Dongeng Bintang

sirius

Para penggemar Harry Potter mungkin tak asing lagi dengan nama Sirius. Beberapa kali Sirius Black muncul pada serial paling laris ini sebagai ayah angkat Harry. Tapi Sirius yang akan saya ceritakan di bawah ini bukan tentang sang ayah angkat. Dia adalah sebuah bintang.

Pada malam-malam tertentu, saya senang sekali memandang langit malam. Sedikit menghangat ketika mata saya bertumbuk pada kelip kelip cahaya di sana. Renik, namun putih benderang. Bintang. Entah kenapa, saya senang sekali menyapa bintang. Dengan segenap imajinasi, pikiran saya terbang, sejauh jarak bintang itu dengan diri saya. Menyelami jalannya kehidupan, hanya melalui seberkas cahaya bintang. Dan saya sering terpaku dan mencari satu kelip paling terang di langit malam, Sirius.

Beberapa tahun yang lalu, ketika malam penuh bintang masih menjadi sahabat saya, melalui jendela kecil di lantai dua, saya sering mencari Sirius dan bertukar cerita dengannya. Mungkin saya selalu menganggap, Sirius adalah sebuah harapan bagi kehidupan saya. Selama ia bersinar dan tak punah oleh perputaran galaksi, maka harapan yang saya gantungkan padanya, akan terus bersinar.

Ah ya, Sirius adalah bintang paling terang yang bisa dilihat di dari bumi. Dia adalah salah satu keluarga konstelasi bintang Canis Major. Jarak Sirius dengan bumi adalah 8.6 juta tahun cahaya. Usianya diperkirakan 120 juta. Sejak perkenalan saya dengan Sirius beberapa tahun silam, saya merasa, Sirius adalah bintang harapan saya.

Nama Sirius, diambil dari bahasa Yunani, yang artinya “menyala-nyala”. Yah, seperti namanya itulah nyala Sirius membekas di hati saya. Dan untuk secarik kisah kehidupan saya pun, kemudian saya pilih dengan nama: Dongeng Bintang….

catatan: gambar diambil dari sini

3 Comment(s)

  1. ‘coba kau tunjuk satu bintang, sebagai pedoman…’
    jadi ingat lirik lagux sheila on 7 :)

    memandang langit kelam memang mengasyikkan. rasax sangat…touching. adem, sepi, sediri, tenang, mistis jadi satu :)

    lah mbak Vin..kok malah serem kedengarannya? :p

    vin | Jul 7, 2008 | Reply

  2. kecil saya dulu senenge kalau padang bulan, slonjor trus tiduran dan melihat bintang-2 diatas, ada yang melirik kesaya dengan sinar terangnya [apa iya ya?]

    reply: loh bukannya padang bulan, mas eko malah dolanan dakon..:)

    ekomagelang | Jul 9, 2008 | Reply

  3. Memandang langit pada malam hari memang mengasyikkan
    Setiap pendar cahaya membawa banyak cerita
    Sayang ditempatku kini dipenuhi cahaya lampu
    Kilau bintangpun jadi tak jelas terlihat
    …..ah malah aku sering lupa untuk melihat langit di waktu malam

    reply: bintangnya masih nunggu kok mas tomy heheheh

    tomy | Jul 16, 2008 | Reply

Post a Comment