Pelajaran Pelangi

pelangi

Pada suatu sore, selarik pelangi berbisik kepada saya.

“Kenapa kalo kita sendiri yang masak, makanan itu rasanya selalu enak? seamburadul apapun rasa yang ada?”

Lalu saya pun bertanya, “Emangnya kamu masak apa, duhai Pelangi?”

Dia menjawab lugas, tanpa banyak jeda yang diambilnya, “Kebahagiaan”.

Ah…dia selalu bisa saja begitu. Saya masih mengejarnya, “Dan tak peduli apa kata orang, meskipun masakan itu terlalu asin?”

“Itulah esensinya…agar orang lain merasakan asinnya”, Pelangi sore mengakhiri kalimatnya.

Ya ya….itulah dia. Lengkung pelangi yang belum sempurna. Diramu dari paduan gerimis dan seberkas sinar yang tak kentara. Tersamar di balik mega. Tak banyak mata telanjang yang mampu melihatnya.

Percakapan singkat dengan pelangi sore itu memberikan cipratan kecil pada otak saya. Kebahagiaan, sebuah kata sederhana, namun sekian deret maknanya. Apa yang dibilang pelangi sore itu menyentak kesadaran saya bahwa kebahagiaan selalu dimaknai berbeda bagi tiap orang. Bagi saya nilai kebahagiaan terletak pada kekayaan jiwa. Mungkin bagi orang lain berbeda. Dan dalam hidup, kita ditantang untuk merumuskannya dalam dialektika yang menggemakan nyanyian merdu. Meski belum tentu juga semua telinga terpuaskan dengan dentumnya.

Tapi diantara segala perbedaan itu, pada hakikatnya, tiap hembusan napas manusia di dunia ini mendamba kebahagiaan. Mereka bahkan mungkin rela mencarinya pada relung, pada palung, hingga pada tepian dunia. Tapi pelangi sore itu kembali lagi mengajarkan kepada saya, bahwa kebahagiaan bukan dicari, tapi diciptakan. Karena itulah dia lahap saja menyuap kebahagian yang telah dimasak dengan caranya sendiri. Tak perlu mengitari dunia untuk mengenyamnya. Ia racik kebahagian itu dari tangannya sendiri. Boleh jadi rasanya memang amburadul seperti yang dia bilang, tapi itulah kebahagiaan bagi dirinya.

::terima kasih pelangi sore, inilah waktumu untuk melahapnya (280808)::

catatan: saya memang penggemar berat pelangi…pengagum warna-warni indahnya yang terbias pada mendung

pic by icha, langit berpelangi kalimantan tengah

Popularity: 14% [?]

4 Comment(s)

  1. “kebahagiaan bukan dicari tapi diciptakan”, setuju sekali !!!! (ini juga bagian dari filsafat manusia) betul gak ya???

    filsafat bicara tentang fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis. ya kurang lebih, jika kita bicara tentang bagaimana proses kehidupan ini berjalan, termasuk didalamnya pencapaian kebahagiaan, kita sedikit mengulik filsafat…..itu kalo menurut saya lohhhh…

    sejutaasa | Aug 29, 2008 | Reply

  2. Betul sekali mbak lisa, kebahagiaan bukan untuk dicari, tapi diciptakan. dan kebahagiaan yang sesungguhnya menurut saya adalah membuat orang lain bisa bahagia dan tersenyum dengan apa yang kita perbuat. Pelangi, Indah hadirmu mengusir sepi…

    a ha…..sebuah kebahagiaan yang berkiblat pada kasih sayang….
    terima kasih, saya tersenyum kok dapat komentar dari mas agung :)

    Agung Mojosari | Aug 29, 2008 | Reply

  3. Disaat aku mencipta kebahagiaan, luka lama itu masih terasa.
    Diasaat aku merasakan kebahagiaan, air mata masih menetes meski sesekali.
    Entah apa artinya ini. Tapi semoga ini adalah kebahagiaan yang sesungguhnya, dan air mata ini adalah air mata kebahagiaan. Dan semoga juga rasa perih yang terkadang masih terasa, adalah umpama bumbu masakan yang terlalu asin/pedas/manis.
    Semoga kebahagiaan ini akan semakin indah disetiap harinya, seperti cantiknya pelangi difoto itu :)

    alangkah berharganya sebuah moment menangis bahagia…sekali dalam hidupku, aku mendambanya….

    Surprise … surprise … akhirnya Lisa bisa komen juga dipostinganku. Mohon maaf lahir & bathin, semoga kita bisa sama-sama menjalani ibadah puasa di Ramadhan ini dengan segala keikhlasan dan kekhusyu’an. Dan semoga juga, Ramadhan ini akan membuat kita menjadi lebih baik. Amin.

    iya mbak..kemarin-kemarin ndak bisa komen. mungkin tahu nih mau puasa, jadi bisa komen hehehhehehe ikutan aminnnnnnnnnnnnnn…..:)

    meity | Aug 30, 2008 | Reply

  4. Kita terlalu memberi syarat pada hidup kita padahal pelangi selalu setia menyapa kita dg indahnya

    hmmm….*mikir

    tomy | Sep 1, 2008 | Reply

Post a Comment


Comments links could be nofollow free.