Celoteh Air
Posted by Lisa Febriyanti on Aug 31, 2009 in ladang gambar, ladang kisah
Aku tetap mengalir. Apapun yang kau kata, aku tetap air yang galibnya mengalir. Sudah kucatat selaksa kilometer aliranku. Melumat pasir, tanah dan sampah. Berkubang dalam ceruk yang bahkan mungkin tak kuhendaki, tetapi galibku mendesak untuk mengalir. Rasanya tak ada tempat untuk berhenti, sebuah kutuk yang harus kuamini.
Suatu ketika aku menari-menari riang, berdansa dengan alam dalam bentuk butir-butir yang memuncrat. Gembira tak terkira. Lagu-lagu dengan beat dan langgam ceria menjadi kawan berceloteh dan mendongengi dunia. Aku meloncat dalam iramanya, melompat seiring gebuk perkusinya.
Ada kala aku berganduh pada serat daun. Menggantung dengan nyaman, mengukir mimpi dan bergelimang kesat serat yang mempertahankan. Tetapi daun juga berhenti berfotosintesis, tunduk pada aturan evolusi dan membiarkan aku luruh jatuh, tak tertahankan.
Lalu sebilah cerita lagi, aku mengalir dalam senyap. Bertekuk sepi, tanpa suara. Aku nyaris membeku di nol derajat, menepi di kutub dan abai pada ontran-ontran di luar sana. Kadang beku ini begitu nikmat, menggarisi hari hanya dengan suaraku. Tetapi dalam banyak waktu, beku adalah perih dan mengingatkanku bahwa tanpa air yang lain aku hanya jadi sebutir yang tak berarti. Maknaku ada pada menyatu dengan yang lainnya dan mengalir, mengitari semesta.
Mengalir adalah galibku. Kemanapun arus membawa, menetes dari ketinggian, menyublim menjadi embun, ataupun meluruh tanpa sisa. Hingga tiba pada sebuah pertemuan di muara yang hakiki.
gambar diambil oleh Icha, saat gerimis di Puncak, bersenjatakan Nikon D40x
WOW.. cerita sederhana ttg air bisa jd sedemikian indah ya… 2 thumbs up!
Salam kenal
cicit | Sep 1, 2009 | Reply
Nice indeed…
*Aku kembali Cha*
Yoga | Sep 2, 2009 | Reply
Sebuah cerita yang sederhana namun tampil cantik karena dibelai kata-kata indahmu. Cantik dan menyentuh sanubari.
bening | Sep 2, 2009 | Reply
Salam kenal
Kata kata anda sangat indah
dwiyoga | Sep 2, 2009 | Reply
Air itu kalo dipikir2 memang bisa berubah bentuk jadi apa aja ya mbak Icha…
Eka Situmorang - Sir | Sep 6, 2009 | Reply
andaikan manusia bisa sesempurna air…
apik tenan… fiuh!
senoaji | Sep 27, 2009 | Reply
ditemuinya riak, dijumpainya cadas melambungkan sebentar kemudian merampungkan dengan se cair mungkin
pisan maneh… uapik polll!!!
plendhus | Sep 27, 2009 | Reply