Saya, Filsafat dan Jostein Gaarder

Saya bisa katakan, bahwa sepanjang hidup, saya belajar filsafat dengan tidak sengaja. Kata filsafat sendiri baru saya dengar dan baca saat menjejaki koridor kampus. Dalam kerangka keilmuan formal, saya secara tidak sengaja belajar tentang filsafat komunikasi. di ruang-ruang diskusi, secara tidak sengaja pula saya belajar tentang filsafat sosiologi. saya mulai kenal Socrates, Plato, Aristoteles, Machiaveli, Hegel, dan tentu saja Marx.

Keluar dari lingkungan menara gading kampus, tak pernah lagi saya bersentuhan dengan filsafat. Hingga pada suatu hari, tiba-tiba seseorang dari tumpukan ruang yang berdebu “menyapa” saya, “Siapakah dirimu?”, “Untuk apa engkau hadir di dunia ini?”.



Seperti dentuman besar bergetar di dada saya. Pertanyaan yang sangat mendasar itulah, sebuah pertanyaan tentang filsafat kehidupan, yang rupanya tidak banyak ditanya oleh orang. dan sang penyapa itu bernama, Jostein Gaarder.

Gaarder, dengan bukunya, Dunia Sophie menyapa saya dengan tinjauan historis filsafat dunia. Dengan cerdiknya dipaparkan untuk mereka yang mengganggap belajar filsafat itu ribet. Setelah Dunia Sophie, saya kemudian mengejar ketertinggalan tentang filsafat.

Waktu yang demikian sempit untuk membaca sedemikian banyak buku tentang filsafat juga menjadi kendala. Yang bisa saya lakukan adalah terus menelan karya demi karya Jostein Gaarder yang selalu bernapaskan filsafat kehidupan. dengan begitu, saya masih bisa menikmati karya sastra sekaligus pencerahan filsafat.

Satu yang khas dari Gaader adalah gaya bertuturnya yang kebanyakan ditulis menjadi bentuk sebuah surat panjang dari seseorang kepada orang yang disayanginya. Dalam tuturannya selalu saja ada percikan-percikan pengetahuan baru saat membaca karyanya. Karena itu, bagi saya, Jostein Gaarder adala guru besar filsafat saya.

::catatan di 13 April 2008::

Popularity: 28% [?]

6 Comment(s)

  1. Filsafat ya? hmm… saya belum mengerti, mesti banyak belajar juga nih saya.. :)

    ati-ati..kalo sudah ketagihan filsafat..susah berhentinya ato malah bisa menciptakan filosofi-filosofi baru heheheheheh

    Agung Mojosari | Aug 28, 2008 | Reply

  2. Memang asyik membaca buku tentang filsafat, gak ada habisnya…

    SETUJUHHHHHHH PAK…

    sejutaasa | Aug 28, 2008 | Reply

  3. weee blom istirahat ya…

    nocturno, pak :)

    sejutaasa | Aug 28, 2008 | Reply

  4. waktu adalah ilmu, memaknainya bukankah itu filsafat :D
    manusia ada untuk ber’ADA’ sayang banyak yang kehilangan dirinya, saat ia bertemu dg dirinya ia disanggupkan untuk berkata : Aku ada untuk Kamu sebagaimana Kamu ada untuk Aku :mrgreen:
    weeks sedikit berfilsafat nih

    filsafat never die!

    tomy | Sep 1, 2008 | Reply

  5. saya malah bingung, aku itu ikut aliran siapa ya, mungkin anda bisa merekomendasikan satu buku bagus buat saya

    thanks before

    lbsfighter | Sep 3, 2008 | Reply

  6. keren banget tuh bukunya. Dunia Sofie. Buku yg sekarang ilnag entah kemana gara2 dipinjam org tak bertanggung jawab. hehehehe

    Yosef | Sep 22, 2008 | Reply

Post a Comment


Comments links could be nofollow free.