
Air Soft Gun. Nama permainan ini sudah tertulis cukup lama di agenda saya, namun baru kali ini saya bisa benar-benar mewujudkannya. Dan di suatu hari minggu pagi yang masih ditemani sinar matahari, saya menjadi bagian dari Detasemen Cobra (salah satu club Air Soft Gun di Jogja). Berlaga di “medan perang” sebuah hutan di Kali urang. Inilah pelesir unik saya.
Sehari sebelum berlaga, saya diminta berkumpul dengan teman-teman di Detasemen Cobra di rumah salah satu pentolan mereka di bilangan Gejayan. Menurut mereka, pengetahuan tentang peraturan permainan sangatlah penting. Meski melibatkan hanya senjata replica dan terbuat dari plastik namun, safety adalah aspek yang paling dijunjung tinggi.
Cleguks. Itulah reaksi pertama saya melihat beberapa anggota Detasemen Cobra ini melakukan perawatan senjata mereka. Seperti senjata beneran. Namun Khadir, humas Detasemen Cobra menjelaskan bahwa semua persenjatan untuk permainan ini adalah mainan dan para pemain memiliki aturan keselamatan tersendiri, mulai dari cara memegang senjata hingga zona-zona aman yang diperbolehkan memegang kokangnya.
Setelah perbekalan singkat itu, saya pun makin tak sabar untuk menunggu esok saat bermain bersama. Tak sabar merasakan excitement yang bakal saya rasakan, lalu mungkin juga desingan pelurunya. Saya malah nekad ingin merasakan bagaimana jika peluru itu benar-benar mengenai kulit saya. Hanya ingin merasakan kena HIT, demikian istilah jika kena tembak.
Lets The Game Begin
Esok paginya. Saya sudah menjadi “Detasemen Cobra”. Dengan baju pinjaman dari salah satu anggota tim, saya kelihatan seperti tentara yang sedang mempersiapkan gelar perang yang sebenarnya. Rupanya hari ini Detasemen Cobra tidak sendirian. Kami diundang latihan bersama di kawasan hutan Kaliurang, bersama dengan 9 club air soft gun lainnya. Latihan bersama ini ternyata kerap mereka lakukan, untuk mempererat silaturahmi dan bertukar informasi.
Begitu sampai di tempat, para anggota Detasemen Cobra langsung menggelar dan mempersiapkan berbagai persenjataannya. Wah, berbagai model senjata diletakkan berjajar di atas bentangan kain, lengkap dengan segala peralatan standard lainnya, seperti google dan alat-alat kamuflase. Begitu inginnya saya merasakan benar-benar larut dalam permainannya ini, saya pun meminta salah satu anggota tim untuk mencoreng moreng wajah saya dengan cat yang khusus untuk kamuflase. Menurut, Setyo, Ketua Detasemen Cobra, kamuflase dengan cat warna hitam dan hijau seperti yang dipakai hari ini adalah salah satu ciri khas klub.

Untuk permainan, saya dipersenjatai dengan sebuah pistol laras panjang berbahan plastik yang mudah cara penggunaannya. Maklum saja, ini adalah game pertama saya. Para anggota tim pun tak segan-segan membantu mengingatkan saya cara mengoperasikan sentaja itu.
Sebelum permainan dimulai, seluruh peserta diwajibkan untuk menguji kelayakan senjatanya. Ini dimaksudkan agar, senjata yang digunakan masih dalam batas aman. Sesi ini biasa disebut dengan crono. Kecepatan peluru maksimal 370 fps. Jika melebihi, maka senjata tersebut tidak boleh digunakan. Untuk senjata yang digunakan, jenisnya pun beragam. Ada yang menggunakan mekanisme spring, elektrik maupun yang lebih canggih, menggunakan gas. Di pasaran, harga senjata juga beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Setelah proses crono masing-masing tim selesai. Tibalah saatnya untuk memulai permainan. Rupanya, 9 tim yang diundang tidak bisa bermain sekaligus. Detasemen Cobra mendapatkan giliran berlaga di ronde kedua. Tak membuang waktu, Setyo mengajak saya dan tim nya untuk berlatih terlebih dahulu.
Meski cuma latihan, namun bagi saya ketegangan sudah dimulai. Memang benar apa yang dibilang oleh kawan-kawan klub ini sebelumnya. Dalam permainan ini kerja sama penting sekali. Karena, kita tidak hanya mengandalkan kelincahan diri sendiri, namun saling back up antar sesama team. Nah, dalam latihan inilah, saya kena hit di perut. Rasanya seperti digigit semut dan meninggalkan bekas merah kecil yang tak hilang seharian.
