<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Giyanti: Momentum Perpecahan Kekuasaan Jawa</title>
	<atom:link href="http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/</link>
	<description>semua kata di dunia diciptakan untuk merangkai keindahan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 13:40:17 -0600</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Hajar Pamadhi</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/comment-page-1/#comment-2056</link>
		<dc:creator>Hajar Pamadhi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 09:19:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/#comment-2056</guid>
		<description>Memang kalau merunut sejarah, Perjanjian Giyanti sangat tajam membekkan luka bagi bangsa Indonesia. Sampai saat ini pun beberapa keraton juga saling mengaku hak atas warisan. Akan tetapi, dilihat dari segi mujarobatnya, Perjanjian Giyanti justru mewariskan kehadiran bangsa Indonesia di kemudian hari. perpecahan tersebut memberi makna kontra dan pro sehingga beberapa kerajaan tetap setia kepada bangsa Jawa dengan pendirian tegas dan yang lain menjadi kelompomk (pro) perpecahan. dfari kelompok anti disinilah Yogyakartan berani menampilkan yang berbeda tetap anti Belanda sehingga sebagai pemula kehadiran bangsa Indonesia di kemudian hari.
peristiwa ini tidak pernah dibaca oleh orang yang sedang duduk di Jakarta, bahwa Yogyaka akhirnya menyatukan diri sebagai dukungan terkuat dan konsisten terhadap perjanjian Giyanti. Namun, kehendak untuk menyebarkan sejarah nyata dengan Keisimewaan tetap ditebas karena persoalan politik raja Jogja yang mencalonkan presiden. Demikianlah sejarah yang sedang dilupakan. tambah parah kan bangsa kita yang tidak mau m,embaca sejarah perjuangan Yogyakarta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang kalau merunut sejarah, Perjanjian Giyanti sangat tajam membekkan luka bagi bangsa Indonesia. Sampai saat ini pun beberapa keraton juga saling mengaku hak atas warisan. Akan tetapi, dilihat dari segi mujarobatnya, Perjanjian Giyanti justru mewariskan kehadiran bangsa Indonesia di kemudian hari. perpecahan tersebut memberi makna kontra dan pro sehingga beberapa kerajaan tetap setia kepada bangsa Jawa dengan pendirian tegas dan yang lain menjadi kelompomk (pro) perpecahan. dfari kelompok anti disinilah Yogyakartan berani menampilkan yang berbeda tetap anti Belanda sehingga sebagai pemula kehadiran bangsa Indonesia di kemudian hari.<br />
peristiwa ini tidak pernah dibaca oleh orang yang sedang duduk di Jakarta, bahwa Yogyaka akhirnya menyatukan diri sebagai dukungan terkuat dan konsisten terhadap perjanjian Giyanti. Namun, kehendak untuk menyebarkan sejarah nyata dengan Keisimewaan tetap ditebas karena persoalan politik raja Jogja yang mencalonkan presiden. Demikianlah sejarah yang sedang dilupakan. tambah parah kan bangsa kita yang tidak mau m,embaca sejarah perjuangan Yogyakarta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Danny</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/comment-page-1/#comment-1210</link>
		<dc:creator>Danny</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 03:08:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/#comment-1210</guid>
		<description>Mas, yen mau cari Naskah perjanjian Giyanti ada di Gedung Arsip Nasional Jakarta. Dan di depan foto itu dulu sebenarnya ada sebuah pesanggrahan yang dibuat KGPH Mangkubumi (HBI)yang memang sengaja dibuat 4 Bulan sebelum penanda tanganan Perjanjian tersebut, sehingga tempat penanda tanganan kenapa di Giyanti karena memang biar dekat dengan kekeuatan barisan Pemberontak dan jika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan maka barisan Mangkubumi cepat-cepat bertindak.. GITU....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas, yen mau cari Naskah perjanjian Giyanti ada di Gedung Arsip Nasional Jakarta. Dan di depan foto itu dulu sebenarnya ada sebuah pesanggrahan yang dibuat KGPH Mangkubumi (HBI)yang memang sengaja dibuat 4 Bulan sebelum penanda tanganan Perjanjian tersebut, sehingga tempat penanda tanganan kenapa di Giyanti karena memang biar dekat dengan kekeuatan barisan Pemberontak dan jika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan maka barisan Mangkubumi cepat-cepat bertindak.. GITU&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: goper_speed</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/comment-page-1/#comment-697</link>
		<dc:creator>goper_speed</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 03:48:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/#comment-697</guid>
		<description>alow mbak...mas...lam knl
saya penduduk asli dari desa janti, tempat perjanjian giyanti.
foto yg anda lihat itu lbh bagus dari yg dulu.
dulu tempat itu sangat kumuh dan terbengkelai.
