Kepada Puan

puanPuan yang serupa bintang,

Sahaya melihat riak di mata Puan malam ini. Puan sembunyikan tangis?

Apa ini masih kisah prodeo jiwa yang membebat kepak sayap Puan lagi? Atau ini sekelumit resah yang tak bisa Puan alamatkan lewat sebuah kata pun? Malam sedang hangat, Puan, berceritalah, sahaya akan dengarkan.

Ah Puan, masih juga terdiam. Atau Puan justru ingin agar sahaya saja yang merampai kata, hanya agar Puan tidak merasa sendiri? Aih, Puan menggangguk pelan. Ya, sahaya akan bercerita untuk Puan. Ini kisah tentang Puan jua.

Puan yang seindah purnama,

Sahaya mengenal Puan dengan baik. Sebaik sahaya kenal ibu sahaya sendiri. Tapi sepanjang waktu sahaya mengenal Puan, sepanjang itu pula sahaya kerap bertanya, apa yang ada di dalam hati Puan sebenarnya? Kerap sahaya cermati, hidup Puan sempurna, penuh tawa dan tak kurang suatu apa pun, tapi setelah semua terlelap, Puan tersedu seperti merindu.

Tak jarang saya melihat Puan berderai air mata dalam diam. Lalu Puan berlari ke taman, berlarian dengan kupu-kupu, membiarkan air di ujung mata Puan hilang dilibas angin. Puan seakan begitu menikmati hempas sinar di kulit putih Puan, begitu peka telinga Puan mendengar air mengalir. Tapi mata Puan masih juga tak bisa diajak menipu. Ia masih menyimpan genang di sana. Makin menggenang dan dalam.

Puan yang sehangat mentari,

Sahaya lalu pelan-pelan memahami arti diam Puan. Sahaya lalu pelan-pelan meraba topeng senyum yang sering Puan perlihatkan di taman itu. Dengan mata batin, sahaya melihat sayap-sayap patah dari balik gaun Puan yang gemilang.

Puan, sayap itu sudah terlampau parah lukanya. Hentikan larimu, berhentilah menghujam diri sendiri. Puan tahu, kesalahan terbesar dalam hidup ini adalah mencoba memenuhi harapan semua orang. Tidak akan bisa, Puan. Tak akan pernah berhenti harapan semua orang itu dialamatkan pada Puan. Sementara, Puan terpuruk tanpa daya. Hingga kapan Puan bisa bertahan?

Lihatlah wahai Puan yang seharum mawar, mereka menjajah hati dan pikiran Puan dengan keinginan mereka dan membikin Puan tertunduk seperti ini. Hidup ini soal pilihan Puan. Lalu yang menjadikannya berwarna adalah konsekuensinya. Tak ada pilihan yang benar dan salah. Puan akan tahu pilihan itu jadi yang terbaik setelah Puan melewatinya.

Kenapa Puan? Bingung bersikap? Yah, sahaya tahu Puan, serba tak enak memang jika Puan menyembunyikan sayap Puan. Sahaya juga tahu, sayap itu kepaknya layak membumbung. Sekian bebatnya menunjukkan banyak kepaknya yang tak terentang ke angkasa. Demi harapan orang lain.

Puan yang setegar karang,

Ya, sahaya katakan setegar karang, karena sahaya tahu Puan punya jiwa yang kuat. Sahaya bisa merasakan degup irama semangat Puan yang menggebu akan segala sesuatu. Sahaya bisa meraba kekar sayap yang sesungguhnya Puan miliki, tapi sekarang harus memendam luka, terbebat dan perih dalam diam. Jadilah diri sendiri Puan, tak semua orang bisa menerimanya, tapi paling tidak itu membuat Puan bisa tersenyum tanpa topeng dan lega mengepak……..

untuk puan sahaya dalam mimpi mikrokosmosnya.
dan untuk puan-puan lain dengan sayap-sayap patah dan mulut terbungkam


catatan: candid photo taken by icha armed with nikon D40x. terima kasih puan kecil untuk posemu :)

12 Comment(s)

  1. Nice and artistic article… kata=katanya manis banget..

    Thanks buat senandungnya..