Ah ya, sebelum dimulai, permainan air soft gun selalu punya scenario untuk dijalankan. Berbagai macam scenario bisa dirancang. Namun, biasanya yang standar adalah mempertahankan benteng, perebutan bendera, total eliminasi, dan penyelamatan logistik. Saat latihan, karena jumlahnya masih sedikit, kami bermain menggunakan scenario total eliminasi, yaitu semua anggota musuh harus kena hit.
Tak lama setelah latihan selesai, tibalah saatnya bertempur dalam permainan yang sebenarnya. Ternyata scenario yang ditetapkan untuk kami adalah menggempur musuh yang membawa anggota VIP. Ini agak susah, karena kami harus membedakan mana yang musuh dan bukan. Untuk lahan gerak, kami dipilihkan di lembah yang dari lokasi saja dapat menjadi sasaran empuk penembakan, karena lokasi musuh ada di atas.
Adrenalin saya mulai terpompa ketika wasit yang disebut dengan marshal mulai memberikan aba-aba untuk mulai. Segala peraturan saya coba ulang untuk mengingatkan diri sendiri. Menembak hanya boleh ke area leher ke bawah dan hanya dari jarak lebih dari lima meter.
Detasemen Cobra bergabung dengan tim lain, agar anggota kami makin banyak. Musuh yang menggunakan seragam hampir sama sering membuat kami terkecoh. Dengan mengendap-endap, berlindung di tempat persembunyian, saling back up dan berkoordinasi antar satu tim, kami merayap maju.

Di tengah hutan belantara dan kecilnya BB (sebutan untuk peluru) menuntut semua peserta untuk jujur ketika dirinya terkena hit. Meskipun keinginan bermain meluap-luap dan sayang sekali untuk meninggalkan arena, namun kejujuran ini membuat permainan bisa berjalan apa adanya. “Ada sih, Mbak yang sering tidak jujur jika terkena hit. Kita sebutnya dia itu superman. Kalau sudah begitu, biasanya teman-teman jadi malas bermain dengannya. Jadi gak seru,” ujar Khadir.
Berbekal pengalaman di latihan sebelumnya, saya jadi ekstra hati-hati dalam melangkah. Kan sayang jika di awal permainan sudah terkena hit. Melompat, merayap, bersembunyi di balik pepohonan atau batu-batu sungai, saya mengekor kawan-kawan yang bertugas di depan membuka jalan.
Di akhir permainan, posisi musuh yang menguntungkan membuat kami terpojok di tikungan lembah. Jika maju, musuh sudah menghadang dengan serentetan tembakan yang tak berhenti. Duh, itu BB tidak habis-habis sepertinya. Berhubung waktu permainan sudah melebihi batas dan belum ada yang dinyatakan kalah, maka permainan terpaksa dihentikan. Dan, saya masih bisa bertahan hingga akhir permainan itu.
Seru habis, itulah yang saya rasakan di tengah permainan. Saya jadi ingat film Black Hawk Down yang bercerita tentang misi penyelamatan di daerah konflik, rasanya saya seperti ada di kancah perang yang sebenarnya. Meskipun para pemain air soft ini sering disebut tentara plastik, karena senjatanya dari bahan plastik semua, tapi pompaan adrenalinnya bukan sekadar imitasi.
catatan:
terima kasih untuk kawan-kawan di Detasemen Cobra
Popularity: 50% [?]
wow baru ketemu lagi neh sahabat yang mau nulis tentang ersoft n detasemen cobra…..
thanks ya…
kemana aja neh non….???
lama g nongol n nd ada kabarnya….
kita ada rencana lagi mo foto acktion lagi tapi dengan beberapa sekenario yg kita siapkan….
kapan bs bersandang lagi kegubuk DC…..
setyo | Mar 9, 2008 | Reply
salam hangat…buat mas-mas dan mba-mba…. Pengurus/Anggota DETASEMEN COBRA
kami dari Bara Api Enterprise, sebuah EO lokal jogja, seandainya kami berencana mengadakan acara war game, dengan air soft gun, pada hari minggu pagi, 18 mei 2008 di kalikuning - kaliurang, yang mana pesertanya… kebetulan adalah sama sekali tidak memiliki, baik peralatan maupun perlengkapan air soft gun.
pertanyaan kami: apakah mungkin kami bisa mengajukan kerjasama, dalam hal ini, pengadaan peralatan dan perlengkapan air soft gun lengkap beserta pakaian/seragamnya, kepada kami, dengan asumsi jumlah peserta 50 orang dewasa???
seandainya mungkin, bagaimanakah bentuk kerjasamanya???
demikian, kami tunggu responnya…
semoga DETASEMEN COBRA tetap exist dan semakin maju dan berkembang!!!