kami sangat ingat kepala desa yg bernama almarhum Bapak Ngadimin lah, yg mengusulkan kepada pemda karanganyar untuk membangun (mempagari) tempat tersebut.
tapi kami akan tetap merawat dan menjaga tempat bersejarah itu.
makasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alow mbak&#8230;mas&#8230;lam knl<br />
saya penduduk asli dari desa janti, tempat perjanjian giyanti.<br />
foto yg anda lihat itu lbh bagus dari yg dulu.<br />
dulu tempat itu sangat kumuh dan terbengkelai.<br />
kami sangat ingat kepala desa yg bernama almarhum Bapak Ngadimin lah, yg mengusulkan kepada pemda karanganyar untuk membangun (mempagari) tempat tersebut.<br />
tapi kami akan tetap merawat dan menjaga tempat bersejarah itu.<br />
makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gunawan</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/comment-page-1/#comment-307</link>
		<dc:creator>gunawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 10:03:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/#comment-307</guid>
		<description>mana photonyaaaaaaaaaaaaaa....lisaaaaa.

ok nih web</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mana photonyaaaaaaaaaaaaaa&#8230;.lisaaaaa.</p>
<p>ok nih web</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ramdhan</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/comment-page-1/#comment-303</link>
		<dc:creator>ramdhan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 09:20:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/#comment-303</guid>
		<description>Menurut dunia persilatan jika terjadi suatu perseteruan antara satu atau beberapa kelompok maka tempat yang dipilih untuk melakukan pertemuan ( berunding )adalah tempat tebuka ( tanah lapang, persawahan )yang dipilih hal ini untuk memudahkan memantau kekuatan lawan dan menghindarkan diri dari sergapan lawan.
Oke selamat merenungi sejarah tetapi jangan mengingkari sejarah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut dunia persilatan jika terjadi suatu perseteruan antara satu atau beberapa kelompok maka tempat yang dipilih untuk melakukan pertemuan ( berunding )adalah tempat tebuka ( tanah lapang, persawahan )yang dipilih hal ini untuk memudahkan memantau kekuatan lawan dan menghindarkan diri dari sergapan lawan.<br />
Oke selamat merenungi sejarah tetapi jangan mengingkari sejarah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lisa Febriyanti</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/comment-page-1/#comment-257</link>
		<dc:creator>Lisa Febriyanti</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 03:09:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/#comment-257</guid>
		<description>@mas eko: rasanya yang bisa dituding untuk seperti ini ya kembali lagi ke kepedulian pemerintah baik daerah dan pusat. tapi bisa juga loh masyarakat jika mau melalukan satu upaya kecil. saya bisanya nulis, jadilah saya coba menggerakkan lewat tulisan :)

@Mbak Eka: salam kenal kembali mbak...ya memang sejarah pasti berulang, makanya kita harus banyak belajar dari sejarah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mas eko: rasanya yang bisa dituding untuk seperti ini ya kembali lagi ke kepedulian pemerintah baik daerah dan pusat. tapi bisa juga loh masyarakat jika mau melalukan satu upaya kecil. saya bisanya nulis, jadilah saya coba menggerakkan lewat tulisan <img src='http://ladangkata.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Mbak Eka: salam kenal kembali mbak&#8230;ya memang sejarah pasti berulang, makanya kita harus banyak belajar dari sejarah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: EKA PRATIWI</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/comment-page-1/#comment-256</link>
		<dc:creator>EKA PRATIWI</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 02:21:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/#comment-256</guid>
		<description>dengan mengenal sejarah untuk tumpuan masa sekarang dan masa sekarang untuk tumpuan besok. sejarah bukan sebuah dongeng tapi untuk inovasi ke depan, tanpa sejarah mustahil inovasi kedepan. salut.......... salam kenal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dengan mengenal sejarah untuk tumpuan masa sekarang dan masa sekarang untuk tumpuan besok. sejarah bukan sebuah dongeng tapi untuk inovasi ke depan, tanpa sejarah mustahil inovasi kedepan. salut&#8230;&#8230;&#8230;. salam kenal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eko</title>
		<link>http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/comment-page-1/#comment-254</link>
		<dc:creator>eko</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 05:00:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ladangkata.com/2008/05/11/giyanti-momentum-perpecahan-kekuasaan-jawa/#comment-254</guid>
		<description>saya terkadang harus merasa jengkel pada siapa, melihat hal-hal seperti ini terjadi, dibiarkan dan tak diurus, apa yang harus kita berikan ke anak cucu jika hal-2 spt ini lambat laun hilang tak berbekas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya terkadang harus merasa jengkel pada siapa, melihat hal-hal seperti ini terjadi, dibiarkan dan tak diurus, apa yang harus kita berikan ke anak cucu jika hal-2 spt ini lambat laun hilang tak berbekas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
