Paduan Budaya dan Tempat Ibadah (Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya)

Cheng Hoo. Nama besarnya sudah banyak didengar orang. Bagaimana dengan Muhammad Cheng Hoo? Samakah dengan Laksamana Utusan Kaisar Ming itu? Jawabannya ada di salah satu sudut Surabaya.

Apa hubungannya dengan Surabaya? Karena di sanalah sebuah masjid unik bernama Muhammad Cheng Hoo berdiri. Nama Cheng Hoo dipilih karena masjid ini ada di bawah naungan Yayasan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PITI) Surabaya. Kisah perjalanan Cheng Hoo ke Nusantara kemudian menjadi inspirasi untuk nama ini.

cheng ho mosque

Masjid Muhammad Cheng Hoo dimanfaatkan untuk aktivitas keagamaan seperti layaknya rumah ibadah kaum Muslim. Yang membuat mesjid ini unik adalah arsitekturnya yang menggabungkan unsur China dan Arab. Namun dominasi arsitekturnya Tiongkok begitu nyata terlihat.

Letaknya di Jalan Gading. Hmmm, jika hanya menyebut nama jalan, memang tidak terlalu familiar. Namun cari saja masjid ini di belakang Komplek Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Ini lebih memudahkan.

Saya sengaja datang sore. Karena panasnya Surabaya sedang edan. Jepretan kamera pun pasti tak bisa mendapatkan hasil optimal. Sekalian ingin sholat Ashar di masjid itu. Di balik markas PITI Surabaya, masjid itu berdiri. Masih benderang ketika saya sampai di sana. Warna merah langsung menyembul. Warna dinding masjid itu.

Bentuk bangunan masjid ini mencontoh bangunan masjid Niu Jie di Beijing yang berusia lebih dari 100 tahun. Ruang untuk sholatnya berukuran 9 x 11 meter. Menurut Haryono, salah satu ustad etnis Tionghoa mualaf di sana, ukuran ini memiliki arti tertentu. Sembilan adalah representasi dari Wali Songo, sedangkan 11 adalah mengikuti ukuran Kabah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim. Menaranya dengan tiga tingkat dan berukuran segi delapan, juga memiliki filosofi sendiri. Tiga tingkat merupakan arsitektur khas Tiongkok sedangkan segi delapan, bagi masyarakat Tiongkok disebut dengan Pat Kwa, mengandung nilai keberuntungan.

Di dinding menara itu, terpatri hiasan kaca berjumlah 20 yang berisi sifat-sifat Allah. Di dinding depannya terdapat dua jendela berbentuk bulat yang tak dibiarkan kosong melompong, melainkan diisi dengan kaligrafi bertuliskan Bismillahirahmanirrahim. Papan nama masjid ini juga istimewa, karena hadiah langsung dari Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Shu Ming.

Masjid Muhammad Cheng Hoo rupanya sudah diresmikan sejak 2002. Sejak itu, masjid ini banyak mendapat kunjungan dari berbagai pelancong, baik domestik maupun manca negara, untuk menjalankan ibadah maupun untuk menyaksikan keunikan arsitekturnya. Tak salah jika masjid ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai salah satu masjid terunik.

Saya tinggal di sana hingga Maghrib tiba. Sesudah menunaikan ibadah sholat berjamaah, saya pun keluar untuk melihat remang senja. Ternyata masjid dengan bersinar lampu, makin elok dipandang. Paduan budaya sekaligus tempat beribadah yang indah.

4 Comment(s)

  1. gw pengen lebih ngerti n masuk kelingkungan org chinese yang sudah muslim di surabaya. Ingin mengenal lebih dekat sekaligus cari jodoh. Susah memang cari jodoh ( cewek ) muslim chinese di surabaya
    Isa bantu gak mbak ?

    Makasih

    Mas Ardi, silakan langsung ke kantor PITI aja di Surabaya. Letaknya di depan masjid Muhammad Cheng Ho ( di belakang makam pahlawan kusuma bangsa)

    Marsudi | Jul 15, 2008 | Reply

  2. ASSALAMUALAIKUM, SALAM KENAL SAYA MAHASISWA SOSIOLOGI UNESA SEMESTER 9.

    SELAIN SAYA INGIN SILATURAHMI PADA PARA ETNIS TIONGNHOA YANG BERNAUNG DALAM piti, SAYA JUGA MAU MENGADAKAN PENELITIAN MASALAH ETOS KERJA ETNIS TIONGHOA DI SURABAYA, APA SAYA BOLEH BERSILATURAHMI KESANA UNTUK MENGETAHUI SEGALA MACAM MASALAH ETNIS TIONGHOA DI SURABAYA.
    DAN BERTEMAN DENGAN ETNIS TIONGHOA….
    WASSALAM…………………………..

    YULI | Nov 20, 2008 | Reply

  3. mbak icha, arek iki [yuli] terno ae nduk masjid, ben gamblang…..

    ekomagelang | Nov 21, 2008 | Reply

  4. Kalau menurut saya, sebaiknya diadakan perkumpulan atau, remaja masjid di Masjid Moh Cheng Hoo, karena saya ingin ikut.he. . . ^^

    Devi | Apr 27, 2009 | Reply

Post a Comment


Comments links could be nofollow free.