    Joddie´s last blog post..Hidup Seperti Warung Makan

    Salam kenal Jodie…terima kasih, mudah-mudahan gak sampe membuat semut-semut mengerubung karena manisnya :)

    Joddie | Mar 20, 2009 | Reply

  2. semenjak kita dilahirkan. kita tidak hanya menghidupi hidup kita sendiri. kita juga menghidupi hidup orang lain. kita dibebani dengan keharusan untuk membahagiakan orang lain. mereka spertinya tidak sadar bahwa membahagiakan diri kita sendiri pun bukanlah perkara mudah bagi kita.
    spertinya masih banyak orang sperti puan di sini.

    ezra´s last blog post..flannel

    Hmm..penalabirin..nama yang bagus sekali :)
    justru yang paling susah adalah mengerti diri sendiri, mengendalikan diri sendiri, mendidik diri sendiri…dan bagaimana kita bisa membahagiakan diri sendiri jika kita tak mengerti apa yang kita mau hehhehehe…iya kan?

    ezra | Mar 20, 2009 | Reply

  3. Tulisan bagus dengan rangkaian kata yang indah…
    Masih banyak Puan yang terkungkung dan terpasung jiwanya … perlu uluran tangan dan cahaya semangat untuk membuka “Mata hatinya”….

    Panglatu´s last blog post..Pulanglah Anakku Sayang….

    Puan dalam pasung jiwa…tunggu..tunggu lah..Bang Michael segera datang hhehehhe…:)

    Panglatu | Mar 21, 2009 | Reply

  4. coolz mbak!
    nancap bgt dah…
    btw fto na di mana ya?
    rumah gadang ya? jd kangen plg! >,<

    ivy´s last blog post..aku n lelah..

    Yup, Vi..tepatnya replika Rumah Gadang hehehehhe…

    ivy | Mar 21, 2009 | Reply

  5. saya suka dg penggunaan bahasa mbak icha yang amat kental dg bahasa melayu, hehe … ternyata tuah bahasa melayu itu masih ada dan terasa hingga sekarang.

    Tapi saya bikinnya ndak sambil mlayu (lari dalam bahasa jawa) loh pak…duduk manis menghadap pak guru hahahahhaha…eh haks! :)

    sawali tuhusetya | Mar 22, 2009 | Reply

  6. Puan Icha, kelak foto saya ya, lalu kita cari kupu-kupu ditaman bersama, mau?:)

    Yoga´s last blog post..Jangan Tidur!

    Sahaya tentu saja bersedia membikin gambar Puan Yoga..dan soal kupu-kupu di taman itu..Puan harus janji..kali ini tanpa riak air memenuhi sudut mata, mau? :)

    Yoga | Mar 22, 2009 | Reply

  7. Puan itu bahasa yang sering dipake di Malaysia, orang melayu khusus nya, nice story

    Raffaell´s last blog post..Cari cari MP3 Yuk!

    Raffael…terima kasih informasi tambahannya…sekarang apa masih juga sering dipakai?

    Raffaell | Mar 23, 2009 | Reply

  8. aih. mantab.

    elTyaga´s last blog post..siker

    aih. makasih :)

    elTyaga | Mar 23, 2009 | Reply

  9. cha…, ada award lagi buat icha di blogku diambil yaaa

    Lala´s last blog post..Sisterhood Award

    Wuaduhhhhhhhhh…selasa pagi bangun tidur..langsung dapat award dari Lala..thanks ya jeng..sukses buatmu..:)

    Lala | Mar 23, 2009 | Reply

  10. Ini bukan tentang Puan anak petinggi partai ntu kan?? he..he..
    Pemilihan kata2nya keren Mbak..*menjura*

    M4nk´s last blog post..Trip to Batu Karas

    Hahahha….kalau tentang Puan yang itu, sahaya pasti akan bercerita tentang Kerajaan Pasti Pas :) )

    Thanks, M4nk…

    M4nk | Mar 24, 2009 | Reply

  11. Tahu engkau wahai puan
    Hati sahaya tlah tertawan
    Remuk rindu redam kasmaran
    Oleh senyummu sungguh menawan

    Hahahaha….
    Salam kata, mbak Lisa….

    TENGKU PUTEH´s last blog post..BUKAN ROMAN PICISAN

    Abu..teriring salam KATA juga…terus saja dikumpulkan, sapa tahu kita nanti buat Pabrik Kata hahahahhahah

    TENGKU PUTEH | Mar 24, 2009 | Reply

  12. replika toh? jd bkn di padang dunk..
    emg di mana mbak?

    btw,thx buat bantal na ya! >,<
    sementara dipake dulu..sampai sy menemukan bantal saya sendiri.. wkwkkw…

    ivy | Mar 25, 2009 | Reply

Post a Comment