Jakarta Bukan Jawa (?)

monas

“Cha, kapan pulang ke Jawa?”

Sudah beberapa kali saya mendengar pertanyaan ini. Dan itu seringkali diungkapkan oleh mereka yang sepanjang hidupnya tinggal di Jakarta, baik Betawi maupun bukan. Lah, emangnya Jakarta bukannya ada di Jawa ya? Saya yakin, banyak diantara Anda juga sering mendengar atau ditanya seperti itu. Hmmm, kenapa begitu ya?

Saya lalu iseng melakukan penelusuran di dunia maya tentang hal ini. Dan menemukan beberapa hal berbau primordialisme yang masih terpelihara. Saya rangkum cuplikannya di sini:

  • Menurut gue sebutan itu sudah ada sejak lama, paling tidak sejak kite mulai dijajah belanda. Karena di jakarta ada yang namanya kampung jawa tempat bermukim orang-orang yang berasal dari jawa tengah or timur, kampung makasar, tempat bermukimnya orang yang berasal dari makasar atau kampung arab, tempat bermukimnya keturunan arab. Mungkin pada jaman belande tersebut, jawa kalo orang betawi ditanya ama orang belande tentang keberadaan pak Bagong, mereka akan menjawab pa Bagong sedang pulang ke jawa. Karena bagi orang betawi, jakarta berada di tanah betawi. (oleh Media, sumber: di sini)
  • ginie yee bank…….Jakarta itu merupakan satu propinsi tersendiri.
    dia ngak di jawa timur, jawa barat, jawa tengah atw jawa yang lainnya……..
    makanya kalo mo ke jawa, ya dia bilang mo kejawa….ok (oleh wayanbpkh, sumber: di sini)
  • Istilah Pulau Jawa itu baru ada di era modern. Dulu di pulau Jawa yang kita kenal saat ini ada Banten, Jakarta, JaBar, Jateng, Jogya dan Jatim itu dikenal dulunya tanah untuk orang Sunda, orang Jawa, orang Madura, dll. Orang Sunda, orang Banten, orang Betawi tidak mau disebut Jawa. Sampai kini mereka bilang kalau ke Jateng/Jatim nyebutnya ke Jawa (oleh Sanko, sumber: di sini)
  • kalau ditinjau dari ilmu geografi, maka pulau yang di atasnya terletak jakarta, jawa barat, jawa tengah, jogya dan jawa timur… disebut pulau JAWA. kalau dilihat dari sisi kultural, maka sunda tidak bisa disebut jawa, jogya tidak bisa dibilang sunda, jakarta tidak bisa dikatakan jawa. (oleh: Lan Tung, sumber: di sini)
  • Karena Jawa adalah nama suku, selain nama pulau. Di Pulau Jawa ada banyak suku, di antaranya Sunda, Jawa, Tionghoa, dll. Sedangkan Kalimantan adalah nama pulau, jika ditanya “Orang Kalimantan?” Sudah pasti maksudnya apakah berasal dari Pulau Kalimantan atau bukan, sedangkan pertanyaan “Orang Jawa?” dapat berarti apakah orang Suku Jawa atau tinggal di Pulau Jawa. Bagi penduduk Pulau Jawa, pertanyaan seperti itu cenderung ke arah suku. (oleh eddyg30, sumber: di sini)

Dari beberapa komentar di atas, menunjukkan kesukuan hingga saat ini masih juga menjadi penanda identitas yang cukup kental. Sehingga, pertanyaan yang bersifat kesukuan itu yang seringkali muncul. Lucunya sih, kalau yang ditanya orang Medan, kebanyakan yang dilontarkan adalah kota Medan, bukan “Kapan pulang ke Batak?”.

