Interview With The Vampire
Posted by Lisa Febriyanti on Oct 22, 2008 in ladang baca, ladang kisah
Hmm..hmm…(suara berdeham)
Klik (bunyi tape recorder dinyalakan untuk mulai merekam)
Nama lengkap?
Lestat de Lioncourt.
Tempat dan tanggal lahir?
Maaf, saya sudah lupa tanggalnya, tapi yang pasti suatu hari di tahun 1758, di Auvergne, Perancis.
Ceritakan tentang proses kelahiran kembali Anda sebagai vampir?
Adalah Magnus, vampir tua, yang menjadikan saya sebagai vampir. Saat itu saya sedang berada di Paris, menuju ke gemerlapnya karir menjadi aktor. Dia menyekap dan membuat saya menjadi seperti dia. Lalu, meninggalkan saya begitu saja tanpa bimbingan menjadi vampir.
Saya bertahan sendiri. Hingga akhirnya ibu saya, Gabrielle, datang ke Paris. Saya menjadikannya mangsa pertama. Dan dialah yang setia menemani saya. Selain itu, kawan baik saya, Nicolas de Lenfent adalah orang berikutnya yang saya sertakan dalam daftar manusia setengah setan ini. Saya sangat mencintai Nicolas, karena itulah saya menjadikan dan menyelamatkannya untuk menjadi vampir.
Apa yang Anda cari di dunia yang mortal ini?
Saya ini aktor, di akhir pertunjukkan saya selalu bertanya apakah akting saya bagus atau tidak? Saya selalu bertanya, apakah Tuhan itu ada? Saya selalu bertanya, jika Tuhan ada, apakah cerita tentang diri saya ini termasuk dalam rencana Tuhan? Saya selalu bertanya, apa yang terjadi setelah kita mati? Saya selalu bertanya, apa yang membuat kita bahagia?
Pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya menjadi vampir yang “humanis” kata vampir-vampir yang lain. Tetapi saya sendiri melihat, kehidupan itu begitu indah sekaligus menyeramkan. Itu yang membuat kehidupan menjadi misteri tersendiri bagi saya.
Anda termasuk vampir yang ngetop, bagaimana bisa jadi begitu?
Rupanya Anda belum tahu ya? Saya juga mewarisi darah Marius, vampir tertua yang sangat powerfull. Selain itu, saya punya hubungan yang dekat dengan Akasha, The Queen of The Damned, ibu para vampir. Kekuatan mereka yang selalu menjadikan saya ditakuti.
Satu hal lagi. Dari dulu saya sangat fashionable. Saya selalu memperhatikan pakaian yang saya pakai. Wajah ganteng saya selalu menarik siapa saja. Tapi, jujur saya akui, teman dekat saya kebanyakan pria. Entah mengapa, buat saya wanita tidak terlalu menarik.
Yak maklumlah, profesi saya sebagai aktor dan bintang rock membuat saya menjadi ngetop di kalangan mortal.
Siapa vampir yang paling dekat dengan Anda? Ceritakan perjalanan Anda dengan vampir itu.
Louis de Pointe du Lac. Selama hampir 1 abad saya bersamanya terus. Menjelajah dunia dan menghisap darah. Saya sangat mencintai dia dan tidak mau kehilangan dia. Karena itu saya jadikan dia vampir.
Saya dan Louis mengadopsi anak bernama Claudia. Dan sayalah yang menjadikan Claudia vampir, agar Louis terikat pada saya terus. Namun saya salah. Ternyata Claudia lebih mencintai Louis daripada saya. Claudia marah pada saya karena menjadikannya vampir, karena dia tak pernah bisa menjadi wanita dewasa. Claudia dan Louis bersekongkol membunuh saya. Namun ya…saya masih bisa bertahan hidup. melalui serangkaian kisah, saya memaafkannya…
Lestat de Lioncourt adalah karakter yang diciptakan oleh Anne Rice, penulis buku seri tentang vampir. Latar belakang keluarganya bangsawan, namun, kehidupannya tidak jauh dari kesulitan ekonomi. sedari muda, Lestat sudah bercita-cita menjadi aktor, karena itu dia menjelajah Paris untuk mewujudkan ambisinya. Di buku the Queen of The Damned, Lestat digambarkan menjadi penyanyi rock yang sangat terkenal. Yang saya tahu, Lestat adalah satu-satunya vampir bergaya metrosexual, sangat fashionable dan hidup sebagai selebriti yang tidak menutup diri.
Tokoh Lestat ditampilkan di judul Interview With the Vampire (dalam film dengan judul yang sama, diperankan oleh Tom Cruise) dan The Queen of the Damned (dalam film dengan judul yang sama diperankan oleh stuart townsend).
Dalam kehidupan nyata, musik tentang Lestat pernah ditampilkan di dalam sebuah performance di Broadway pada tahun 2006 dalam judul Lestat: The Musical. Musiknya sendiri digubah oleh Elton John dan Bernie Taupin.
Steve Vai, raja gitar menelurkan sebuah lagu yang terinspirasi oleh Lestat dengan judul Love Blood.
Lestat de Lioncourt..selebritis dunia vampir (emangnya blog aja yang punya selebritis hehehe)
gambar diambil dari sini
Cha, postinganmu membuat dunia vampir jadi seperti dunia selebritis…
usul dong, postingan berikutnya adalah ‘interview with the kuntilanak’ atau ‘a day with the pocong’. biar endonesa bgt gitu, haha…
goenoeng | Oct 22, 2008 | Reply
sebenarnya sih aq g percaya dengan apa yang namanya vampire tapi kalau dengan setan sama iblis baru saya percaya. Mungkin juga vampire itu masih golongannya setan anak buahnya iblis.
sok tahu banget yaaaaa….
lam kenal mbak icha
fefen dwi ardianto | Oct 22, 2008 | Reply
Boleh minta URL blog-nya, biar kenalan lebih dekat, mana tahu bisa diajak shooting film…
)
Aveline Agrippina | Oct 23, 2008 | Reply
Jadi, kapan ada interview with Lisa Febriyanti?
Hehehe!
Daniel Mahendra | Oct 23, 2008 | Reply
Wah…suka ma novel anne rice juga ya^^
Lestat emang keren… lebih misterius en cool daripada edward cullen hehehehe
miaw´s last blog post..Alhamdullillah… Maju Ke Tahap Ketiga
miaw | Apr 22, 2009 | Reply
He..he.. gw bener bener pengemar Leastat nich ?!!
buana | Jun 5, 2009 | Reply