Street Art: Seni Uji Nyalinya Bomber Jogja

jogja bangkit

Di saat masyarakat Jogja terlelap, mereka bergerak. Ditemani dinginnya malam, mereka menyusur jalanan lengang, berbekal tas atau kardus berisi peralatan, lalu mulai “bekerja”. Menghiasi dan mewarnai kota Jogja. Mereka adalah para bomber, demikian disebut. Para pembuat grafiti jalanan.

Uji nyali, begitu saya menyebut aktivitas ini. Bagaimana tidak? Tengah malam mereka mulai beraksi, nge-bom (aktivitas melakukan grafiti) di media publik, bisa berupa tembok, papan reklame, halte, trotoar, tong sampah, bahkan gerbong kereta api. Dan itu semua dilakukan di tengah risiko tertangkap mata orang lain, terutama petugas keamanan. Dan sebuah gambar sebesar apapun harus jadi dini hari itu juga. Cepat, tersembunyi namun estetika terjaga. Benar-benar uji nyali.

Saya berhasil menemui salah seorang bomber yang sudah banyak berkiprah di bidang ini. Tatsoy (bukan nama sebenarnya), adalah salah seorang crew Jogjakarta Illegal Crew (JIC), sebuah club beranggotakan bomber di Jogjakarta, sedikit berbagi dengan saya tentang pengalamannya di dunia street art.

Bagi Tatsoy, aktivitas grafiti memberi keasyikan tersendiri karena tidak melulu menggambar di kanvas. Karena grafiti lebih banyak berupa tulisan, maka itu bisa menjadi sebuah identitas diri. Memang, jika diperhatikan tiap grafiti memiliki karakter tersendiri sesuai dengan gaya masing-masing.

Sebuah grafiti yang dibuat sedemikian cepat itu rupanya butuh persiapan tersendiri. Untuk membeli cat, yang biasanya dipilih cat genteng atau pilox mereka saweran, tergantung dari gambarnya. Sebelum terpampang di publik area, gambar dibuat dalam sebuah buku sketsa yang sering disebut black book. Kemudian di lokasi terpilih, gambar itu disalin dengan proposional ke media yang lebih besar. Untuk Jogja sendiri, Tatsoy berujar memiliki ciri sendiri, yaitu materi yang lebih murah dan dengan corak lokal yang khas, seperti pesan-pesan dalam bahasa Jawa.

Risiko yang melekat dalam proses pembuatan grafiti rupanya disadari sebagai sesuatu yang sudah galibnya. Dan kemudian risiko inilah yang membedakan street art dengan mural. Berbekal minat dan keberanian yang sama ini sebuah wadah semacam JIC dibentuk. Tatsoy berujar organisasi ini bukan mengikat anggotanya, namun lebih sebagai hanya sebuah wadah tempat mereka berkreasi. Meski tak jarang persaingan antar club terasa dalam bentuk saling memblok karya.

Yang spektakuler, pernah kami temui sebuah graffiti dibuat di satu buah gerbong utuh. Membayangkan betapa keringat dan adrenalin mereka terpompa membuat karya itu hanya semalam, menimbulkan decak kagum. Apapun bentuknya, street art adalah sebuah karya seni yang ikut mewarnai lembaran hari-hari di Jogja.

 

tulisan ini pernah dimuat di majalah Andong edisi Januari 2007

Popularity: 100% [?]

33 Comment(s)

  1. Aku sering liat Street Art itu di Singapore. Keren-keren. Kalau di Indonesia masih jarang ya.

    meitymutiara | Jan 7, 2008 | Reply

  2. yogya bisa dibilang kotanya grafiti dan mural mbak..surabaya dan jakarta berikutnya..

    di singapore di daerah mana mbak liatnya?

    Lisa Febriyanti | Jan 8, 2008 | Reply

  3. Kalau di Surabaya bikin grafity malah di bayar. A-mild Mayangkara temenku yang bikin, Cha.
    Dia malah dikejar-kejar suruh nunjukin nomor rekening bank….:-D

    Ferry H | Jan 9, 2008 | Reply

  4. ya betul, itu yang menarik dr surabaya, kebanyakan muralnya pesan sponsor, meskipun gambarnya pun punya pesan moral..hmmm jadi pengen ambil foto2nya…:)

    Lisa Febriyanti | Jan 9, 2008 | Reply

  5. dah di sby kan?
    dah jadi ambil fotox?
    yg di mayangkara dah agak mbulak, cha :D

    vin | Jan 16, 2008 | Reply

  6. di kali sosok mungkin bagus ya?

