Aku: Anomali

hitam

Namaku Anomali. Kau bisa panggil aku An. Bukan Annelisnya Minke. Aku tak secantik dia. Jangan pula kau panggil aku Anoman. Aku bukan monyet. Atau mungkin kau ingin panggil Ali. Jangan, aku tak mampu menyandang nama kebesaran itu. Cukup panggil aku An.

Seperti apa diriku? Bayangkan saja. Di antara sapi-sapi putih itu, aku lah yang hitam. Ketika dunia berisi semua sapi-sapi putih itu, aku terlahir sebagai hitam. Aku berbeda. Aku anak haram status quo. Tapi aku tak ingin terbuang. Aku terus berjibaku dengan jati diriku. Aku, si hitam yang anomali.

Ketika sapi-sapi putih itu memilih A, aku berkelebat dan memilih B. Ketika sapi-sapi putih sangat nyaman menjalani C, aku merasa justru merasa hidup dengan D. Ketika sapi-sapi putih merasa terpenuhi dengan E, aku tak hanya itu, aku ingin F juga. Ah, kalau yang terakhir ini jelas aku si hitam yang sering banyak maunya. Toh itu juga membuatku sadar bahwa aku juga galibnya kehidupan yang banyak ingin. Toh dunia ini memberikan banyak kesempatan. Toh tiap yang dilahirkan memiliki angan sendiri dan tak ada seorang pun yang mampu membunuhnya.

Separuh dari masa mudaku (apakah aku sudah tua sekarang?) kuhabiskan dengan bertanya mengapa aku terlahir hitam? Sepanjang itu pula tak pernah terjawab segala tanyaku. Nyatanya aku memang terlahir sebagai si hitam. Yang sering dipandang dengan memicingkan mata. Yang kerap ditentang dengan pandangan-pandangan normatif.

Setelah lelah bertanya, aku memilih menikmati hitamku. Mendekorasi duniaku sendiri dengan pola yang kurasai memang indah untuk dijalankan. Masalah penerimaan orang lain, sering kubiarkan saja apa adanya. Meski juga kerap aku bersiteguh dengan mereka perihal pilihan-pilihan yang kuambil. Aku pun jadi pandai berdiplomasi, jadi terbiasa menghadapi perbedaan.

Jalan sebagai si hitam telah dibentangkan untukku. Dan aku tak pernah bertanya lagi. Aku memang terlahir sebagai hitam dan aku mengamininya….

catatan: dan hitam adalah abadi…

gambar diambil oleh icha di sebuah perjalanan hitam untuk mengukuhkan hitam

3 Comment(s)

  1. Duh, kenapa bahasanya susah sekali dimengerti ya?? :p

    tapi keep positive thinking bung… :)
    *piss*

    itulah kenapa judulnya anomali mbak hehehhehe btw saya juga mbak lohhhh…:) *piss juga ahhhh

    shierly | Oct 28, 2008 | Reply

  2. hitam di antara outih, unik, khas, dan tampil beda. tapi, memang benarkah dia bernama anomali, mbak icha, hehehe …. meski hitam, bisa saja dia menyulap warna putih di sekelilingnya menjadi sehitam dirinya.

    tetap saja pak, dia merasa marjinal pak…karena dia hidup bukan untuk menyublim dengan lingkungannya, dia hidup untuk jati diri dan misinya sendiri…hehhehe egois ya pak?

    sawali tuhusetya | Oct 28, 2008 | Reply

  3. Hai, An!

    Hai, D!

    Daniel Mahendra | Nov 7, 2008 | Reply

Post a Comment


Comments links could be nofollow free.