Apa Kabar Anak Indonesia?
By Lisa Febriyanti on Jul 23, 2008 in dongeng
Surat untuk anak-anak Indonesia di penjuru Nusantara…

Apa kabar anak Indonesia?
Sudah cas cis cus berbahasa Inggris? Masih siap berdiskusi a la orang dewasa dengan orang tuamu? Masihkah kau simpan ceria dari taman bermain modern yang baru saja dibuka bulan lalu di kotamu? Atau sudahkah kau simpan baik-baik permainan mutakhir yang dibelikan orang tuamu? Jagalah semua itu dengan baik. Itu bagian dari tanggung jawabmu.
Bagaimana prestasimu? medali emas dari olimpiade pendidikan apa lagi yang kali ini berhasil engkau gondol atas nama Indonesia? Betapa bangganya kami semua di sini. Di saat para dewasa banyak yang sibuk berkutat dengan menghimpun pundi-pundi rupiah, dolar, euro dengan berpaling dari moralitas, engkau melaju dengan prestasi brilianmu. Hebat kau, Nak…
Eh..eh..bagaimana dengan syuting sinetronnya? Atau lomba-lomba unjuk kebolehan nyanyi di televisi itu. Masihkah ingin terus kau jajal untuk melambungkan nama dan prestasimu? Hmm..boleh..boleh…boleh saja prestasi itu kau ukir, Nak. Tapi ingat jangan kau juga lambungkan kedewasaanmu terlalu cepat. Kau masih punya waktu untuk bermain dengan ceria, untuk belajar segala hal setahap demi setahap, sebelum kedewasaan menelan nyanyian ceritamu. Dan….jangan kau tiru umpatan-umpatan cemooh ala sinetron itu. Anak yang baik tidak mengumpat. Anak yang baik tidak begitu saja melontarkan kejelekan orang lain, sebelum ia berkaca pada dirinya sendiri, sebelum ia memperbaiki dirinya sendiri.
Dan hai anak Indonesia……
Aku tahu, tak semua bisa ceria. Masih ada di sana yang harus menelan ludah melihat kawan-kawannya sekolah. Masih ada di sana mereka yang harus memendam prestasi karena kondisi sekolah yang tak memadai. Masih ada di sana yang harus belajar berpayung langit. Bersabarlah Nak, bukan salahmu engkau harus mengalaminya. Mestinya pendidikan yang layak adalah hakmu, tapi tak jua itu bisa terpenuhi dengan merata untuk kalian semua. Bersabarlah, Nak….tetaplah belajar, dimanapun kau berada.
Hai, hentikanlah tangismu, Nak. Orang tuamu masih sering memukulimu? Jangan kira itu adalah sepenuhnya salahmu. Kau tidak nakal kan? Mereka sedang jengkel dengan kehidupan, Nak. Mereka jengkel dengan diri mereka sendiri. Mereka jengkel dengan keterpurukan diri sendiri. Ya..ya..seharusnya bukan pada dirimulah itu semua harus dilampiaskan. Tetaplah tegar, Nak. Jangan lalu kau tiru penyelesain persoalan dengan kekerasan yang kerap mereka pertontonkan. Yakinlah, bahwa kasih sayang adalah sebuah jawaban, mestinya.
Nak, yang sedang berkelana di jalanan, yang tidur di gerbong-gerbong kereta. Betapa air mataku selalu jatuh melihat engkau. Seusia engkau, sudah dipaksa untuk bekerja. Salah siapa ini semua? Kemana hak mereka untuk memperoleh kehidupan dan pendidikan yang layak? Kemana hak mereka untuk tetap ceria sebagai anak Indonesia?
Dan wahai anak Indonesia yang sedang terbaring sakit….cepat sembuh ya sayang…warna-warna dunia menyongsongmu. Menantimu untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit, untuk menjadi apa saja yang berguna bagi dirimu, orang tua dan negaramu.
Hari ini…aku berdoa untuk tetap bergemanya nyanyian riuh rendah dari anak-anak Indonesia…..
dan untuk anakku di ujung pelangi, jika suatu saat engkau terlahir ke dunia ini…bertumbuhlah dengan sehat, Nak, dalam segala kegelapan dan kegelisahan dunia yang melingkupimu…warna-warna pelangi melindungimu…


Wew..kali tulisan yang dalam mbak..satir,tapi mengena…
*eh ini buat mengingat hari anak kan ya??*
cm4nk | Jul 24, 2008 | Reply
anak adalah mata panah bagi seorang ayah
ia berhak mengarahkan namun tidak sepenuhnya menguasai, karena saat anak panah terlepas dari gendewa seorang ayah hanya bisa mengiring dalam doa & puja-puji
lepaslah anak panahku
membumbung tinggi setinggi yang kau mampu
bawalah bulan & bintang
meski banyak angin & rintangan dalam perjalananmu
doa ayah-ibu laksana gendewa terpentang selalu menopangmu
tomy | Jul 28, 2008 | Reply
Salam kenal mb Lisa, kemarin dulu saya dapat email dari teman yang isinya tulisan mb Lisa ini. Indah sekali, sangat menyentuh, dan ada misi di dalamnya. Saya ingin membaginya dengan teman yang lain melalui blog saya. Maaf, saya tidak minta ijin mb Lisa sebelumnya.
dian | Aug 9, 2008 | Reply