Memerdekakan Mimpi
Posted by Lisa Febriyanti on Sep 10, 2008 in ladang inspirasi, ladang kisah, ladang puisi

Tak ada manusia di dunia ini yang mampu membendung seorang individu untuk bermimpi, untuk mengukir mimpi, dan memupuknya. Kecuali Sang Pemimpi sendiri. Mimpi adalah sebuah tanah yang bebas dimiliki dan dieksplorasi oleh sang pemilik. Seluas-luasnya, sesuai limitasi sang pemilik. Mimpi, produk subyektifitas yang boleh berlaku universal.
Dalam ranah psikologi, Carl Jung, pernah berujar,
“Dreams, like the unconscious, had their own language. As representations of the unconscious, dream images have their own primacy and logic” (diambil dari sini)
Mimpi dalam tidur adalah sebuah simbol dalam alam bawah sadar. Berbicara tentang keinginan, visi ataupun sebuah ceruk yang terus ada selama manusia itu hidup. Punya geliat sendiri yang hanya dipahami oleh yang mengalami.
Dalam kaitannya dengan sebuah keinginan besar dalam kehidupan, yang sering juga kita sebut sebagai MIMPI, seorang Andrea Hirata pernah menulis:
“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu” (Edensor)
Paulo Coelho, penulis asal Brazil ini juga turut menjadi bagian dari penganut kebesaran mimpi. Dalam bukunya, The Alchemist, ia menulis,
“When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it”
Lihatlah, sebuah mimpi, sekecil apapun begitu sublim maknanya dalam kehidupan kita. Ia bisa begitu bebas, begitu anggara, tak tertahankan. Ia boleh saja tak muluk, sederhana dan naif. Ia boleh begitu sombong, begitu membumbung dan akbar. Ia adalah sosok merdeka. Hidup dalam alam tak terjajah. Begitu murni menggambarkan sang pemimpi.
Mimpi yang menjadi energi dalam serangkaian gerak kehidupan kita boleh saja tertambat pada banyak realita, pada banyak sekat, pada banyak aral. Tapi substansinya tak akan pernah terkekang. Meski tangan terikat, mimpi bisa terus ada. Meski kaki terjerembab, mimpi tak akan uzur. Meski mulut tak lagi berkata, mimpi masih membahana.
Mimpi itu merdeka
catatan:
sebuah tulisan bagi diri sendiri.
thanks to: guru saya dalam bermimpi, yang telah mengajarkan untuk bermimpi dan dengan caranya terus mengingatkan untuk kembali bermimpi dan memerdekakannya…
::–::
mimpi itu seperti air..
menyegarkan…
lalu dengan kekuatannya
akan menyeret kita ke muara
yang jauh….jauh lebih luas lagi
bahkan kita sendiri pun tak pernah mengira
akan dibawa ke mana…
mimpi itu seperti udara
melegakan
lalu akan diisinya dada kita dengan hembusannya
membuat kita tetap hidup dan bernyawa
mimpi itu seperti debu
peganglah..dia akan cepat menghilang
tapi sisanya masih akan melekat pada tubuh
mimpi itu seperti api
membara
meski tak kentara
ia bagai sekam
jika dipadamkan ia hanya jadi abu
namun jika tak dijaga ia akan membakar habis
mimpi..adalah unsur kehidupan di dunia…
(terima kasih telah menyimpan cuplikan hidupku kronik ku di sini)
gambar diambil (juga) dari sini
Pertamaaaaaaaaaaaaaxxxxxx…..
Mimpi juga dapat membuat seseorang menjadi berhasil dalam alam sadarnya, tanpa mempunyai mimpi kita tidak akan mempunyai semangat untuk terus berupaya…
sejutaasa | Sep 11, 2008 | Reply
Mimpiku adalah duniaku…
Mimpiku adalah cita-citaku…
Dengan itu, aku bisa bertahan dan mencoba meraih kemenangan
Agung Mojosari | Sep 12, 2008 | Reply
maaf, arti anggara di atas apa ya?
terima kasih dan salam kenal
goop | Sep 12, 2008 | Reply
ya mBak Icha aku kemarin mimpi, pulang ndeso [keinginan yang terbawa mimpi]
ekomagelang | Sep 12, 2008 | Reply
Tanpa mimpi, bagaimana bisa hidup.
dana | Sep 21, 2008 | Reply
mbak…
aku mengunjungi mimpi mbak icha,
semoga bisa terus memiliki mimpi
azwar | Sep 21, 2008 | Reply