Nyenyat Hujan
Posted by Lisa Febriyanti on Nov 29, 2009 in ladang puisi
Hujan paling sepi runtuh di depan rumahku
Aku tak lagi mendengar suara-suara
Tak lagi diganggui gemuruh
Dan tak perlu menutup telinga
Rinainya menjantang
Dinginnya mengabar
Bahana tak ada
Dalam mata terkatup
Bahkan hujan pun tak lagi bersuara, tanpamu….
(kisah sedih hari minggu di november rain, 2009)

ah, hujan membuatku rindu
rindu pada sendu wajahmu
Yessi | Feb 5, 2010 | Reply