Be a Travel Writer

Suka jalan-jalan, berpetualang, mencoba hal-hal baru? Alangkah makin lengkapnya jika Anda kemudian menjadikan perjalanan Anda itu sebuah cerita yang bisa dinikmati banyak orang. Dan jadilah Anda seorang travel writer.

Apa itu travel writer?

Sebutan travel writer diberikan kepada penulis yang memiliki kesempatan atau sengaja  melakukan perjalanan ke berbagai tempat lalu menceritakan kembali pengalamannya melalui sebuah tulisan yang memikat.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana membuat tulisan yang memikat? Membuat sebuah rangkaian kisah perjalanan yang menggoda pembaca sehingga ingin mencoba melakukan penjelajahan seperti yang kita lakukan?

Kenapa saya bertanya demikian? karena ini pentingnya tugas yang diemban oleh seorang travel writer. Bukan hanya bertutur lewat tulisan, namun “berani” mengajak pembacanya ikut larut bahkan jadi ingin bertandang ke tempat yang Anda ceritakan.

So, apa sih yang dibutuhkan seorang travel writer?

1. Post A Note.  Satu hal yang selalu saya lakukan saat travel adalah membawa catatan. Gunanya adalah untuk mencatat hal-hal penting yang terekam oleh mata.

Jadwal travel biasanya membutuhkan waktu berhari-hari. Dan seringnya waktu untuk menuliskan kisah tertunda karena dilanda lelah. Jadi, catatan itu nanti yang akan membantu kita mengingat detail-detail perjalanan. Detail ini penting, karena Anda adalah pengamat. Anda adalah mata bagi pembaca. Maka detail ini jangan sampai terlewat. Detail ini yang kemudian bisa membedakan antara tulisan Anda dengan tulisan lain tentang tempat yang sama. Membuat tulisan Anda memiliki pribadi Anda. Karena detail itu adalah hasil pengamatan Anda.

2. Anda adalah pembaca. Saat mulai menulis, pikirkan apa yang ada di benak pembaca. Apa yang kira-kira menarik bagi pembaca. Tempatkan diri Anda sebagai pembaca. Karena tulisan Anda bukan untuk Anda nikmati sendiri, tulisan Anda dipersembahkan untuk pembaca.

3. Gali yang Unik. Semua orang menyukai hal-hal yang unik. Semua orang, termasuk pembaca Anda. Galilah hal-hal yang unik dalam perjalanan Anda, misalnya, kotak pos yang didesain berbeda dengan yang kita lihat sehari-hari. Kebiasan atau adat yang baru Anda temui di tempat itu. Masih banyak hal-hal unik yang bisa didapatkan di suatu tempat. Jadilah pengamat yang baik.

4. Write the experiences. Saya lebih suka menuliskan kisah perjalanan dalam bentuk bahasa bertutur. Saya menempatkan diri saya sebagai pendongeng kepada pembaca, menceritakan berbagai pengalaman yang saya sesap selama di perjalanan. Mulai dari bagaimana perasaan yang timbul saat perjalanan itu, baik dan buruk. Ketimbang hanya menorehkan tentang tempat-tempat yang saya kunjungi, tanpa saya sertakan subyektifitas yang dilihat oleh mata saya. Menurut saya, tulisan akan jadi kering tanpa dibumbui rasa yang ikut saat itu.

Contoh tulisan saya mengenai kisah perjalanan dapat dilihat di sini atau di sini.

Setelah itu, pekerjaan selanjutnya adalah mempublikasikan tulisan Anda. Salah satu caranya adalah mengirimkan tulisan Anda ke media-media yang mempunyai rubrik travel. Jika tulisan Anda laik muat, Anda bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah sebagai gantinya.

Namun, tak dapat dipungkiri, menembus penerbitan bukanlah hal yang mudah. Selain mereka sudah punya kontributor tetap, tulisan Anda bisa jadi harus mengantri dengan berbagai tulisan lainnya.

Saat ini, telah banyak media yang bisa diakses oleh banyak orang. Contohnya adalah blog. Meskipun blog dikelola secara pribadi, namun pengunjungnya bisa beragam. Bahkan banyak juga saat ini kisah-kisah perjalanan yang ditulis di blog kemudian dibukukan. Siapa tahu Anda juga bisa begitu?

Post a Comment