Back to Balekambang

blk1

Waktu saya kecil, keluarga pernah mengajak pelesir ke Balekambang, sebuah pantai dengan panorama unik dan ombak besar. Letaknya di Selatan kota Malang. Ketika kemarin, adik saya dan rombongan mengajak untuk ke sana lagi, wah tentu saja ajakan ini saya jawab dengan anggukan kepala antusias. Ingin tahu, di rentang waktu yang terlewati, adakah perubahan di tempat pelesir itu?

Perjalanan ke Balekambang dari Surabaya berkisar tiga setengah jam. Itupun kami berangkat selepas subuh. Sengaja, karena rute harus melewati porong yang dapat dipastikan macet. Selain hari libur, juga karena adanya kawah lumpur yang banyak menyita perhatian pengguna jalan.

Pukul delapan pagi, kami sudah bermain air di pantai. Seingat saya, Balekambang masih seperti dulu. Pasirnya bercampur dengan pecahan karang, sehingga agak sakit jika dilalui tanpa alas kaki. Dua pulau kecil, Pulau Wisanggeni dan Pulau Ismoyo juga masih kokoh berdiri di sana.

Jika ingin menapak ke dua pulau kecil ini, rutenya adalah dari pantai melewati jembatan yang mengarah naik ke daratan Pulau Wisanggeni. Sayang sekali, jembatan ini banyak retak di sana sini. Kabarnya dihempas oleh banjir beberapa waktu lalu. Saya dan rombongan agak hati-hati dalam melangkah. Cukup ngeri retakannya, hampir membelah jembatan menjadi beberapa bagian.

Untuk menuju ke Pulau Ismoyo, yang lebih menjorok ke laut, terbentanglah sebuah jembatan. Ah ya, jembatan penghubung dari Pulau Wisanggeni ke Pulau Ismoyo rupanya sudah diperbaiki. Dulu, seingat saya, masih menggunakan pegangan kayu. Sekarang sudah lebih kokoh dengan cor-coran besi dan semen.

Ada panorama menarik di Pulau Ismoyo ini, yang juga membuat Balekambang sering disebut Tana Lot-nya Jawa Timur. Di Pulau ini terdapat sebuah Pura Ismoyo atau juga disebut Pura Amerta Jati yang hingga sekarang masih digunakan untuk upacara keagamaan dan ritual. Biasanya ramai dikunjungi pada peringatan 1 Suro atau Hari Raya Nyepi. Dari papan petunjuk di sana, Pura ini diresmikan tahun 1985. Warna Hindu di Pantai Selatan ini cukup unik juga. Saya rasa, untuk di Jawa Timur, hingga sekarang hanya di Balekambang saya menemukan Pura seperti Ismoyo.

blk2

Di balik Pulau Wisanggeni juga masih terhampar pantai indah yang memiliki mangrove dengan air tawar dan tumbuhan rawa lainnya. Banyak juga pengunjung yang berenang dan main air di sini. Airnya masih terbilang jernih, namun tidak berbahaya seperti pantai di depannya.

Seperti halnya pelesir di pantai, siraman cahaya matahari, hangat pasir dan deburan ombak adalah yang utama untuk dinikmati. Menurut saya, itu semua paling bagus dinikmati di pagi hari. Selain karena udaranya belum panas, bagi pengejar sunset mungkin agak kecewa, karena matahari turun tidak persis di laut. Mungkin saat saya ke sana, matahari sedang bergerak dari Utara ke Selatan, hingga posisinya tidak pas. Tapi bagi penyuka deburan ombak, di sinilah tempatnya. Suara deburnya menggema kencang dan melaju hingga ke pinggir pantai. Harus hati-hati, karena ombaknya ternyata punya daya seret yang dasyat. Saat saya sengaja menantang ombak yang menyusur pantai, ternyata membuat tubuh saya terseret agak ke tengah. Itupun sudah bertahan, namun tetap saja kekuatan saya kandas oleh ombak.

Saat laut surut, di pagi hingga siang hari, di permukaan pantai sering terlihat ikan hias kecil yang mudah ditangkap. Jika Anda tak mampu menangkapnya, bisa beli saja dari penjual yang memang sengaja mencari ikan hias untuk dijual.

blk3

Di sekitar pantai juga tersedia penginapan sederhana dengan harga murah, sekitar Rp35.000/malam. Menarik juga untuk datang saat malam, sehingga esoknya, bisa langsung bersapaan dengan matahari saat berpendar membuka hari berikutnya bagi bumi.

Popularity: 21% [?]

5 Comment(s)

  1. duh pengen sekali
    tapi lantaran waktu yang mencekram kuat,

    pudakonline | May 7, 2008 | Reply

  2. hadiahi diri sendiri kadang itu perlu, sehabis kerja keras yang kita jalani dan hadiah yang nikmat salah satunya adalah pelesir hhehehehe

    Lisa Febriyanti | May 7, 2008 | Reply

  3. duh kayak diingetin neh …..
    udah lama banget ga kesana…..
    n kapan ya gw bs kesana lagi…????
    sepertinya sdh banyak perubahan ya….

    setyo | Jun 4, 2008 | Reply

  4. aku pengen lo kesana tapi akuga tau jawa

    ady maniz | Oct 3, 2008 | Reply

  5. boleh tau alamt penginapan yg ada disana g???itu penginapan-y terletak di dlm area pantai ato di luar pantai,,,???

    sayuri | Oct 21, 2008 | Reply

Post a Comment


Comments links could be nofollow free.