Yan
Posted by Lisa Febriyanti on Dec 8, 2009 in ladang puisi

yan,
ada rekam jejak yang menggores tebal
pada sulur-sulur waktu lalu
labirin yang begitu saja terhampar
meliuk di jalan labuh
hitungan angka yang kau ungkit
terlalu lama buat resam tubuh
melenakan aku pada gumuk
membumbung tinggi
lepas sentuh
renjana tak lagi berbahasa
meretas kubu tanpa himpitan kurva
kau yang meredam beku
dalam dingin alaska minus sepuluh
aku yang tergugu pilu
diguyur gemuruh hujan tanpa sambut
kubuku bersinar saat bumimu melesak
tak ada lagi fusi
tlatah bersuara beda
dalam harap rasa yang tak jadi sampah
bisakah kotak pandora ini kita kemasi?
yan,
suara membahana di depan
kita semua berhak bahagia, bukan?
(desember ketika hati kau tampar beku alaskamu)
Bahagia ditemukan bukan untuk dicari, tak seorangpun mampu menyakiti ketika kita menolak untuk disakiti
tomy | Jan 28, 2010 | Reply