LA for Lamongan
Posted by Lisa Febriyanti on Oct 20, 2007 in ladang pelesir
Di Surabaya, kota tetangga yang satu ini sering disebut dengan singkatan LA. Kota kecil yang terletak bersebelahan dengan kota Gresik, Jombang dan Mojokerto. Dari Surabaya, hanya menyusur jalur pantura, maka dalam rentang jarak kurang lebih 45km, sampailah ke Lamongan, kota yang berlambang ikan lele dan ikan bandeng.
Lamongan hingga saat ini memang bukan favorit tujuan wisata. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa membuat kota ini dirundung hawa panas. Masih berstatus sebagai kabupaten, tak banyak memang ditengok oleh para pelancong. Namun, dalam kunjungan silaturahmi saya ke sana, Lamongan menyimpan renik-renik kecil yang bisa untuk mampir sejenak dan menikmati sajian khas Lamongan.
Meskipun kota kecil, Lamongan telah memiliki area hot spot yang luas, yaitu di alun-alun kota. Koneksi yang didukung oleh Telkom ini bebas dinikmati oleh seluruh masyarakat alias tanpa dipungut biaya tambahan. Dalam kunjungan ke sana, memang saya tak melihat ada yang menggunakannya, namun informasi dari kerabat yang tinggal di sana, pernah terlihat beberapa pengguna yang telah memanfaatkan fasilitas ini.
Jika sempat mampir atau lewat di Lamongan, jangan lupa untuk menikmati makanan khasnya. Selain terkenal dengan soto dan pecel lele, Lamongan juga punya nasi boran. Disebut nasi boran, karena nasinya ditempatkan pada boran, wadah dari anyaman kayu. Lauknya boleh pilih, mulai dari ikan, tahu dan telur berbumbu yang kaya rasa. Ikan yang khas adalah ikan sili, bentuknya kecil, memanjang, seperti belut namun dalam ukuran lebih kecil. Namun, asesoris wajib di nasi boran ini adalah urap, perkedel kentang yang digoreng dengan tepung serta rempeyek. Sebungkus bisa dibeli dengan harga antara 5000-6000 rupiah, tergantung lauk yang dipilih.
Tak sulit mencarinya. Setiap pagi, di sekitar alun-alun banyak yang menjual nasi boran. Dan ketika senja hampir menjelang, para penjual nasi boren berderet di sepanjang jalan Basuki Rahmat (tak jauh dari alun-alun kota). Biasanya penjualnya adalah ibu-ibu dengan perlengkapannya: boran yang penuh dengan nasi putih, baskom yang penuh dengan pilihan lauk gorengan serta baskom lainnya yang berisi lauk berbumbu. Boleh dibungkus untuk dibawa pulang ataupun langsung dinikmati di tempat.
Meskipun termasuk sebagai daerah industri di kawasan Jawa Timur, Lamongan menyimpan pula potensi wisata. Salah satunya yang terbesar adalah Wisata Bahari Lamongan (WBL). Tempat ini dulunya dikenal dengan nama Tanjung Kodok, karena di tepi pantai itu terdapat sebongkah karang yang berbentuk seperti kodok. Bongkahan karang masih ada di sana, dan makin terlihat cantik dipigura tempat wisata semacam Dufan di Jakarta.
WBL, kini jadi favorit para pelancong ke Lamongan. Bukan hanya itu, pelancong dari kota-kota sekitar pun jika musim liburan terlihat memadati lokasi pelesiran ini. Beragam permainan seru ditawarkan, mulai dari permainan untuk anak-anak kecil, wahana yang memancing adrenalin, wahana rumah hantu, hingga wahana permainan air seperti kano, speed boat, jet ski dan banana boat.
Lamongan mulai mengerti betul potensi wisatanya yang berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa. Dengar punya dengar, ke depannya kota ini akan terus membenahi potensi wisata pantainya dengan berbagai fasilitas untuk pelancong.
tautan:
Popularity: 26% [?]


kalo aku lampung, lamongan kampung. he.he.
soal lamongan, sayangnya masih banyak jalan rusak. kendaraan umum jg susah banget dan ga layak jalan. gmn mau maju kalo sarana transportasi tidak beres?
btw, nice artikel.
anton | Oct 23, 2007 | Reply
salam kenal mas anton.
makasih dah mampir dan komentarnya.
ya betul jalan di dan ke lamongan dilewati berbagai macam kendaraan, baik besar maupun kecil. itu yang membuatnya rada semrawut.
soal transportasi saya setujuh…harus diperbaiki. makasih sekali lagi untuk tambahan info nya ttg lamongan.
Lisa Febriyanti | Oct 24, 2007 | Reply
salam kenal.
terima kasih telah menulis “Lamongan”.
salam dari warga lamongan.
jangan sering kunjung ke http://jodisantoso.blogspot.com
Jodis | Jan 21, 2008 | Reply
wah sudah terlanjur berkunjung mas ke jodi santoso for law
saya jangan dihukum yaaaa…
Lisa Febriyanti | Jan 21, 2008 | Reply
Lamongan is the best
khususnya, desaku t’cinta, “P A C I R A N”
jangan lupa mampir ke Paciran klo lg ada di L.A
di jamin, g’ bakalan nyesel
DON’T MISS IT !
DILA YUDA | Mar 5, 2008 | Reply
promo dong…paciran punya apa ajah?
Lisa Febriyanti | Mar 5, 2008 | Reply
Thanks banget dah memuat tentang LA. Lamongan koe tercinta. kalo ada waktu mampir ke pesarean Mbah raden Nur Rokhmat Sunan Sendang. dan mampir dunk di bumisholawat.blogspot.com ,,,
hadi-cah LA | Nov 17, 2008 | Reply