Aturan Bahasa dalam Fisika

Beberapa waktu lalu, saya mendapat kesempatan untuk membuat script tayangan pendidikan untuk bidang studi fisika. Menarik sekali, karena saya bisa belajar lagi tentang fenomena di alam ini yang menggunakan prinsip-prinsip fisika.

Script yang sedang kami garap, bukan berbicara fisika yang sering membuat pusing para siswa. Namun, lebih kepada kejadian sehari-hari yang memiliki penjelasan ilmiah. Misalnya, telur yang diputar, gelas yang mengembun, terjadinya pelangi, prinsip benda melayang dan banyak lagi. Menarik dan memberikan pengetahuan,  bahkan bagi saya yang menulis, karena saya harus belajar metode percobaannya dan mencari tahu sebab ilmiahnya dari berbagai literatur. Saya juga sempat berpikir, seandainya waktu saya belajar fisika dulu sudah ada pendukung belajar seperti ini, tentu fisika tak lagi jadi momok yang paling ditakuti saat di sekolah.

Di balik percobaan dan pencarian literatur fisika, saya menemukan satu hal lain yang juga menarik. Bahwa ternyata fisika juga punya aturan bahasa. Aturan bahasa ini memaparkan bahwa fisika, yang dikenal sebagai ilmu pasti,  memiliki relativitas. Hal ini saya temui ketika membolak balik halaman tentang subyek mekanika gerak yang diilhami oleh hukum Newton

Begini cuplikan yang bisa saya bagi di sini:

Dalam ungkapan lisan maupun tulisan informal, kita kerap menemui kalimat-kalimat tentang sesuatu yang bergerak, misalnya:

Pinki berlari                   Tata berjalan kaki                Bus melaju

Dengan ungkapan yang demikian, secara lisan, kita sudah paham apa yang dimaksud dan masih memenuhi kriteria aturan tata bahasa yang baik meskipun tidak semua unsurnya ada (subyek, predikat,obyek, keterangan sifat dsb)

Namun, tidak demikian dalam fisika. Kalimat-kalimat di atas belum memenuhi kaidah yang tepat. Bagi fisika, gerak bersifat relatif.  Utentang gerak haruslah dinyatakan terhadap suatu benda lain yang ditetapkan sebagai acuan. Nah…kalau begitu kalimat di atas oleh fisika dilengkapi menjadi:

pinki berlari terhadap garis start     

tata berjalan kaki terhadap gedung sekolah

bus melaju terhadap bangunan pinggir jalan

inilah fisika…………………

2 Comment(s)

  1. indahnya bahasa… :)

    jadi ingat komentar ‘menyakitkan’ tentang pilihan jurusan saya,

    “dasar orang bahasa. ribet. coba aja di fisika, bahasanya pasti. kalo ini maka ini.”

    kata siapa? :D

    vin | May 14, 2008 | Reply

  2. heheheh dunia ini memang selalu subyektif dan relative ya mbak :)

    Lisa Febriyanti | May 15, 2008 | Reply

Post a Comment