Atlantis, Antara Ada dan Tiada
Posted by Lisa Febriyanti on Jan 15, 2009 in ladang baca

Hingga hari ini, (baru) dua buku fiksi yang saya baca dengan latar belakang kisah Atlantis. Dua buku itu adalah Negara Kelima karya Es Ito dan The Hunt for Atlantis karya Andy McDermott. Keduanya memiliki setting waktu dan lokasi yang berbeda. Namun, pencarian Atlantis dalam kedua buku tersebut menyiratkan latar belakang dunia yang sudah carut matur, kotor oleh korupsi, kriminalitas merajalela, kemudian menghidupkan kembali Atlantis yang dipercaya sebagai peradaban agung manusia.
Meski fiksi, gatal juga saya untuk menelusuri informasi tentang Atlantis lebih dalam lagi di dunia maya. Mungkin sedikit ketinggalan, tetapi tak apalah, saya sering tergerak karena ada momentum. Mumpung baru menamatkan buku The Hunt for Atlantis, jadi biarlah ini menjadi catatan kecil saya tentang Atlantis dari berbagai sumber.
***
Menyebutkan kau, semua telinga yang pernah mendengar tentang engkau akan membayangkan kemegahan sebuah benua. Dilingkung oleh kuil-kuil yang terbuat dari emas dan logam mulia lainnya, menyimpan energi yang tak berkesudahan, terlebih lagi warisan budaya luhur yang tinggi sehingga menciptakan teknologi-teknologi yang justru baru diungkap secara ilmiah pada zaman modern. Padahal kau ditengarai pernah ada 10.000 tahun sebelum masehi. Kau, Atlantis.
Kau pertama kali disebutkan di dua karya Plato, Timaeus dan Critias yang ditulis sekitar 360 SM. Dalam Timaeus kau disebut:
Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.
Sedangkan Critias lebih jelas lagi memerikan kau seperti:
Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya: istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertakhtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.
Jika dialog karya Plato ini benar adanya, lalu menelisik tahun keberadaan engkau, maka sungguh engkau adalah sebuah catatan sejarah monumental. Kau sang pemuja Poseidon dan isterinya, Cleito, kau tumbuh di antara zaman-zaman batu dan manusia primitif lainnya. Kau sudah membentuk peradaban “modern” diantara makhluk homo sapiens lain masih hidup a la bar bar. Hmmm…rasanya kau seperti negeri 1001 malam di antara kisah realitas dunia saat ini.
Setelah era Plato, banyak filsuf yang meragukan keberadaan engkau. Mereka bilang kau cuma fiksi yang direka Plato. Mereka mensinyalir engkau hanya sebuah metafora Plato dalam memaparkan ajaran-ajaran politiknya. Tapi tak urung juga, guneman tentang engkau dijadikan landasan karya sastra abad awal masehi dan beberapa diantara para filsuf itu justru mencoba mencari tahu letak geografis Atlantis. Tapi kau seperti missing link, berkabut dan tak bahana.
Abad17 hingga awal abad 19, kau masih tersebut dalam beberapa karya sastra. Tapi tak banyak dan begitu memberi arti. Hingga dua karya di akhir abad 19 menjadi catatan tersendiri bagi keberadaanmu, Ignatius L. Donnelly dengan buku Atlantis: The Antediluvian World dan Helena Blavatsky dengan The Secret Doctrin. Dua karya ini membuat orang-orang menoleh kembali pada kau. Donnely dengan berbagai taksiran ilmiahnya mencoba meyakinkan bahwa Atlantis adalah sebuah peradaban neolitikum yang sangat tinggi. Sedangkan Blavatsky yang dikenal sebagai pelopor aliran filosofi new age mengungkapkan bahwa Atlantean adalah ras unggulan yang diteruskan oleh ras Arya.
Wah, kau lalu jadi serbuan para arkeolog. Mereka terus mengeksplorasi. Dimana engkau tersembunyi, wahai Atlantis?
Ah, tak hanya arkeolog rupanya. Era Hitler, Heinrich Himmler, Komandan SS bahkan menyusun tim ekspedisi untuk mengeksplorasi Atlantis, demi melanggengkan mitos keunggulan bangsa Arya sebagai keturunan langsung Atlantean.
Hingga kini, ratusan perkiraan kau berada telah menjadi sasaran penelitian. Tapi kau masih tak terkuak dengan gamblang. Banyak alamat yang dituju untuk mencari tahu, terutama di Samudera Atlantik, Mesir dan Amerika Utara dan Tengah. Suku Maya yang memiliki peradaban tinggi pun kerap dijadikan petunjuk keberadaanmu.
