Jadi, Ini Kosong?
Posted by Lisa Febriyanti on Jun 6, 2009 in ladang puisi
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Aku-Chairil Anwar)
Jadi ini yang disebut kosong? Atau nol? Mungkin nadir? Entah kali keberapa sudah memagut. Seperti tak jera. Jika saja hati bisa kuraih dan kutunjuk-tunjuk, sudah seribu kata aku semburkan di hadapannya. Sayang, melongok hati sendiri saja sudah membuat kepala sakit.
Biasanya bukan kosong seperti ini yang datang, biasanya justru penuh dan menyesakkan. Biasanya berdebam di dada, seperti dihimpit dua buah truk container besar dari kiri dan kanan. Menggapai udara, tapi tak satu atom oksigen pun bisa terangkum. Tersengal-sengal dan tersaruk dalam napas.
Tapi ini berbeda. Kosong. Seperti duduk diam di hampa udara, dimana lengkungan waktu membentuk kurva dengan begitu gamblangnya. Hanya bayangan-bayangan, kilasan-kilasan, tapi tanpa ada gerak. Karena ini ruang hampa. Andai terucap juga tanya, “Apa yang kau rasakan?” aku sudah tak lagi punya jawabannya. Terlalu perih, hingga kosong dan menghampa. Tercabik-cabik, hingga tak tahu lagi, kata utuh itu harus dimulai dari mana.
Jadi, seperti ini kosong? Yang aku tahu kosong tanpa suara. Lalu kenapa masih ada bongkah-bongkah bunyi di telingaku. Membentak dan menuntut jawab, “Kenapa kau masih di sini?” terus berdengung dan melibas. Tak pernah ada jawaban yang memuaskan. Ruam-ruam luka sudah menganga, sementara tanganku terus menggenggam bom waktu. Pemicunya sudah menyala, tinggal menunggu waktu untuk meledak dalam tanganku.
Ya, ini kosong, dengan segala kesempurnaannya. Udara yang hampa, semua benda yang tak lagi masif nampaknya, suara-suara yang lalu lalang tanpa ampun, dan aku yang melayang terluka..aku, dalam kosong yang sepi berteriak: aku memang binatang jalang! Bisakah hidupku seribu tahun lagi?
Kita tau sesuatu terasa kosong karena pernah ada yang mengisi dan bakal mengisi. Kosong adalah juga bilangan yang menunjukkan bahwa ada yang terisi dan ada yang tidak.
Selama kau masih bisa merasakan kekosongan, di sana pula lah kau bisa mendapatkan arti sesungguhnya dari hidup ini: dengan mengisinya.
Jangan pernah merasa sendiri. Karena di sana ada banyak peran yang siap mengisi. Dan kalau mau, kau bisa hidup seribu tahun lagi!
Daniel Mahendra´s last blog post..Idola dalam Hidupmu
Daniel Mahendra | Jun 6, 2009 | Reply
Aku pernah berada di titik nol….
Saat harapan yang terpahat tinggi itu runtuh
Karena kebohonga…
Aku juga pernah merasa kosong
Saat sebagian nafas ini berada di tempat yang hanya bisa kurasakan…..
Weleh, jadi terbawa
Raffaell´s last blog post..Blogging platform terbaik 2009
Raffaell | Jun 8, 2009 | Reply
huahhh…
sedang merasakan hal yang sama ni! >,<
Mungkin kosong memang hanya bisa dijawab oleh keheningan…
Mungkin hampa memang hanya bisa dijawab oleh ketiadaan..
coolz mbak icha! ^^
blueismycolour´s last blog post..“Dia” Sakit..
blueismycolour | Jun 19, 2009 | Reply
tantang hidup dengan berani
hadapi takdir dengan
segenap tetes darah keringatmu
kau adalah tuan dari hidupmu
jangan biarkan setan iblis kegelapan
merampas kebebasanmu
dan tika kau hancur berkeping
kau akan mati
dengan kepala tegak mendongak
teriakkan gelisahmu pada langit
“aku tak akan menyerah
tak akan
TAKKAN PERNAH”
yusup | Aug 1, 2009 | Reply