Memerdekakan Mimpi

dreams

Tak ada manusia di dunia ini yang mampu membendung seorang individu untuk bermimpi, untuk mengukir mimpi, dan memupuknya. Kecuali Sang Pemimpi sendiri. Mimpi adalah sebuah tanah yang bebas dimiliki dan dieksplorasi oleh sang pemilik. Seluas-luasnya, sesuai limitasi sang pemilik. Mimpi, produk subyektifitas yang boleh berlaku universal.

Dalam ranah psikologi, Carl Jung, pernah berujar,

“Dreams, like the unconscious, had their own language. As representations of the unconscious, dream images have their own primacy and logic” (diambil dari sini)

Mimpi dalam tidur adalah sebuah simbol dalam alam bawah sadar. Berbicara tentang keinginan, visi ataupun sebuah ceruk yang terus ada selama manusia itu hidup. Punya geliat sendiri yang hanya dipahami oleh yang mengalami.

Dalam kaitannya dengan sebuah keinginan besar dalam kehidupan, yang sering juga kita sebut sebagai MIMPI, seorang Andrea Hirata pernah menulis:

“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu” (Edensor)

Paulo Coelho, penulis asal Brazil ini juga turut menjadi bagian dari penganut kebesaran mimpi. Dalam bukunya, The Alchemist, ia menulis,

“When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it”

Lihatlah, sebuah mimpi, sekecil apapun begitu sublim maknanya dalam kehidupan kita. Ia bisa begitu bebas, begitu anggara, tak tertahankan. Ia boleh saja tak muluk, sederhana dan naif. Ia boleh begitu sombong, begitu membumbung dan akbar. Ia adalah sosok merdeka. Hidup dalam alam tak terjajah. Begitu murni menggambarkan sang pemimpi.

Mimpi yang menjadi energi dalam serangkaian gerak kehidupan kita boleh saja tertambat pada banyak realita, pada banyak sekat, pada banyak aral. Tapi substansinya tak akan pernah terkekang. Meski tangan terikat, mimpi bisa terus ada. Meski kaki terjerembab, mimpi tak akan uzur. Meski mulut tak lagi berkata, mimpi masih membahana.

Mimpi itu merdeka

 

catatan:

sebuah tulisan bagi diri sendiri.

thanks to: guru saya dalam bermimpi, yang telah mengajarkan untuk bermimpi dan dengan caranya terus mengingatkan untuk kembali bermimpi dan memerdekakannya…

::–::

mimpi itu seperti air..
menyegarkan…
lalu dengan kekuatannya
akan menyeret kita ke muara
yang jauh….jauh lebih luas lagi
bahkan kita sendiri pun tak pernah mengira
akan dibawa ke mana…

mimpi itu seperti udara
melegakan
lalu akan diisinya dada kita dengan hembusannya
membuat kita tetap hidup dan bernyawa

mimpi itu seperti debu
peganglah..dia akan cepat menghilang
tapi sisanya masih akan melekat pada tubuh

mimpi itu seperti api
membara
meski tak kentara
ia bagai sekam
jika dipadamkan ia hanya jadi abu
namun jika tak dijaga ia akan membakar habis

mimpi..adalah unsur kehidupan di dunia…

(terima kasih telah menyimpan cuplikan hidupku kronik ku di sini)

gambar diambil (juga) dari sini

6 Comment(s)

  1. Pertamaaaaaaaaaaaaaxxxxxx…..
    Mimpi juga dapat membuat seseorang menjadi berhasil dalam alam sadarnya, tanpa mempunyai mimpi kita tidak akan mempunyai semangat untuk terus berupaya…

    iya mas, semangat…kata yang melekat dalam sebuah mimpi…

    sejutaasa | Sep 11, 2008 | Reply

  2. Mimpiku adalah duniaku…
    Mimpiku adalah cita-citaku…
    Dengan itu, aku bisa bertahan dan mencoba meraih kemenangan ;)

    kehebatan sebuah mimpi, membuat ketahanan manusia meningkat, mungkin tak bisa dalam hitungan logis……….

    Agung Mojosari | Sep 12, 2008 | Reply

  3. maaf, arti anggara di atas apa ya?
    terima kasih dan salam kenal

    anggara di atas artinya buas, galak, ganas, garang, liar (sumber: thesaurus bahasa indonesia)
    salam kenal kembali. dan terima kasih juga atas kunjungannya…

    goop | Sep 12, 2008 | Reply

  4. ya mBak Icha aku kemarin mimpi, pulang ndeso [keinginan yang terbawa mimpi]

    amin..mudah-mudahan terwujud mas…

    ekomagelang | Sep 12, 2008 | Reply

  5. Tanpa mimpi, bagaimana bisa hidup.

    hidup tetap berjalan…hanya tak bercerita, tentang makna, tentang arti, tentang kedalaman …(mungkin)…

    dana | Sep 21, 2008 | Reply

  6. mbak…
    aku mengunjungi mimpi mbak icha,
    semoga bisa terus memiliki mimpi

    azwar | Sep 21, 2008 | Reply

Post a Comment