Singapore Sight (3): Sunny Sentosa
Posted by Lisa Febriyanti on Sep 2, 2007 in ladang pelesir
Liburan di Singapura, tidak seru jika hanya berkeliling downtown saja. Selain karena jaraknya yang memang berdekatan, satu alasan lagi adalah karena sedikit saja keluar dari kerumunan gedung-gedung tinggi di kota, telah menanti satu pulau indah dan telah didesain khusus untuk holiday destinations, Sentosa Island.
Masih pagi ketika alarm di handphone saya berbunyi. Capek belum juga lekang karena jalan kaki semalam menyisir malam di Chinatown, Singapura. Tapi pagi ini saya dipompa semangat ingin segera bergerak, menikmati liburan yang ditawarkan di Singapura.
Salah satu dari sekian agenda yang saya susun, ke Sentosa Island adalah yang paling saya tunggu. Saya sudah mendengar tentang keriuhan tempat ini. Katanya, kalau ke Singapura harus mencicipi aroma Sentosa Island, pasti kriuk deh liburannya. Wah, siapa yang tidak kepengen jika sudah disodori fakta begitu.
Ok, Sentosa Island. Ada beberapa pilihan transportasi yang bisa mengantar saya ke sana. Dari brosur yang saya ambil, Sentosa Island bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi, Sentosa Express (kereta api cepat, seperti MRT), bis umum, cable car (kereta gantung) dan Sentosa Orange Bus. Dari pertimbangan kemudahan dan budget, saya akhirnya memilih naik Sentosa Express, ongkosnya cuma SGD3 untuk 1 kali kunjungan (pergi dan pulang), sudah termasuk admission fee ke Sentosa Island.
Untuk itu, dari tempat saya menginap, sekali lagi saya mesti menumpang MRT ke tempat pemberangkatan Sentosa Express di Vivo City, yang juga merupakan bagian dari HarbourFront. Dari sini kemudian meloncat ke tempat pemberangkatan yang terletak di lantai 3. Setelah menyerahkan SGD3 di loket, saya mendapatkan sebuah kartu berwarna hijau terang, yang sekali lagi berukuran seperti ATM sebagai pass card menggunakan Sentosa Express.
Sentosa Express tak jauh berbeda kondisinya seperti MRT. hanya saja lebih mini dalam bentuk ukuran. Sentosa Express yang memiliki aneka warna benetton ini memang hanya dikhususkan bagi pelancong yang hendak ke bertandang ke Sentosa Island.
Tiap empat menit sekali, kereta ini akan mondar-mandir antara Vivo City ke Sentosa Island. Jadi saya tak perlu menunggu lama untuk segera beranjak. Kira-kira 10 menit kemudian, saya sudah menyeberang selat dan tiba di Sentosa Island. Kalau naik Sentosa Express, saat ini ada dua statiun yang bisa dihampiri: Imbiah Station yang menawarkan berbagai atraksi menarik seperti Butterfly Park & Insect Kingdom, Sky Tower, Sentosa 4D Magic, Sentosa Luge & Skyride, Images of Singapore, The Merlion, dan Sentosa Cineblast. Sedangkan stasiun kedua adalah Beach Station yang sesuai namanya dekat dengan berbagai pantai indah: Siloso Beach, Palawan Beach, dan Tanjong Beach.
Saya memilih mendatangi yang terdekat dulu, yaitu Imbiah Station. Matahari bersinar dengan riangnya saat saya mendekati patung Merlion yang kokoh berdiri di sana. Patung setinggi 37m ini menjulang tidak hanya sebagai obyek foto, tapi bagi yang ingin menonton film animasi tentang legenda singa berekor ikan ini dapat masuk ke dalamnya, dengan merogoh kocek SGD8 untuk dewasa atau SGD5 untuk anak-anak.
Setelah Imbiah attractions habis dikunjungi, saya pun segera beranjak ke atraksi selanjutnya, yang rupanya jadi atraksi favorit di Sentosa: Underwater World di Siloso Point. Jaraknya cukup jauh jika berjalan pagi. Dan tentu saja saya tidak memilih berjalan kaki, karena di sana sudah tersedia shuttle bus yang mengantarkan pelancong ke berbagai interest points yang diinginkan. dan bis yang cantik dengan warna-warna cerah ini pun tak menarik sepersen pun untuk mengantar kita. Tinggal pastikan saja tujuannya, lalu tunggu bis yang dengan jurusan sama, hop…dan sampailah Anda.
Underwater World Singapore kurang lebih sama dengan Seaworldnya Dufan. Ada 2500 ikan yang berasal dari 250 jenis yang berbeda hidup di sini. Dengan tiket seharaga SGD19,5, puas menyusuri ruang-ruang gelap, menyaksikan makhluk-makhluk laut dan doplhin show.
Selepas dolphin show, saya beranjak ke pantai terdekat. Bergabung dengan puluhan pelancong yang menikmati matahari sore di Palawan Beach. Pantai berpasir putih ini panoramanya diperkaya dengan jembatan yang menjuntai ke sebuah pulau kecil yang disebut The Southernmost Point of Continental Asia.
Masih ada dua pantai lainnya yang ingin saya kunjungi untuk menikmati senja, tapi teman-teman sudah menarik tangan saya untuk segera beranjak. Saya ingat masih ada agenda lain yang harus kami lakukan sore ini, pesan tiket kereta untuk melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur esok hari.
Ya..mau gimana lagi. Harus beranjak juga. Sudah lumayan banyak yang kami datangi di Sentosa Island ini. Saya pun kembali ke stasiun shuttle bus yang akan membawa kami ke Imbiah Station lagi, menaiki Sentosa Express yang akan membawa kami ke Vivo City.
Dalam perjalanan kembali ke peradaban kota, saya sempat melamun. Sentosa Island, kok rasanya tidak berbeda jauh dengan yang kita punyai di Jakarta, Taman Impian Jaya Ancol. Bahkan kata teman saya, pertunjukkan lumba-lumba di Dolphin Lagoon tadi masih kalah dengan yang di Ancol, tapi lihatlah Sentosa Island rasanya so beautiful, well organised, so fine dan sangat menginternasional. Nah..nah…Taman Impian Jaya Ancol kita kapan ya bisa seperti gitu? Ini hanya perasaan saya sajakah, karena saya begitu sering melihat taman rekreasi negeri sendiri itu sehingga jadinya terlihat biasa saja dibandingkan dengan Sentosa Island?
Popularity: 12% [?]

1 Trackback(s)
Post a Comment