Visit Malaysia (4): Genting Highland

me

Ini sebenarnya catatan saya tahun lalu saat berkunjung ke Malaysia. Sempat saya rangkum beberapa paragraf, tapi kemudian tertinggal karena kesibukan lainnya. Kemarin, dalam rangka memenuhi tugas penulisan,  saya sekilas membaca kemajuan-kemajuan Malaysia. Terlepas dari rasa sakit hati saya terhadap Malaysia yang suka ngaku-ngaku dan mencaplok milik kita, saya mengulum senyum terhadap keberhasilan Malaysia menjadi salah satu negara maju di Asia, mengungguli Indonesia yang lebih dulu memperoleh kemerdakaannya. Lalu saya pikir, tak ada salahnya catatan ini saya rekam di sini. Sebagai sebuah kronik tapak kaki di hari terakhir saya di Malaysia.

Saat hendak bertolak ke Malaysia, beberapa rekan saya di Jakarta sempat bilang. “Jangan lupa naik ke Genting Highland“. Di sanalah sebuah wahana wisata tingkat dunia dibangun. Tingkat dunia? yah, sebuah kasino bersanding dengan hotel yang memiliki kamar terbanyak di dunia ada di Genting Highland.

Yup, Genting Highland masuk di agenda saya terakhir pada kunjungan ke Kuala Lumpur. Berkat kunjungan ke MTC di awal kedatangan, mereka bisa mengaturkan wisata ke Genting Highland secara berombongan. Rasanya, ini cara terbaik bagi pelancong yang hendak ke Genting Highland. Pasalnya, jika naik kendaraan pribadi, perjalanan menjadi lebih lama. Karena harus mengarungi lereng-lereng gunung. Selain itu, MTC juga menyiapkan guide yang ramah, transportasi nyaman dan beberapa petunjuk saat tiba di sana.

Dari Kuala Lumpur ke Genting memakan waktu kira-kira satu jam perjalanan. Setelah keluar dari kota Kuala Lumpur, bis yang saya tumpangi masuk ke jalan bebas hambatan yang makin menanjak. Melewati lembah-lembah dan sempat sejenak berhenti di depan semacam ruko yang ramai sekali pengunjungnya.

Saya kira, kaki sudah bisa segera menjejak di pelataran Genting Highland. Ternyata dugaan saya salah. Bis mampir sebentar ke toko coklat. Wah, nice surprise! Dari kemarin memang saya dan rombongan sudah mencatat dalam agenda mesti mampir ke toko coklat untuk beli oleh-oleh.

coklat

Kami tak diberi waktu banyak di toko coklat, agar tak membuang waktu untuk segera menapak di Genting.Hawa dingin sudah menyapa ketika lenggak lenggok bis yang membawa saya dan rombongan mulai  memasuki area Genting. Beruntung saya sudah siap dengan jaket.

Bis akhirnya tiba di terminal cable car, Genting Skyway. Jujur, dari semua perjalanan saya, ini yang paling saya takuti. Ketinggian. Meskipun sempat juga naik cable car di Sentosa Island, tapi saya yakin yang ini jauh berbeda.

cablecar

Genting Skyway mesti menempuh jarak 3,4 km, terpanjang di Asia Tenggara. Bukan cuma horisontal, tapi juga vertikal dengan derajat kemiringan berkisar 90 derajat (ini hitungan saya pribadi) . Dan huraay, akhirnya saya berhasil mengatasi takut ketinggian!

Begitu keluar dari cable car, guide memberikan berbagai informasi tentang apa saja yang ada di tempat ini. Kami diberi waktu beberapa jam untuk berputar-putar sendiri setelah sebelumnya bertukar nomor handphone. Rombongan pun berpisah untuk meraup kesenangan masing-masing.

Saya sempat terpaku sejenak, di bawah pelataran First World Hotel yang warna-warni. Sedikit kebingungan, kemana kaki mestinya melangkah. Pilihan saya hanya theme park outdoor dan indoor. Saya tidak bisa masuk ke kasino karena untuk ke sana harus menggunakan baju formal, sedangkan hari ini kostum saya: celana pendek! Ah tak apa, toh saya juga tak bisa bermain peruntungan dalam berjudi.

theme park

Akhirnya saya putuskan untuk menjelajahi theme park indoor. Saya juga mesti sedikit melupakan theme park outdoor, karena phobia ketinggian serta degup jantung yang sering tak tahan ini harus lebih saya perhatikan. Maklum saja, untuk main di Dufan, saya juga harus pilih-pilih arena yang tidak begitu berisiko mengocok jantung.

Di theme park indoor, ada pilihan untuk belanja oleh-oleh atau menjelajahi permainan. Waktu yang diberikan cukup untuk mencicipi keduanya. Setelah makan siang, di arena belanja dan sedikit window shopping, saya lalu masuk ke arena Ripley’s Believe it or Not. Belum ada di Indonesia. Jadi inilah pilihan terbaik. Segala hal-hal yang aneh dan menakjubkan di belahan dunia ini bisa disaksikan di sini. Seru…

Permainan demi permainan indoor cukup  menyenangkan saya coba. Hingga akhirnya selesai sudah waktu yang diberikan guide untuk kami kembali ke Kuala Lumpur. Cable car yang cukup memberikan efek kejut karena ketinggian itu sudah menunggu untuk menurunkan saya.

Besok pagi, saya mesti kembali ke tanah air. Dan malam itu, setibanya di Kuala Lumpur, saya bertekad untuk langsung menyusuri jalan-jalan di seputar Berjaya Theme Square dan Bukit Bintang, dekat saya menginap untuk berburu makanan.

Tautan cerita:

1. Visit Malaysia (1): Track to Malaysia

2. Visit Malaysia (2): Menapak Pencakar Langit 

3. Visit Malaysia (3): Di Bawah Menara Kembar 

Popularity: 40% [?]

4 Comment(s)

  1. hehehe… ada satu lagi yang khas di genting highland yang menarik banyak wisatawan…

    sejutaasa | Sep 1, 2008 | Reply

  2. ngiri ma Mbak Icha, bisa sering jalan2

    tomy | Sep 4, 2008 | Reply

  3. Belum kesampaian nih ke Genting hehehe

    novi | Sep 5, 2008 | Reply

  4. lebaran aku mo ke sana mbak lisa, kalo naik bis dari Kl ke Genting dari mana ya.. mbak…

    dedy | Sep 24, 2008 | Reply

Post a Comment


Comments links could be nofollow free.