menghitung waktu
Posted by Lisa Febriyanti on Nov 11, 2008 in ladang puisi

malam ini kau dan aku memulai hitungan
sebilah masa yang telah kita tunggu sejak lama
meruap, bertebaran, mengambang di udara yang kita hirup
menyambar-nyambar, nanap kita merangkainya
malam ini kau dan aku memulai hitungan
dan memasang taruhan
pada siapa waktu paling banyak berpihak?
lalu kita percaya akan tertawa melihat hasilnya
seperti saat dunia tertawa
melihat kita terlunta
malam ini kau dan aku memulai hitungan
terus berhitung, hingga tak ada lagi yang perlu dihitung
karena ia sudah menuntun kita dalam satu laras, ruang dan waktu
serpong, 11-11,1:11
pic by icha, using nikon d40x
walah, kalau sudah main hitung2an seperti itu, haks, leih baik saya minum kopi saja, mbak icha, kekeke … tapi lirik2 puisinya bagus dan indah, mbak.
sawali tuhusetya | Nov 12, 2008 | Reply
Wow!! Hitungan waktunya itu yang ajaib: 11-11,1:11
Daniel Mahendra | Nov 15, 2008 | Reply
”urip iku satuhu,
nggawa reng-renganing Hyang Widhi,
kodrat datan anyidra,
marang Kersa Agung,
lamun wus tumekeng mangsa,
geguritaning Gesang mbabar dumadi,
laksita madyapada”
Ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa kita kendalikan seturut kehendak kita, seperti kelahiran & kematian.
Takdir telah ditentukan atas hidup kita, namun tetap tersedia banyak pilihan untuk kita menjalaninya.
Apa yang terbuka bagi nasib ialah apa yang kita pilih untuk kita lakukan sepanjang perjalanan itu.
Memang kita tak dapat mencederai keabadian,
Namun kita dapat melawan nasib.
Takdir tidak untuk diratapi tetapi perjalanan hidup harus tetap & akan selalu dihargai.
tomy | Nov 17, 2008 | Reply
salam kenal…
ilalangbasah | Dec 11, 2008 | Reply