jejak untuk pulang

penjelajah penjelajah kecil itu terbang
menyongsong matahari di balik cakrawala
kepak sayapnya membumbung lebar
menerjang angin, menantang udara

aku menggeliat di antara mereka
berkelana menyerbu takdir yang memerah
aku dengan sayap kecil terbentang
menyongsong sebuah senyum yang merekah

pelukan bapakku kukantongi
tangisan ibuku kupilin dalam jemari
adikku, dia hanya berdiam diri
dalam pandangan nanar tak mengerti

bapak, ibu, adik…kali ini aku benar pergi
aku yang selalu bersahabat dengan perih
tolong, lepaskan benang yang melingkar di kaki
agar aku mampu menjalinnya sendiri

peganglah sebuah untaian kata
kemanapun aku bergerak
kemanapun aku mengepak
aku tak lupa meninggalkan jejak
remah remah kenang itu kulepas di sana
agar aku tak lupa untuk pulang

3 Comment(s)

  1. Hidup adalah soal keberanian…
    Camkan!

    Daniel Mahendra´s last blog post..Sukimin Ingin Jadi Lurah

    Daniel Mahendra | Jun 15, 2009 | Reply

  2. Pergilah nak tatkala ufuk fajar menghantar mentari
    dan pulanglah saat jingga mentari sore menghiasi cakrawala barat.
    aku akn menunggu senja bahagia itu, saat engkau pulang dan berbagi cerita.

    Salam,

    bapak.

    Jamal eL Ahdi | Jun 15, 2009 | Reply

  3. salam kenal sahabat,

    aku menemukan blog my, karena gambar hujan mu yang indah, dan ternyata blog ini penuh dengan ladang kata….(aku juga pencinta kata)

    puisi yang indah

    slam

    ria | Jul 15, 2009 | Reply

Post a Comment