salam…
bara api enterprise
i’m yours
chiko[marketing head]
chiko | Mar 17, 2008 | Reply
lagi melalangbuana, Bos…:D
Lisa Febriyanti | Mar 17, 2008 | Reply
@ chiko maaf beberapa minggu ini sy berada dilapangan.
kapan bs kita ketemuan..???n bicarakan hal tersebut ..???n bagaimana kita menghubungi kalian..???
alamat kalian..????
setyo | Mar 25, 2008 | Reply
@ chiko.
kata maaf sebelumnya yg bs sy lontarkan saat ini.
karena beberapa minggu ini sy berada dilapangan.
lalu bagaimana kita bs bertemu utk membicarakan hal tersebut…???
alamat kantor anda..???
setyo | Mar 25, 2008 | Reply
@ chiko.
kata maaf sebelumnya yg bs sy lontarkan saat ini.
karena beberapa minggu ini sy berada dilapangan.
lalu bagaimana kita bs bertemu utk membicarakan hal tersebut…???
alamat kantor anda..???
buka sj fs-nya DC.
setyo | Mar 25, 2008 | Reply
@ lisa.
melanglang buana terus neh critanya…???
awas semakin kecil aja loh nanti…???
heheheheheeeeeeeeeeeeeeeee
setyo | Mar 25, 2008 | Reply
yoi komandan..alhamdulillah msh bs melanglang buana..sukses buat detasemen cobra ya..
icha | Mar 26, 2008 | Reply
ya syukur lah…
jagan lupa mampir klo pas diYogya…
gw banyak didaerah caringin LIdo skrang non…nggarap sebuah t4 beristirahat bg para tamu
dengan nuansa persawahan yg luas dilembah antara Gn. Gede n Gn.Pangrango ditengah2 sawah.dengan camp.area n renc.kedepan game area jg neh.
sama diCiwidey Bandung.
ya sedikit demi sedikit mencari sekarung beras…
cm skrg lg off dYogya
setyo | Mar 30, 2008 | Reply
Wah bagus banget ceritanya tentang Den. Cobra. Kalo dibuat film kayaknya jadi bagus nih.
Gimana Komandan Setyo tentang rencana bikin filmnya? Saya tunggu lho. BTW Mars Detasemen Cobra sedang digarap teman saya. Nanti kalo udah jadi bisa buat ring tone he he he.
Salam
Hamid | Apr 30, 2008 | Reply
jgn lupa utk ajak2 kl bkn film hehehe
icha | Apr 30, 2008 | Reply
Akhirnyaaaa
ada COBRI juga
yang main
JOE | May 27, 2008 | Reply
wah seru mbak!!! jd pengen ikutan… sekarang baru punya asg spring aja buat latian nembak sendirian… hehehe… boleh gak ikutan????
M3rampot | May 27, 2008 | Reply
@ M3rampot
emang posisi dimana neh….???
klo dijogja silakan bertandang aja…ke basenya DC,,…
setyo | May 28, 2008 | Reply
ya pengen nya seperti itu pa ….
kita coba buat film pemdek tetang DC
cm skenario masih teris dalam penggarapan neh…saya agak kesulitan menyatukan konsep scenario nya ….
mudah2an bs terselesaikan neh…
@icha….klo mo ikut lagi bsk tgl 31-1 /2008 kita DC ngadakan Gathering/ makrab Cobra…..
itu jg klo km pas diJogja….Thanks
setyo | May 28, 2008 | Reply
wahh gayung bersambut nii….
project kedua setelah Gathe sukses Ndan…
casey | Jun 3, 2008 | Reply
nah itu dia non masalah sponsornya itu yang belom ada yang mau danain neh…???
n gw msh kesulitan membuat skenarionya yang pas neh …
kapan neh bs mendarat keJogja…???
setyo | Jun 3, 2008 | Reply
blh tau gak almat detasemen cobra n blh gabung gak ne cz gw tertarik ma permainan ne
R_angga | Aug 8, 2008 | Reply
lisa,…
saya erwin dari aceh utara
saya tertarik dengan pengalaman kamu bergamer dengan air soft guns, dan sayapun senang jika bisa bergamer tersebut didaerah saya, tapi saya lebih tertarik lagi jika saya bisa menjadi penyedia game ini karena prospeknya sangat bagus untuk di aceh.
tapi yang jadi kendala saya, saya gak banyak tahu tentang seluk beluk game ini.
jadi dengan sangat hormat, sudilah kiranya Lisa memberikan alamat lengkap penyedia game ini yang dijogja ataupun dimana aja yang Lisa tahu
sebelum dan sesudah saya ucapkan terima kasih atas info yang akan Lisa berikan ke saya
wassalam
Erwin
erwin | Oct 15, 2008 | Reply