Kaca Kehidupan
By Lisa Febriyanti on May 8, 2008 in dongeng
Saya tahu, saya bukan manusia sempurna. Malah jauh dari sempurna. Penuh lembar hitam, borok dan kesalahan. Bahkan mungkin kebodohan yang membuat orang lain tersakiti. Dan segala kesalahan itu membuat jalur saya sebagai manusia yang secara normatif menyimpang jalannya. berkelok, melandai, pernah juga curam. Mungkin itu cara pembelajaran kehidupan. Belajar dari kesalahan dan pelan mencoba memperbaikinya.
Dalam hal perbaikan hidup, saya punya kaca kehidupan. Seperti galibnya, kaca memantulkan apa saja bayangan yang nampak di depannya dan itu secara terbalik. kita mesti tahu bahwa tangan kanan kita, akan ada di sebelah kiri sang kaca. terbalik namun nyata. Kaca kehidupan saya adalah orang-orang yang melewati hidup saya. baik itu sahabat, kerabat, maupun pengelana kehidupan yang sekilas lewat di hadapan saya. Orang-orang yang memiliki kebaikan hati untuk saya dan orang-orang yang memiliki kebencian untuk saya. Mereka memberikan refleksi secara nyata, dan kita mesti tahu bahwa itu hanya bayangan. Bergantung dari kita mengambil maknanya.

Dari merekalah kemudian saya berkaca. Apa yang mereka berikan, saya anggap sebagai sebuah persemaian dari apa yang telah saya berikan untuk orang lain. Sering saya harus terkaget ketika mendapatkan sebuah refleksi yang tidak baik, bahkan menyakitkan dari orang lain. Fitnah, prejudice, sangkaan juga tuduhan dilancarkan di muka saya. Sejenak terhenyak, namun kemudian harus disadari bahwa mereka sedang menampilkan bayangan saya. Mungkin saya tidak seperti yang mereka lihat, atau mungkin benar saya seperti yang mereka lihat. Dan itu membuat saya meluangkan waktu untuk berpikir dan melihat refleksi diri saya.
Saya sedang belajar untuk tidak menyalahkan orang lain dalam konteks kaca kehidupan ini. Semestinya semua berbalik pada diri sendiri. Jika ada yang ingin iseng atau berbuat tidak baik pada saya, mungkin saya pernah iseng atau bahkan menyakiti orang itu. Demikian sebaliknya. Kaca kehidupan itu terus menangkap bayangan kita, memantulkan dan merefleksikan apa yang ada di sana.
Saya berpikir, mungkin dunia ini akan makin indah jika masing-masing dari diri kita juga menyadari bahwa apa yang terjadi dalam dirinya adalah sebuah refleksi dan itu bukan kebetulan semata. Kaca kehidupan itu adalah ungkapan jujur yang diterima dari sosialisasi dengan orang lain. Jangan sampai seperti sebuah pepatah yang mengatakan, buruk rupa cermin dibelah.
Alangkah mesranya kehidupan ini dijalani jika masing-masing dari kita sama-sama melihat ke dalam diri dulu, sebelum menyalahkan orang lain. tidak ada yang benar dan salah di dunia ini, yang bisa bercerita adalah sebuah bayangan dalam kaca kehidupan kita.
Mari sama-sama belajar dari kaca kehidupan masing-masing…saya juga belajar…dan masih jauh dari sempurna….


jika dihadapkan sama kaca kehidupan diatas.. apakah iseng berarti sungguh2.. dan berbuat baik berarti tidak baik?
*me-refer pada tulisan diatas..”kita mesti tahu bahwa tangan kanan kita, akan ada di sebelah kiri sang kaca”…
yainal | May 8, 2008 | Reply
bukan begitu point yang dimaksud..
yang dimaksud adalah bahwa kaca itu meskipun refleksi tetap adalah bayangan…artinya pintar2 kita bagaimana memaknainya…dan bayangan juga berarti analogi.
tidak semua yang disampaikan sama kaca itu tergambar jelas dan akurat, tapi dari apa yang dibicarakan, ditampilkan, mesti kita ambil maknanya…
“Mereka memberikan refleksi secara nyata, dan kita mesti tahu bahwa itu hanya bayangan. Bergantung dari kita mengambil maknanya.”…..
Lisa Febriyanti | May 8, 2008 | Reply