Sebuah Pagi di Serayu

jembatan

 Dalam sebuah perjalanan dari Jakarta menuju Jogja, saya memilih rute jalur Selatan yang mengombak karena kelokan. Pukul 11 malam kami mulai mengarahkan kendaraan ke arah Selatan. Berangkat saat weekday menguntungkan kami. Dini hari, kami sudah masuk wilayah Jawa Tengah.

Setelah sepanjang malam mata berjibaku pada jalanan yang gelap, pagi harinya sebuah panorama milik Indonesia kembali menyejukkan. Kali Serayu. Jika jalur sungai ini sering dibuat rafting, saya justru terpaku dengan design unik jembatannya. Dengan udara pagi yang segar, jadi sebuah oase bagi kami untuk berhenti sejenak dan mengambil gambar.

sepeda

Popularity: 17% [?]

5 Comment(s)

  1. Jadi pengin nulis, untuk sekedar menambah katamu. kebetulan aku hidup di Purwokerto, Banyumas. artinya, apa yang sampeyan lihat itu menjadi hal biasa bagi saya, atau bahkan orang kebanyakan di Banyumas.

    Temen saya, Gading Satroyo Pinanditho (fotografer Suara Merdeka, di Purwokerto) bilang, jembatan dengan jumlah lengkungan berbeda itu menyimpan arti (simpelnya; hanya simbol).

    keduanya jelas tampak beda. Pertama, agak kekuninagan (lama) dan sudah tidak dipakai, memiliki jumlah lengkungan 5 buah. konon katanya, itu disebut Jembatan Soekarno yang menjadi lambang dasar negara Pancasila, yang memiliki lima butir itu.

    lantas bangunan kedua. tampak putih agak baru dan yang sekarang masih berfungsi. jumlah lengkungane hanya satu. Yang ini ada juga yang menyebutnya ‘Jembatan Soeharto’. Jumlah satu sebagai simbol, ‘Bhineka tunggal ika’ yang menjadi ujung tombak pemerintahan Soeharto tempo doeloe.

    ada yang dengan seingkat menyebutnya; Jembatan Soekarno-Soeharto. masyarakat sekitar lebih banyak terlihat ‘gentayangan’ di kkali bawah jembatan untuk mengais rupiah dari butiran pasir.

    Sayangnya, sampeyan cuma numpang lewat. kalao boleh saya bilang, ada yang lebih indah ketimbang dua jembatan usang itu. kalo menurut saya, tampaknya bukan jembatan atau kalinya yang indah. melainkan suasana pagi, yang membuat sampeyan merasakan sebuah nikmat.

    coba kalo sampeyan ke Baturraden. tidak harus menunggu pagi atau malah harus melewati malam dan tertidur dulu. hampir dipastikan akan mendapat pemandangan indah dan suasan amenyejukkan.

    untuk kali serayu, yang lebih indah sebenarnya bendungan serayunya (yang juga diresmikan oleh Soeharto sekitar 1998). disana, lebih proporsional. ada lahan parkir, tempat nongkrong dan makan. malah kabarnya, mau dibangaun wahana wisata air pada pemerintahan bupati terbaru (baru akan dilantik april 2008).

    hanya pengin berbagi. makasih buat ruangnya.
    Rafly—R’djito
    el_fateh01@yahoo.co.d

    Rafly | Mar 15, 2008 | Reply

  2. wah bung Rafly, salam kenal dan makasih sekali tambahan informasinya.

    Ya betul, jembatan itu tampak unik ketika saya, sebagai orang yang baru pertama melihat. bagi penduduk sekitar mungkin sudah terlihat biasa. dan cerita simbolik itu menarik sekali…

    saya jadi pengen menjajal beberapa tempat yang diinformasikan bung Rafly di atas…

    mudah2an ada kesempatan.

    makasih sekali lagi :)

    Lisa Febriyanti | Mar 16, 2008 | Reply

  3. Mohon ijin mau mau di website kami boleh gak

    atril | Jun 3, 2008 | Reply

  4. To: admin

    Nich Tulisan boleh gak tak muat di website kami

    www.serayurafting.com

    atril | Jun 3, 2008 | Reply

  5. silakan saja kawan, dan akan sangat berterima kasih jika disebutkan sumbernya…salam kenal…

    Lisa Febriyanti | Jun 3, 2008 | Reply

1 Trackback(s)

  1. Oct 23, 2008: from Terbang dan Ulang Tahun : ladangkata

Post a Comment


Comments links could be nofollow free.