Menantang Jeram Sungai Elo

 

menantang jeram

Cipratan air membasahi tubuh. Tangan tak henti mengayuh dayung. Kadang terombang-ambing dan adrenalin meningkat saat melalui jeram sungai. Menyusuri Sungai Elo yang berwarna coklat. Pada sebuah petualangan rafting yang mengasyikkan.

 
Subuh baru lewat. Saya sudah bersiap diri. Setelah semalaman susah tidur membayangkan petualang seru pagi ini, saya pun bergegas berangkat menuju meeting point. Maklum, ini akan menjadi pengalaman rafting pertama saya. Kami akan dijemput oleh tim petualang dari Jogja Adventure untuk mengikuti rafting di Sungai Elo.

Sejak menerima undangan yang ramah dari Jogja Adventure, sebuah one stop service outdoor activities di Jogja untuk ikut bertualang menantang jeram sungai di Magelang, saya dan Tikha pun menyiapkan diri. Mulai dari perbekalan hingga menyiapkan casing untuk melindungi kamera dari air.

Setelah menempuh kurang lebih 45 menit perjalanan dari Jogja, sekira pukul 07.30 kami tiba di lokasi starting point arung jeram, demikian petualangan ini juga biasa disebut. Di sana, sudah menunggu pula para guide yang akan menyertai kami melintasi sungai. Mereka terdiri dari anak-anak muda yang sudah bersahabat dengan jeram sungai Elo.

Bersama dengan kami, Marketing Club dari Magister Management UGM juga jadi tamu petualangan ini. Setelah rombongan lengkap, beberapa game ice breaking pun digelar untuk memanaskan suasana. Saya pun ikut bermain bersama mereka. Bahkan, saya pun sempat terkena penalty.  Tim tempat saya bergabung kalah dalam permainan. Tak pelak, coretan cat air warna biru pun ditorehkan ke wajah saya.

 

perang

Setelah game, kami bersiap-siap memakai pelampung dan helm. Sebelum menaiki perahu, briefing pun digelar. Kami diberi tahu cara menggunakan dayung dan tips-tips keamanan bila tercebur di sungai.

Pagi ini ada 11 perahu berwarna warni yang menjadi kendaraan kami mengarungi Sungai Elo. Perahu berwarna merah yang ditumpangi tim Andong dijaga Dedi “Clowor”, ketua Tim Jogja Adventure di bagian kiri depan dan Hadi, Koordinator rafting di Sungai Elo di belakang sebagai kemudi utama, melaju duluan. Ini karena kami harus berhenti di tepian jeram-jeram yang menantang untuk mendapatkan gambar-gambar perahu lain dan ekspresi penumpangnya.

Awal perjalanan, Sungai Elo masih menampakkan ketenangannya, meskipun kami tahu, arus air terus mengalir deras di bawah. Sungai Elo memang sudah dikenal karib dengan para petualang sungai. Dan cocok digunakan untuk pemula yang ingin merasakan jeram. Dengan kedalaman maksimal lima sampai enam meter, sungai ini menyajikan beberapa jeram yang membuat kami berpegangan pada tali perahu jika tak ingin terjengkang. Tapi meskipun sudah bertahan, tak urung saya dan tim  di perahu merah itu sempat terjengkang dari posisi duduk hingga bertumpuk di tengah-tengah perahu pada suatu jeram. Membuat pengalaman melintasi sungai ini menjadi fun dan tidak terlalu menakutkan, terutama untuk pemula seperti saya.

Baru melewati jeram pertama, baju kami sudah basah semua terkena cipratan air. Jeram demi jeram yang kami lewati selalu diwarnai teriakan girang menghadapi gelombang air yang bertemu dengan batu-batuan sungai dan perbedaan tinggi air. Bukan hanya kami, perahu-perahu lain yang dihuni para Marketing Club juga melakukan hal yang sama.

Tak jarang dalam melintasi jeram, beberapa perahu tersangkut di batu besar. Jika sudah begitu, penghuni perahu pun bahu membahu mengupayakan perahunya lepas dari jepitan. Dan mereka melakukannya tanpa turun dari perahu karena derasnya jeram. Kerap pula perahu yang ditumpangi menabrak batu pinggiran sungai didorong oleh arus sungai. Jeram yang paling mengasyikkan ada di jeram keriting. Disebut demikian karena berbatu-batu, sedikit berliku dan agak panjang.

Perjalanan melintasi Sungai Elo ini memakan waktu sekira dua jam. Oleh karena itu agar peserta petualangan air ini lebih fun, di setengah perjalanan perahu ditambatkan dan peserta diajak main game ringan sambil beristirahat minum. Kali ini tim Jogja Adventure mengajak peserta bermain flip flop, lomba membalikkan dan naik ke atas perahu. Pemenangnya adalah yang menggunakan waktu tercepat.

Melanjutkan perjalanan, kami sudah lebih siap dengan berbagai tantangan jeram di depan dan terbiasa dengan arus air berwarna coklat. Di air tenang, pemandu menyarankan kami untuk turun ke air, agar lebih merasakan arus air. Tim Andong pun terjun berenang ke air, termasuk Tikha yang dari awal sangat menjaga posisi untuk melindungi kamera akhirnya tak tahan juga terjun ke air setelah sebelumnya menitipkan kamera. Lalu kira-kira sepeminuman teh, Hadi memperingatkan kami untuk segera naik ke perahu karena di depan sudah ada jeram lagi menghadang.

Pukul satu siang, kami tiba di akhir perjalanan. Sebagai bagian dari paket adventure ini, rombongan digiring ke sebuah rumah makan untuk membersihkan diri dan makan siang.

Dari obrolan sehabis rafting, semua peserta merasa mendapatkan pengalaman fun sebagai refreshing. Genesis Iskandar, Ketua Marketing Club yang mengikuti petualangan ini mengungkapkan pengalamannya dengan satu kata, “asyik”. Ia pun bercerita sempat tercebur di salah satu jeram dan mengaku tidak kapok berarung jeram dengan rute yang lebih menantang lagi. Demikian pula tiga orang mahasiswa studi banding dari Belanda yang termasuk rombongan, mengaku senang bisa melihat keindahan Indonesia dari sisi perairannya.

 

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Andong edisi 03 tahun 2007

Foto oleh Atikha Prastiwi 

 

 

 

 

Popularity: 21% [?]

2 Comment(s)

  1. Elo dan Progo, adalah pengingat kami orang magelang, kemanapun kami berada tempat itulah sebuah kekuatan keakraban

    eko magelang | Jan 29, 2008 | Reply

  2. senang bisa bermain air di sana mas. Progo belum pernah nih, kabarnya lebih dasyat dari elo ya?

    Lisa Febriyanti | Jan 29, 2008 | Reply

Post a Comment


Comments links could be nofollow free.