    Lisa Febriyanti | Jan 16, 2008 | Reply

  7. mbak Lisa, disurabaya, semua juga ditembok, alias berdiri tegak. Yang pernah aku lihat, dijalan raya / jalan taman, biasanya tiga dimensi. Baik aspalt atau conblock. Di Indonesia apa ada ya?

    hari saksono | Jan 31, 2008 | Reply

  8. hidup graffiti!!!!!!!!!

    eatho! | Feb 28, 2008 | Reply

  9. guys,,,,bs tolongin gw???
    ada yang tau gak tempat2 yang banyak grafitinya disby,,,selain di mayangkara itu…aq buat bahan skripsiku nie….
    please,,,yaa..

    ato sekalian yang tau komunitasnya biasanya ngumpul dmn?,,

    Hidup Grafiti…!!!!!

    henny | Feb 28, 2008 | Reply

  10. Mbak, coba di dekat jembatan BAT ke arah ngagel. pojok kiri di tembok bekas gedung yang belum jadi itu aku liat banyak grafiti dan ada pesan2nya juga.

    salam kenal. semoga cepat selesai skripsinya…:)

    Lisa Febriyanti | Feb 28, 2008 | Reply

  11. bunuh tembok kosong!!!!!!!!!!!!!1

    molen | Mar 6, 2008 | Reply

  12. hidup bwt graffiti
    sayang di daerh krian n sktrx msh bxk bngnn ksng yang emng kotor tp co2k tu bwat EXPRESI BOMBER

    sekali lg hdp bomber

    stey | Mar 14, 2008 | Reply

  13. orang jogja harus pinter berkarya dalam budaya salah satunya street art yang sekarang menjadi tindakan kriminal dimata orang yang tidak tau menau tentang seni…..

    sayangnya sekarang tidak bebas membuat…waduh sialnya…..

    AIM THE TAG93R | Mar 17, 2008 | Reply

  14. tolongin gw dunk,
    gw butuh info grafiti bandug, bysnya dmn aja, n bombernya ngumpulnya dmn?
    butuh ni, buat penelitian kuliah….
    thanks

    bales ke

    novi | Mar 17, 2008 | Reply

  15. saya punya sedikit foto grafiti surabaya, mbak mau koleksi ?

    eko | Apr 10, 2008 | Reply

  16. ra..meng nang kota besar neng muntilan yo..wes akeh grafity ne….. coba tengok …..saya tunggu

    anung | Apr 18, 2008 | Reply

  17. bomber serang banten tu jarank bgt. kurang berani, tolong donk bikin tnang aj mslsh keamanan w jmin 100%. ditunggu kreatifitas nya yau

    IBENK | May 9, 2008 | Reply

  18. berarti bomber itu tukang lukis ya?
    and boleh gak ku kenalan…?

    ruqeeb | May 10, 2008 | Reply

  19. whatz’up sob….q mw tny kra2 harga cap’s brp??

    reply y..lam knl dr bomber cirebon

    beaters_crew | May 13, 2008 | Reply

  20. graffiti come back!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    sET | May 19, 2008 | Reply

  21. Q saLut 5 bomb3r” jogja . . . Q cNta pd b0mb3r jogja. Grafiti n3v3r di3

    Lady Rose | Jun 2, 2008 | Reply

  22. gw seneng liat grafitti, tp gw lebih seneng liat mural..lebih hidup, lebih berwarna..mural tetep okeh!

    yadie marvel | Jul 3, 2008 | Reply

  23. hohoho
    whes whes
    qt buta art,tp lyat gmbar d tmbok,itu mengagumkan!!!
    ayow terus gambar!!!!
    semangattt
    aq ngefans kalian

    art lovers | Jul 30, 2008 | Reply

  24. Hidup BOMBER sluruh Indonesia….

    pandu(pondet) | Aug 13, 2008 | Reply

  25. bossss!!!dmana cari mata pylox itu????Qmaw bwat grAfity NIeee

    yudhis | Aug 17, 2008 | Reply

  26. ehh bli caps tuh dmana

    yudhis | Aug 17, 2008 | Reply

  27. gw pengen buat gragity tapi gw kaga bisa

    rages | Aug 29, 2008 | Reply

  28. gw sukab buat grafity

    rages | Aug 29, 2008 | Reply

  29. wahhhh,bagus tu gw s7 banget lha kan jogja kotanya para seniman…merdeka buat para bomber di jogja

    budi | Oct 14, 2008 | Reply

  30. boomber jogja mang keyeen

    bud | Oct 19, 2008 | Reply

  31. Qren abessssssssss

    nanacute | Oct 29, 2008 | Reply

  32. ktany di jogja low gravity dah di legal kan ya???????????????

    art_die | Nov 11, 2008 | Reply

  33. allow love hate love calam kenal………….

    tha_tha | Nov 19, 2008 | Reply

Post a Comment


Comments links could be nofollow free.