Sore di Pantai Kwaru

pantai kwaru bantul

Nama Pantai Kwaru memang tidak sengetop Pantai Parangtritis, meskipun letaknya satu jalur. Di sisi Selatan Pulau Jawa. Tak heran, karena pantai ini sepertinya bukan dikembangkan sebagai kawasan wisata, namun menjadi sebuah area untuk bisnis kelautan. Namun, eloknya dan desiran ombaknya tetap memukau untuk dinikmati mata.

Agak mendung ketika saya tiba di Pantai Kwaru. Dari arah Jogjakarta ke wilayah Bantul, menyusur desa Srandakan, kemudian mengambil jalur yang sama dengan arah ke Pantai Pandansimo. Menggunakan kendaraan roda dua yang melaju lambat. Seperti gemulainya para penghuni wilayah Jawa Tengah. Membutuhkan waktu sekira 45 menit untuk sampai ke sana.

Sepoi angin yang memainkan rambut saya dan bau anyir menyapa hidung, menjadikan pertanda bahwa pantai sudah dekat. Jalan memecah dua. Terlihat penanda jalan sederhana yang menunjukkan arah kanan ke Pantai Pandansimo dan arah kiri ke Pantai Kwaru. Dan motor pun mengarah ke kiri.

Baru pertama kali saya dengar nama Kwaru. Dari seorang kawan yang kebetulan tinggal di Srandakan. Saya bilang padanya ingin menikmati matahari senja saat saya berkunjung ke rumahnya. Dan tak berapa lama, kami pun bergerak ke Kwaru, sesuai rekomendasinya.

Awalnya saya kira, pantai ini tersembunyi sehingga namanya tak begitu dikenal. Saya membayangkan sebuah pantai yang sangat sepi, langka pengunjung, dengan pasir yang masih jarang terinjak. Namun saya salah sangka. Pantai Kwaru dihuni oleh rentetan rumah penduduk yang membentang hingga hampir ke bibir pantai. Sebuah kincir angin yang saya perkirakan juga sebagai milik tambak udang seperti menjadi sebuah gerbang menuju Kwaru.

Lalu di sore yang mendung itu, tampaklah beberapa laki-laki bergerombol berbincang di sebuah bangunan. Ah..ternyata di sini telah dibangun pula tempat pelelangan ikan. Jadi ini bukan pantai yang sepi. Pantai ini merupakan rumah bagi ikan-ikan segar pertama kali diangkut dari laut. Tak heran begitu lebih mendekat ke jilatan air pantai, banyak sekali kapal-kapal yang bersandar. Lalu tampak seorang penjala yang dengan gagah berani menantang ombak.

Senja mendung dan pantai. Masih menyajikan panorama yang memikat mata. gumuk pasir terlihat di beberapa bagian menjadikan pantai tak hanya datar membentang. Mangrove di tepi pantai menjadi seperti pagar pembatas antara tepian pantai dan rumah-rumah penduduk.

Matahai menggelincir turun, beberapa pengunjung melakukan beragam cara untuk menikmatinya. Ada yang hanya duduk di pasir pantai dan memandang gemuruh ombak, ada yang bermain air pantai dan bercengkrama. Ada yang hanya berjalan-jalan menyisir pantai dan saya….merekam semuanya itu dalam gambar-gambar. Mengabadikan senja.

5 Comment(s)

  1. ya ampun, aku kok ngga tau ya? Pantai Kwaru wilayahnya masuk jogja mana?

    Rizki | Oct 26, 2007 | Reply

  2. masuknya bantul, bukan kota jogjanya. dulu di sini sempat kena gelombang pasang…

    Lisa Febriyanti | Oct 26, 2007 | Reply

  3. Iya, betul. Pantai Kwaru masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul, letaknya persis di sebelah timur Pantai Pandansimo. Saya sendiri belum pernah ke sana meskipun ingin, biasanya terus saja ke Pandansimo. Mungkin kapan-kapan sambil cari ikan segar :D

    anulucu | Dec 14, 2007 | Reply

  4. Wah… kok gw nda tau yah.
    padahal gw sering tuh ke Parangtritis palagi waktu Gempa kemaren, gw sempat jd relawan keliling bantul

    Tina | Jun 28, 2008 | Reply

  5. Hmmmmmmmm panorama di pantai kwaru memang menapjupkan,,,merurutku areanya sangat sepi and cocok buat merenung juga menikmati sunset,,,,keramahan penduduk sekeliling juga tidak mengundang rasa kuatir akan keamanannya….hmmmm entah yang keberapa kali saya melakukan kegiatan kepramukaan disana,,,seru deh pokoknya

    Nella | Jul 19, 2008 | Reply

Post a Comment