surat buat kekasih
Posted by Lisa Febriyanti on Aug 29, 2007 in ladang inspirasi, ladang kisah
hidup bersamaku tidak akan mudah……………
tapi siapa bilang hidup itu mudah kan? tahukah engkau wahai kekasih…makna hidup itu terletak pada bagaimana kita berani menghadapi kesukaran dalam hidup dan menaklukannya dengan cara kita sendiri. dengan cara yang kita pahami sendiri.
vita brevis. hidup ini singkat, sayang. cuma sepanjang napas. tidak lebih. tak ada lagi kesempatan hidup yang kedua. yang ada hanyalah menyemaikan keindahan dalam hidup yang singkat ini. menabur keindahan yang tidak akan berulang begitu saja. satu hal yang indah, belum tentu akan indah di hal lain.
aku dan kisahku. mengalir sepanjang lorong gelap. dan engkau telah menguak tabirnya. memberikan seberkas sinar yang meneranginya. inilah saatnya. kegelisahan dan pencarian itu berlabuh. di dermagamu.
aku tahu, cinta ini adalah sebuah pergolakan dan perjuangan. dan seperti yang pernah aku ucapkan di suatu malam berbincang denganmu, aku bersedia berdarah-darah untuk ini. bukan ingin berjumawa menjadi pahlawan. bukan untuk sekadar memenuhi ego mempertahankan sesuatu. tetapi karena indahnya dirimu, kilap hatimu dan pendar matamu yang meyakinkan jiwa bahwa engkau yang akan mengasah berlian dalam hatiku.
kekasihku, rekatkan tangan, tumpahkan semua resah yang menyesaki. jika kau tengok, hati rapuh ini punya kedalaman yang tak terkira untuk menampung resahmu. sebuah celah yang memang sudah ada di sana. tercipta untuk menjadi kubangan resahmu. tak apa kekasih, inilah hakikat diriku. inilah peranku dalam duniamu.
lalu aku akan pegang tanganmu selalu. menjaga arah agar selalu menuju utara. biduk kita akan berlayar dengan layar putih yang akan kita jaga dari koyak. yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan perbekalannya. kau tahu, kekasih, adalah samudera luas terbentang di sana. berbatas horison menuju matahari yang tenggelam. dan di ufuk itu kita nikmati senja kita. bernapas sangat lega karena jarak yang berhasil kita lalui dengan terus bergandeng tangan.
dalam perjalanannya, mungkin bukan semegah kapal pesiar yang mengantar kita. mungkin hanya sebuah biduk sederhana yang jadi alas kita. tapi kupastikan kokohnya, kupastikan goyangan arus yang menggelepar di sisi biduk tak menggoyahkannya. kuyakinkan hadiah senyum yang terus tersungging. di bibirku. di bibirmu.
oya, dan kau tak akan pernah kesepian. akan ada celoteh-celoteh riang keluar dari penumpang tambahan kita. mereka muncul karena buah cinta. mereka akan menjadi kebanggaan kita. dan ketika saat itu tiba, peranmu akan diuji kembali. untuk menjadikan seorang manusia kecil tumbuh dengan siraman kasih dan pengetahuan. mereka adalah kuncup-kuncup segar yang siap bertumbuh dengan indahnya.
kau punya cara tersendiri untuk menumbuhkan kuncup itu? ya, aku yakin kau punya itu. jangan lupa untuk berbagi padaku, kekasih. lingkaran ini bukan hanya terbentuk dari kibasan tanganmu saja. ada hembusan napasku di sana. ada regangan nyawaku saat mereka hadir. kita akan sama-sama menjaga mereka. menaungi dan melindungi mereka.
kekasihku…
mungkin telah banyak kata yang kulontarkan untukmu. kusisipkan di pagimu, setelah sebelumnya aku mencupliknya dari kepala dan hatiku. ini adalah sebuah persembahan. persembahan atas nama kerinduan. seperti pujangga yang selalu rindu syairnya. seperti pemain film yang rindu dialognya. seperti freelance yang selalu rindu order…..seperti aku yang saat ini merindumu….
tak akan pernah habis rindu ini, selama cinta masih bertahta….
keep on holding each other…
lots of love
perempuanmu
Waow … kata-kata nan asyik … aku pernah bikin buku puisi Surat Buat Kekasih … http://www.webersis.com
Ersis Warmansyah Abbas | Nov 18, 2007 | Reply
bikin lagi dunk…tar aku ikutan hehehe…
Lisa Febriyanti | Nov 25, 2007 | Reply
awali harimu dengan senyuman! thanks !saya jadi terinspirasi buat bikin surat!
khairullaka | Dec 23, 2008 | Reply
…very great love letter… its so inspiring icha
taufan rahmadi | Dec 24, 2008 | Reply
bunda juga sudah berusaha membuat surat-surat cinta yang bunda sisipkan di dalam tas suami, walau bunda tak yakin ia akan bersabar untuk sekadar membuka lipatan kertas lalu membacanya.Memang itu bunda lakukan di awal-awal pernikahan. Sekarang, tidak lagi. Mungkin bunda malas menulis ya. Padahal ditulis juga bisa menghilangkan rasa jenuh dalam berumah tangga. Insya Allah nanti bunda akan menulis lagi.Pilihan katamu indah sekali!
bunda | Apr 1, 2009 | Reply
terlalu puitiz….
cHenta | Aug 15, 2009 | Reply
kata-katanya terlalu lebay
sinta | Dec 7, 2009 | Reply