sepatu lars dan sepatu jinjit
Posted by Lisa Febriyanti on Aug 20, 2007 in ladang puisi
Kau mengangkang di sana, sepatu lars.
Gagah dan tak teruntuhkan. Kokoh dan tak tergeser. Sombongmu melekat di sol karet hitam bawah kakimu. Bercak darah penindasan masih melekat di sana. Beringasmu terjalin dalam tali temali hitam panjang. Bertemu kejamnya kulit hitam yang membungkus kakimu. Menyodok jiwa-jiwa yang tak tertahankan
Aku merapat di sini, sepatu jinjit.
Merajalela membelah dunia. Cipratan mie instant bekas makan kaum miskin kemarin masih tercetak di sana. Disemir air mata anak-anak yang kelaparan dan tidak bisa sekolah. Cethak cethok bunyi sol kecilnya. Membawa ramai bagi telinga-telinga yang mulai tuli. Mengkoyak sunyi yang sengaja diciptakan. Ujung lancipnya menantang. Menyembul ingin dilihat. Kokohnya larsmu melawan indahnya jinjitku. Kau masih menapak larsmu di tanah ketika jinjitku sudah melayang cepat ke kepalamu. Plethok!
Popularity: 7% [?]

Post a Comment