Saya, Filsafat dan Jostein Gaarder
Posted by Lisa Febriyanti on Aug 26, 2008 in ladang baca, ladang kisah
Saya bisa katakan, bahwa sepanjang hidup, saya belajar filsafat dengan tidak sengaja. Kata filsafat sendiri baru saya dengar dan baca saat menjejaki koridor kampus. Dalam kerangka keilmuan formal, saya secara tidak sengaja belajar tentang filsafat komunikasi. di ruang-ruang diskusi, secara tidak sengaja pula saya belajar tentang filsafat sosiologi. saya mulai kenal Socrates, Plato, Aristoteles, Machiaveli, Hegel, dan tentu saja Marx.
Keluar dari lingkungan menara gading kampus, tak pernah lagi saya bersentuhan dengan filsafat. Hingga pada suatu hari, tiba-tiba seseorang dari tumpukan ruang yang berdebu “menyapa” saya, “Siapakah dirimu?”, “Untuk apa engkau hadir di dunia ini?”.
Seperti dentuman besar bergetar di dada saya. Pertanyaan yang sangat mendasar itulah, sebuah pertanyaan tentang filsafat kehidupan, yang rupanya tidak banyak ditanya oleh orang. dan sang penyapa itu bernama, Jostein Gaarder.

Gaarder, dengan bukunya, Dunia Sophie menyapa saya dengan tinjauan historis filsafat dunia. Dengan cerdiknya dipaparkan untuk mereka yang mengganggap belajar filsafat itu ribet. Setelah Dunia Sophie, saya kemudian mengejar ketertinggalan tentang filsafat.
Waktu yang demikian sempit untuk membaca sedemikian banyak buku tentang filsafat juga menjadi kendala. Yang bisa saya lakukan adalah terus menelan karya demi karya Jostein Gaarder yang selalu bernapaskan filsafat kehidupan. dengan begitu, saya masih bisa menikmati karya sastra sekaligus pencerahan filsafat.
Satu yang khas dari Gaader adalah gaya bertuturnya yang kebanyakan ditulis menjadi bentuk sebuah surat panjang dari seseorang kepada orang yang disayanginya. Dalam tuturannya selalu saja ada percikan-percikan pengetahuan baru saat membaca karyanya. Karena itu, bagi saya, Jostein Gaarder adala guru besar filsafat saya.
::catatan di 13 April 2008::
Popularity: 28% [?]

Filsafat ya? hmm… saya belum mengerti, mesti banyak belajar juga nih saya..
Agung Mojosari | Aug 28, 2008 | Reply
Memang asyik membaca buku tentang filsafat, gak ada habisnya…
sejutaasa | Aug 28, 2008 | Reply
weee blom istirahat ya…
sejutaasa | Aug 28, 2008 | Reply
waktu adalah ilmu, memaknainya bukankah itu filsafat

manusia ada untuk ber’ADA’ sayang banyak yang kehilangan dirinya, saat ia bertemu dg dirinya ia disanggupkan untuk berkata : Aku ada untuk Kamu sebagaimana Kamu ada untuk Aku
weeks sedikit berfilsafat nih
tomy | Sep 1, 2008 | Reply
saya malah bingung, aku itu ikut aliran siapa ya, mungkin anda bisa merekomendasikan satu buku bagus buat saya
thanks before
lbsfighter | Sep 3, 2008 | Reply
keren banget tuh bukunya. Dunia Sofie. Buku yg sekarang ilnag entah kemana gara2 dipinjam org tak bertanggung jawab. hehehehe
Yosef | Sep 22, 2008 | Reply