Buat saya, pertanyaan salah kaprah itu mestinya sudah tidak lagi. Ini juga menjadi persoalan bahasa yang mestinya diperbaiki. Pertanyaan yang mengandung kata “pulang ke…” mestinya dijawab secara geografis. Jika demikian, memang salah kaprah kalau Jakarta tidak dibilang Jawa. Jakarta adalah bagian Jawa. Meski budaya aseli Jakarta (baca: Betawi) berbeda dengan budaya Jawa, tapi pertanyaan di awal tulisan ini bukan dalam rangka membedakan budaya bukan?

12 Comment(s)

  1. jadi kesimpulannya.. kapan pulang?

    reply: wuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah….kirimin tiket yo :p

    yainal | May 24, 2008 | Reply

  2. hai cha lu pulang kemane habis dari Jakarte ?


    reply: suroboyo reeeeeeek. enteni yo cak :p

    eko | May 26, 2008 | Reply

  3. yup, hal ini jg aq alami waktu ke jakarta minggu lalu. begitu ada yang bilang, ‘kalo pulang ke jawa….’ aq langsung nimpali, ‘jakarta kan juga jawa.’

    tapi g hanya jakarta aja kq, pas ngobrol ma orang bandung juga begitu…’emange bandung bukan bagian dari jawa?’

    :D

    reply: sunda punya permusuhan pribadi sama jawa, mbak…gara2 peristiwa perang bubat :)

    vin | May 26, 2008 | Reply

  4. Mbak Lisa tinggal dimana?

    reply: masih jadi global citizen mas hehehehehehe

    tomy | May 26, 2008 | Reply

  5. He..he.. bukannya keragaman suku juga perlu dipertahankan?? kalo dari segi bahasa sih emang salah kaprah..tapi toh bahasa cuma alat..kalo ntu nyaman dan orang lain ngerti maksudnya harusnya jadi ga masalah ;-) CMIIW

    reply: hehehehe…ya kalo cuma sekadar mengerti maksud sih, ngerti kok. hanya saja, kita mungkin melihat dari sudut pandang yang berbeda. jika dirimu melihatnya dari sisi kenyamanan, saya lebih suka mengkilik-kilik sesuatu yang kurang tepat dan menggelitik pikiran saya. lalu berharap menjadi sebuah pencerahan dan diskusi yang mengasyikkan seperti sekarang ini…:)

    cm4nk | May 27, 2008 | Reply

  6. mungkin jakarta mau memisahkan diri dari jawa

    pudakonline | Jun 4, 2008 | Reply

  7. Orang Sunda, orang Banten, orang Betawi tidak mau disebut Jawa.

    Iya emang … orang Sunda itu engga mau dibilang orang Jawa. Kakek & nenek saya, kedua orang tua saya orang Sunda … jadi maunya keukeueh peuteukeuh engga mau dibilang orang Jawa, pokoknya maunya dibilang orang Sunda walaupun bahasa Sunda juga ga lancar (lebih jago bahasa melayunya malah … hehehe).

    Lisa apa kabar? Aku udah lama engga mampir kesini.

    reply:: Haloooooooo Mbak Meity…aku kabar baik..masih tetep berjuang mengarungi hidup…:). Mbak sendiri gimana sekarang?

    meity | Jun 8, 2008 | Reply

  8. o…..gitu ya ???
    nambah elmu nih..

    salam kenal

    Alex | Jun 12, 2008 | Reply

  9. betul sunda kelapa bukan jawa karena bagian dari pajajaran. Kenapa kalau pulang ke batak bukan pulang ke batak ?!! karena dulunya orang batak datang ke jawa lewat medan, sedangkan yang keluar dari medan bukan orang batak.

    ramdhan | Jun 23, 2008 | Reply

  10. kayaknya emang betawi seperti bukan bagian dari jawa he he :-)

    Lowongan Kerja | Jul 8, 2008 | Reply

  11. Mbak Lisa, artikel & gambarnya ku copy paste ya. Bagus soale…

    aura | Jul 15, 2008 | Reply

  12. Mbak Lisa makasih yo. Matur nuwun…

    aura | Jul 15, 2008 | Reply

Post a Comment