Di antara lokasi-lokasi itu, satu lokasi disebutkan: Nusantara! Hasil penelitian selama 30 tahun Prof. Arysio Santos mencatat, berdasarkan tulisan Plato, kondisi geografis dan luas Atlantis merujuk pada Nusantara. Nusantara? Nusantaraku ini? Hmmm…………
Masih belum ada jawaban pasti tentang semua itu. Atlantis, kau masih antara ada dan tiada.
*disarikan dari berbagai sumber
gambar diambil dari sini
hello
this is nice blog
purwaka´s last blog post..BBM Turun Lagi Bro……..
purwaka | Jan 15, 2009 | Reply
antara ada dan tiada
mungkin emang bener2 ada
purwaka´s last blog post..BBM Turun Lagi Bro……..
purwaka | Jan 15, 2009 | Reply
ada atau tidak ada mbak ?
eko magelang´s last blog post..Mudik tahun baru kemarin
eko magelang | Jan 16, 2009 | Reply
Kalo Plato nulis jujur, dia ngeliat Atlantis dari mana ya?? seorang yg terkenal dan disegani seperti itu bepergian sendirian tanpa diketahui?
Ahh..tapi mimpi-mimpi akan sesuatu yang wah dan lebih selalu memberi harapan.. *inikah niat Plato??*
M4nk´s last blog post..Missing Day…
M4nk | Jan 16, 2009 | Reply
atlantis, semisterius segitiga bermuda.
walaupun banyak yang menyelidikinya, tapi toh sampai kini masih ngambang nggak jelas.
akupun selalu penasaran dengan cerita2 macam itu. menyenangkan memikirkan ada hal2 misterius di bumi ini.
apa kabar, sist ?
goenoeng´s last blog post..hilang…
goenoeng | Jan 16, 2009 | Reply
Senang sekali aku mbaca tulisan ini, Lis. Nggak putus-putus mbacanya. Seperti bertualang, sekaligus informatif.
Kalo di Nusantara, mungkin tepatnya di Pulau Buru, Lis. He-he.
Daniel Mahendra´s last blog post..Bagaimana Kalian Bertahan Hidup?
Daniel Mahendra | Jan 18, 2009 | Reply
jika benar diandaikan Atlantis adalah Nusantara, saya berkabung untuknya tenggelam kedua kali dalam samudra
tomy´s last blog post..TUHAN DALAM DIRI SESAMAMU
tomy | Jan 21, 2009 | Reply
memangnya kalo ada kenapa, kalo ga ada kenapa Mbak?
hehe, sok apatis…
Salam kenal
arhan | Jan 22, 2009 | Reply
Atlantis….
Sayup-sayup namamu…
Legenda, Mitos, Epik, Cinta…
Adakah Nyata atau hanyalah angan belaka…
TENGKU PUTEH´s last blog post..MIMPI BERTEMU NABI
TENGKU PUTEH | Jan 22, 2009 | Reply
Sungguh amat banyak kejadian maupun karya manusia yang berawal dari mimpi. Tentu saja termasuk mimpi-mimpi Plato sampai Prof. Arysio Santos. Dan kini sebuah ladangkata menawarkan sebuah mimpi indah. Saya respect banget deh, Icha! terutama sinyalemen sang Profesor yang satu ini. Siapa tahu khan?????
Ki Dhalang Sulang´s last blog post..Pemikiran yang ingin memunahkan kehidupan harus dilawan, sebab perjuangan itu pelaksanaan dari kata-kata, bahwa kata-kata itu sendiri adalah pikiran dan tenaga yang membangkitkan daya hidup.
Ki Dhalang Sulang | Jan 22, 2009 | Reply
Mungkin, Atlantis hanyalah sebuah analogi dari sebuah keadaan suatu zaman pada saat itu mbak icha. Atlantis tidak benar-benar ada di dunia nyata. Atlantis adalah pulau kebaikan dari nurani manusia yang ingin mengalahkan ketamakan Athena. mungkin lho ya….
heheheh…
btw, apa kabar nih mbak icha?
Agung Mojosari | Jan 22, 2009 | Reply
Icha, bagus sekali rawianmu, nikmat betul membacanya.Sudah lama tak perhatian dengan Atlantis dan dengan fakta yang kau suguhkan, jadi menimbulkan kegairahanku untuk mencari tahu lagi. Tahu nggak, pertama kali tahu tentang Atlantis dari sebuah buku cerita yang kucel saat kecil, tapi entah kenapa fantasiku tentang Atlantis berkembang, justru karena Donald Bebek. Aku serius tentang ini.
Yoga | Jan 23, 2009 | Reply
saya sdh baca the hunt for atlantis.
deskripsi kuil poseidonnya memang sulit dibayangkan.
ifa | Mar 9, 2009 | Reply
Bingung…. Ada nggak ya?
Nda | Aug 12, 2009 | Reply
AMAZING!!!!!!!!!
Anur | Oct 2, 2009 | Reply