Gemulai Awan
Posted by Lisa Febriyanti on Sep 27, 2009 in ladang gambar, ladang kisah
Bagaimana jika aku jadi awan?
Tubuhku terdiri dari uap air yang mengapung di atmosfer. Lembut dan putih pada warna normalnya. Bergulung-gulung dan berpadu dengan birunya langit.
Menjadi awan berarti adalah kepasrahan. Aku gemulai saja ditiup angin. Mengawang dalam hembusannya. Ringan saja. Kadang aku biarkan saja lepas tak menentu arah. Hanya mengikuti angin yang membawa. Kadang aku bersikukuh dan memeluk pucuk gunung untuk bersandar. Membelenggu puncak yang dingin demi sebuah pemberhentian. Tak hirau pada gemuruh batu-batu gunung yang keras menggoncang. Aku tetap diam, sekali lagi demi sebuah menyandarkan lembutku.
Apa lagi yang bisa kulakukan sebagai awan?
Ah, ya, menjadi awan adalah kemurahan hati. Uap air yang terbenam di tubuhku lambat laun menghitam dan penuh. Kelabunya mendung kutahan dengan pelukku. Tulus, tak hendak mengadu kata tentangnya. Kubiarkan saja panas matahari bekerja membentukku, hingga menghitam. Sesudah itu, di batas kemampuanku menampung kelabunya mendung, kusiram bumi dengan hujan yang menyegarkan.
Lalu selesailah tugasku. Aku murca. Digantikan awan-awan lebih muda dan lebih lincah. Aku ada, untuk tiada.
catatan: kita semua adalah awan-awan yang hidup untuk memberi. Meski setitik, awan kecil adalah satu butir hujan untuk bumi.
selalu ada benih air yang menjadi penerus gerak awan… entah keruh entah jernih, tetap saja bumi dan kebun air yang menampung.. hehehehe
plendhus | Sep 27, 2009 | Reply
dan tak bisa aku memukul awan, karena aku adalah hujan yang dilempar dari langit untuk moksa… hehehehhe
senoaji | Sep 27, 2009 | Reply
seperti waktu yang terus berjalan, kehidupan akan berganti..
saya suka bagian yang jadi awan, menampung.
sebuah kemurahan hati.. keren…
lilliperry | Sep 29, 2009 | Reply
“Aku ada, untuk tiada.” Aaah begitu dalamnya kalimat ini. Dan aku takkan menolak jadi awan yang nantinya akan tiada. Kereeen mbak Lisa.
bening | Sep 29, 2009 | Reply
Tiap kita punya role masing2 di bumi ini ya mbak
Eka Situmorang-Sir | Oct 1, 2009 | Reply
perumpamaan yg manies..
coolz mbak!!
“aku ingin menjadi setitik awan kecil di langit..” – Ello
blueismycolour | Oct 5, 2009 | Reply
Kalau awan mendung ?
Raffaell | Oct 6, 2009 | Reply
“digantikan awan yg lebih muda n lebih lincah” ??
marylinmonroe | Oct 8, 2009 | Reply
awan yang dilihat di sebagian tempat kini, akan menyisakan perasaan kwatir, akan membawa hujan yg lebat dan banjir, meski nampak indah dan lembut sebelumnya……
eko magelang | Oct 11, 2009 | Reply
Awan menjadi hujan, air mengalir menuju laut untuk kemudian menjadi awan lagi…
tengku puteh | Oct 12, 2009 | Reply
Bagaimana jika aku jadi awan ?
Apalagi yang bisa aku lakukan sebagai awan ??
Terima kasih banyak …
yunita dian sari | Dec 7, 2009 | Reply