Sparkling Surabaya: Kota Pahlawan yang Berbinar

jembatan kali mas

Inilah slogan baru Surabaya: Sparkling Surabaya. Rasanya memang tepat slogan ini dicanangkan. Surabaya adalah binar-binar lampu. Kota nomer dua di Indonesia ini makin menggeliat dengan binarnya. Terus mengejar kakaknya, Jakarta. Ada apa di Sparkling Surabaya kini?

Kota Surabaya, kota pahlawan. Di kota ini saya dilahirkan. Di sebuah rumah sakit yang terletak di Selatan Surabaya. Kekentalan logat dan “misuh” yang khas selalu menjadi emblem bagi saya kemanapun kaki menjejak.

Tiap kali saya pulang ke Surabaya, selalu saja ada hal baru yang menyolok mata. Bisa dibilang, Surabaya termasuk kota yang cepat menyerap trend. bahkan bisa dibilang latah. Waktu dulu musimnya factory outlet. Hampir separuh jalanan di Raya Darmo tertutup oleh berbagai factory outlet yang tiba-tiba bermunculan. Lalu ya…rupanya factory outlet yang hanya menjual baju melulu tak lama bisa bertahan. Masyarakat Surabaya yang terkenal dengan hobby cangkruk (nongkrong) ini lebih menyukai tempat pelesir yang serba lengkap seperti mall dan plaza. Dimana semua kebutuhan tersedia.

Akhir-akhir ini, tiap kali pulang, saya disuguhi pusat perbelenjaan baru di Surabaya. Di daerah Utara, tempat perbelanjaan paling favorit, semacam Tanah Abang-nya Jakarta, yang dikenal dengan nama Pasar Atom sudah beralih menjadi semacam ITC.

Tak jauh dari rumah saya, yang dulunya hanya sebuah pasar tradisional telah berdiri Darmo Trade Center, berisi ratusan kios yang menawarkan berbagai kebutuhan. Lalu, yang masih anyar dan tak sepi pengunjung adalah Royal Plaza. Inilah bagian dari Sparkling Surabaya. Belum termasuk berbagai rangkaian hotel berbintang yang terus memadati Surabaya. Juga berbagai plaza besar lainnya yang terus memperluas bangunannya. Inilah yang sedang “dijual” oleh Surabaya Tourism Promotion Board. Surabaya is shoppers paradise, demikian katanya.

Satu lagi yang sedang marak di Surabaya. Koneksi nirkabel yang bisa diakses secara gratis. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya mall dan cafe yang menyediakan akses ini, taman kota, monumen dan masjid pun ikutan menyediakannya. Saya pernah mendatangi dua tempat yang menyediakan wi-fi gratis, di Taman Bungkul dan Monkasel. Tapi masih sepi pengunjung yang mencobanya. Wah sayang sekali jika fasilitas ini tidak dimanfaatkan oleh masyarakat Surabaya sendiri. Tapi bagaimanapun, menurut saya dalam hal membuka akses teknologi bagi masyarakat luas, Surabaya adalah yang terdepan. Bahkan Jakarta pun masih banyak yang tidak menggratiskan fasilitas ini.

Sparkling Surabaya sendiri baru didengungkan sejak tahun 2006. Pemerintah Kota Surabaya sendiri pun amat giat memasarkan slogan ini lewat berbagai media. Tak kurang tiga buah neon sign bertuliskan Sparkling Surabaya mencolok mata, di depan Kebun Binatang, di Gedung Walikotamadya dan di depan patung bambu runcing jalan Panglima Sudirman.

Lampu-lampu memang sepertinya tak pernah padam di Surabaya. Lesehan dengan makanan khas sego sambel yang pedas dengan berbagai lauknya, masyarakat yang hobby cangkruk lalu diakomodir dengan mulai maraknya cafe, dari yang level menengah hingga level atas, tempat pembelanjaan yang makin sumringah menjadikan Kota Pahlawan ini makin berbinar.

tautan:

http://www.sparklingsurabaya.com

12 Comment(s)

  1. Ada yang tahu nggak siapa saja yang terlibat dalam pembuatan slogan Sparkling Surabaya?

    dewi | Feb 18, 2008 | Reply

  2. mbak coba klik link sparkling surabaya itu, mungkin bisa dicari di situ

    http://www.sparklingsurabaya.com

    Lisa Febriyanti | Feb 18, 2008 | Reply

  3. Positif n tampak fresh banget, utk DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan)terus buat Kotaku Hijau
    aku & juga warga Surabaya lainnya sangat appreciated wajah kota surabaya, dan tentunya ini merupakan tanggung jawab kita sebagai warga bersama untuk terus menjaganya

    bonek | Apr 16, 2008 | Reply

  4. setelah baca ini, saya baru tahu kalo kamu yang dari wetan sekarang di kulon, dan aku kebalikannya [ dari kulon menetap di wetan ] masih suka [misuh] mbak ?

    eko | Apr 18, 2008 | Reply

  5. Wooooow keren REK !!Yok opo kabare Rek!!
    Dari kecil sampai sekarang gak akan ku lupakan kota tercintaku ini. Wajah barumu mulai bersolek dan tertata apik seperti permadani hijau.Polusipun sudah tampak terminimalisir walau sedikit saja,anjal dan gepeng mulai terkoordinir dengan baik. Oh ya, buat anjal yang pengen bergabung latihan nari, ayo ikut bareng aku. Aku tunggu kabare ya.. di flexiku 03171095005.Salam budaya untuk CAK NING SBY 2007..& smua arek2 Zuroboyo.Nedho nerimo.

    Novita Ariyani | Jul 3, 2008 | Reply

  6. Surabaya….

    waduh banyak sekali kenangannya.
    kalau sekarang semakin bersinar dan tertata dengan baik maka surabaya mang makin maju. jangan kaya 10 tahunan lalu yang orang untuk jalan di trotoar saja susah. (wong gak ada trotoarnya) hehehe.

    buat mba Icha, met ketemu lagi ya ..
    oya liat aku di http://www.pulsarior.com

    apa kabar, Anang? udah ganti hobby rupanya? :)

    Anang | Jul 11, 2008 | Reply

  7. icha , icha

    nama yang ngingetin ma masa-masa itu tuh :D

    Anang | Jul 11, 2008 | Reply

  8. coba deh baca bukunya sparkling surabaya dengan huruf L disitu panduan lengkap tentang pariwisata di Surabaya hehehe..ada yang tautentang tari Sparkling ga,trus no.sapa gitu yang bisa di hubungi. rencananya pengen skipsi tentang itu nie, mohon bantuannya yah teman-teman..met kenal semuanya

    devi ajah ^_^ | Oct 22, 2008 | Reply

  9. sy jg membuat penelitian tentang sparkling surabaya, km udah sampai dmn skripsi nya?

    Din2 | Feb 3, 2009 | Reply

  10. kbtulan ad tmen skelazqw yg bs tari sparkling surabaya..
    ad yg brniat br-tx pdax??

    lylla larasgita | Dec 9, 2009 | Reply

  11. q mau dunk nanya2 ma tmn kmu yg bisa tari sparkling sby, cz mw q angkat buat makalah kul seminar q tgl 8jan’09, tlg sgera hub aq y d 085731070169 / 03134269264, thx b4

    tantri_unesa | Jan 2, 2010 | Reply

  12. replay => q mau dunk nanya2 ma tmn kmu yg bisa tari sparkling sby, cz mw q angkat buat makalah kul seminar q tgl 8jan’10, tlg sgera hub aq y d 085731070169 / 03134269264, thx b4

    tantri_unesa | Jan 2, 2010 | Reply

Post a Comment