami 2004.</p>
<p>Selamt atas peluncuran novel nya mbak,sukses.. dan salam kenal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eko magelang</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/12/14/bangun-dari-hilang/comment-page-1/#comment-2002</link>
		<dc:creator>eko magelang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 05:53:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=1123#comment-2002</guid>
		<description>selamat mbak, atas peluncuran bukunya, saya tahu malah dari postingan / notulennya bu Edratna, jadi gambar sampul dan judulnya berubah dari yang direncanakan dulu ya mbak ?
salam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat mbak, atas peluncuran bukunya, saya tahu malah dari postingan / notulennya bu Edratna, jadi gambar sampul dan judulnya berubah dari yang direncanakan dulu ya mbak ?<br />
salam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tengku puteh</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/12/14/bangun-dari-hilang/comment-page-1/#comment-2001</link>
		<dc:creator>tengku puteh</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:47:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=1123#comment-2001</guid>
		<description>Karena tiada yang sia-sia
dalam perjalanan kita
hingga akhirnya diri kita
meninggalkan segalanya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Karena tiada yang sia-sia<br />
dalam perjalanan kita<br />
hingga akhirnya diri kita<br />
meninggalkan segalanya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eko magelang</title>
		<link>http://ladangkata.com/2009/12/14/bangun-dari-hilang/comment-page-1/#comment-2000</link>
		<dc:creator>eko magelang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 04:02:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/?p=1123#comment-2000</guid>
		<description>Jika sudah sepi biasanya terkadang akan muncul hal-hal seperti itu, dan kalau sudah demikian maka akan selalu membadingkan antara dulu dan sekarang, dan kadang pula kita merasakan kita mengeluh dan rapuh, padahal sebenarnya kita telah banyak melewati semuanya dengan baik dan benar.... masih ada orang-orang istimewa diantara kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sudah sepi biasanya terkadang akan muncul hal-hal seperti itu, dan kalau sudah demikian maka akan selalu membadingkan antara dulu dan sekarang, dan kadang pula kita merasakan kita mengeluh dan rapuh, padahal sebenarnya kita telah banyak melewati semuanya dengan baik dan benar&#8230;. masih ada orang-orang istimewa diantara kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
